Terkendala Biaya, Ada Spare Part Harus Impor

Geliat Kampus Kembangkan Mobil Listrik

520
TERUS DISEMPURNAKAN: Prototype mobil listrik Gentayu karya Mahasiswa Undip. (DOKUMENTASI UNDIP)

MOBIL listrik yang digadang-gadang sebagai kendaraan hemat energi di masa depan, membuat perguruan tinggi saling berlomba-lomba membuat dan merakit mobil listrik dengan menambahkan kearifan lokal di dalamanya. Perguruan tinggi semakin bersemangat ketika Presiden Joko Widodo bahkan secara terang-terangan mendukung penuh kemunculan mobil listrik.

Namun, seolah tertelan waktu, perhatian pemerintah kini tidak lagi getol mengampanyekan mobil listrik. Terlebih beberapa perusahaan otomotif di Indonesia, tidak benar-benar serius memproduksi mobil listrik. Namun beberapa kampus di Jawa Tengah tetap setia memproduksi dan mengembangkan mobil listrik yang ditengarai lebih ramah lingkungan dan sebagai konvergensi energi.

Salah satunya prototype mobil listrik Elang Untidar atau Electrical Lightweight Automobile Non Gasoline hasil karya mahasiswa Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Tidar (Untidar) yang lahir pada Mei tahun 2017 silam. Kini, bahkan mahasiswa Teknik Mesin Fakultas Teknik Untidar telah mengembangkan model kedua, yakni tipe urban dengan pengembangan yang lebih futuristik dan bertenaga. Keseriusan Fakultas Teknik Untidar dalam mengembangkan mobil listrik diikuti dengan mengikuti kompetisi Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE)  yang diadakan Kemenristek Dikti di ITS Surabaya pada November 2017 lalu. Bahkan, Elang mencatatkan prestasi gemilang sebagai the best rookie atau pendatang terbaik.

Kepala UPT TIK Untidar sekaligus Dosen Teknik Untidar Sigit Joko Purnomo menceritakan bahwa perkembangan teknologi kendaraan atau vehicles di dunia termasuk di Indonesia sudah mulai berkembang, dan kemudian turun di perguruan-perguruan tinggi. Dari situ, menurut Sigit, dirinya yang menjadi dosen teknik mesin berupaya untuk mengonsentrasikan penelitian dan mencoba merancang sebuah penelitian yang konsen ke mobil listrik.