alexametrics


Penampakan Tentara Jepang Tanpa Kepala di Barak Militer Bantir

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Komando Latihan Rindam IV Diponegoro atau yang dikenal dengan barak militer Bantir, menyimpan segudang cerita mistis. Yang paling terkenal adalah penampakan tentara Jepang tanpa kepala.

Barak Bantir merupakan tempat latihan para militer sejak zaman Belanda. Wartawan koran ini mencoba menelusuri barak militer yang terletak di Desa Bantir, Sumowono, Kabupaten Semarang. Kondisi bangunan semua masih original.

Ada enam barak yang kerap digunakan pelajar untuk melakukan kegiatan persami (perkemahan Sabtu Minggu).

Masing-masing barak berukuran 8 x 50 meter. Bercat hijau khas tentara. Pintu mau pun jendelanya lebar layaknya bangunan Belanda. Tiap barak bisa untuk tidur sekitar 100 orang.

Sore itu langit begitu syahdu. Koran ini mencoba mengulik kisah mistis dari warga sekitar, termasuk pedagang yang berjualan di dekat lokasi barak. Barak militer itu memang terkenal horor.

Seorang pedagang, Muaimun, 47, mengakuinya. Bahkan warga sekitar tak lagi heran jika melintas di depan barak melihat penampakan. Namun tetap saja bikin merinding. “Yang sering itu tentara Jepang tanpa kepala,” ujar warga Sumowono ini.

Muaimun tak berani berdagang hingga larut malam. Mentok, sore dia sudah mengemasi dagangannya.

Ibu tiga anak ini, memang kerap melewati barak. Meski sudah terbiasa namun tetap ada rasa takut. Suatu malam ia melintas di kawasan barak, meski takut tapi tetap penasaran. Muaimun pun mencoba memastikan sudut gelap. Benar saja, apa yang ditakutkan terbukti.

“Pas itu samar-samar terlihat tentara baris rapi, bajunya lengkap, tapi pas lihat ke atas kepalanya tidak ada. Merinding langsung pulang,” kenangnya.

Jika dilihat dari sisi kiri, barak tersebut hanya dibatasi dengan pagar kawat. Ada jalan menuju permukiman warga. Dari akses itu akan terlihat bangunan meski tak semuanya.

Kejadian mistis lain yang ceritanya dikenang hingga sekarang adalah kesurupan masal.

Saat itu siswa SMK Negeri 6 Kota Semarang menggelar kegiatan di barak Bantir. Tujuh pelajar mengalami kesurupan. Seperti layaknya orang kerasukan makhluk halus. Mereka bertingkah di luar nalar. Ada yang mengaum mirip harimau, ada yang bersikap seperti serdadu Belanda hingga berteriak-teriak tak jelas.

Penanggung jawab lokasi Ahmad Sapari mengatakan, cerita misteri yang melekat di tempat tersebut memang tidak lagi hal yang baru. Kebanyakan kejadian kesurupan yang membuat geger ketika kegiatan selalu ada pemicunya.

Seperti kencing sembarangan, membuang pembalut sembarangan, teriak dengan kata kotor, atau berangkat dengan banyak pikiran sehingga tak fokus.

“Pasti ada pemicunya. Ini kan bangunan lama zaman Belanda. Anak-anak datang ke tempat baru dengan tindakan tidak sopan mungkin memicu penunggunya marah,” ujarnya. (ria/zal)

Artikel Terkait

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya