Bongkar Bangunan, Tewas Tertimpa Reruntuhan Tembok

Tim Basarnas Jateng dan Inafis Polrestabes Semarang saat mengevakuasi korban Heri Prasetyo yang tertimpa reruntuhan bangunan yang dibongkarnya, kemarin (17/4/2020). M Hariyanto/Jawa Pos Radar Semarang

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Nasib nahas dialami Heri Prasetyo, 42. Warga Dukuh Kunci Putih, Desa Jatirunggo, Kecamatan Pringapus Kabupaten Semarang. Heri tewas akibat tertimpa bongkahan cor. Peristiwa itu dialami korban saat melakukan pembongkaran bangunan bekas Apotek Aira di Jalam Prof Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, Kamis (16/4/2020) sekitar pukul 13.30.

Korban tewas di lokasi kejadian dengan kondisi tengkurap di bagian tembok atas lantai dua. Tubuhnya terjepit bongkahan cor berukuran kurang lebih panjang empat meter dan lebar 30 sentimeter.

Informasi Jawa Pos Radar Semarang di lokasi menyebutkan, kejadian bermula ketika korban tengah menggempur bangunan di atas lantai dua bersama tiga temannya, yakni Yauzi, Turkamun dan Bibit Suparno. Mereka berasal dari satu kampung halaman dengan korban. Keempatnya baru sehari itu bekerja.

Saat itu, posisi korban berada di tembok luar lantai dua hendak menggempur tembok tiang penyangga bangunan. Sedangkan tiga orang lainnya di bawah bagian timur memegangi tali yang telah diikatkan di tiang bangunan. Tujuannya, agar reruntuhan material tidak jatuh ke bagian depan yang merupakan jalan raya.

“Saat kami menahan tali, dan oleh dia (korban) baru satu kali gempuran menggunakan godam, tiba-tiba tembok di atasnya runtuh hingga menimpa tubuhnya,” ungkap Turkamun di lokasi kejadian, Kamis (16/4/2020).

Akibat kejadian ini, korban tewas seketika. Ketiga rekan korban tidak bisa berbuat apa-apa. Oleh warga yang mengetahui kejadian ini, langsung melaporkan ke Polsek Ngaliyan, diteruskan ke Kantor Basarnas Jateng guna dilakukan proses evakuasi.

Petugas Inafis Polrestabes Semarang yang mendapat laporan langsung menuju lokasi untuk melakukan identifikasi dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Sejumlah saksi dimintai keterangan sebagai bahan penyelidikan lebih lanjut oleh kepolisian.

Sejumlah anggota Basarnas Jateng diterjunkan ke lokasi kejadian. Mereka melakukan proses evakuasi dengan menggunakan mobil crane. Tim Basarnas harus menyingkirkan beberapa material untuk terlebih dulu melakukan proses evakuasi. Jenazah korban berhasil dievakuasi sekitar pukul 15.55.

“Kami tidak menghadapi kendala berarti. Namun kami mewaspadai tembok yang bisa sewaktu-waktu ikut roboh dan menimpa tim yang sedang bekerja” ungkap Kasi Operasi Basarnas Semarang Agung Hari Prabowo.

“Korban berhasil dievakuasi setelah tembok yang menimpa korban disingkirkan dengan kendaraan crane” imbuhnya.

Selanjutnya, korban dimasukkan kantong jenazah dan dievakuasi ke kamar jenazah RSUP dr Kariadi Semarang guna keperluan lebih lanjut.

Kerabat korban yang turun dari motor sempat histeris mendapat kabar duka ini. “Iya, masih saudara saya. Dia punya anak satu. Tadi saya dapat kabar, langsung kesini dari Jatisari Mijen. Ini mau ke rumah sakit Kariadi,” ungkap perempuan yang enggan disebutkan namanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Kapolsek Ngaliyan AKP Yustinus mengatakan, kejadian tersebut berlangsung singkat. Pihaknya menduga ada perhitungan yang meleset saat empat orang, termasuk korban, melakukan pembongkaran bangunan.”Diduga tali yang digunakan untuk menahan tidak kuat, sehingga material cor runtuh menimpa korban,” katanya.

Pasca kejadian itu, mandor dan ketiga rekan kerja korban dibawa ke Mapolsek Ngaliyan guna dimintai keterangan. Lokasi kejadian juga telah dipasangi police line untuk penyelidikan lebih lanjut.

“Yang jelas ini awalnya kecelakaan kerja dulu. Nanti awal kecelakaannya seperti apa? Apakah faktor teknis atau human error? Nanti kita simpulkan dari hasil penyidikan,”ujarnya. (mha/aro/bas)





Tinggalkan Balasan