alexametrics


Merinding! Ada Suara Gamelan Gaib dari Balik Curug Gending Asmoro

Rekomendasi

Menarik

RADARSEMARANG.ID – Curug Gending Asmoro adalah salah satu destinasi wisata alam di Kabupaten Semarang, yang menyimpan cerita mistis. Banyak pelancong yang penasaran dengan suara gamelan gaib di balik curug.

Curug tersebut berada di Desa Kalongan, Ungaran Timur. Curug ini memiliki ketinggian kurang lebih 15 meter. Tempat tersebut dikeramatkan oleh warga sekitar.”Orang dulu sering nyebut nggon wingit. Tidak ada yang berani menjamah daerah ini secara sembarangan,” kata Kepala Desa Kalongan Yarmuji.

Salah satu cerita yang paling terkenal adalah suara gamelan gaib. Terdengar di hari-hari tertentu. Yarmuji bercerita, ketika itu, ada salah satu pekerja yang sedang cek lokasi untuk memasang jembatan penghubung. Saat itu lah ia mendengar suara gamelan. Merasa penasaran, ia pun mencoba mencari sumber suara tersebut. Setelah ditelusuri, suara berasal dari air terjun. “Langsung merinding. Padahal saat itu masih siang,” ceritanya.

Ingin membuktikan cerita tersebut, wartawan koran ini pun mencoba berkunjung ke Curug Gending Asmoro. Lokasinya tidak terlalu jauh dari pusat Kota Ungaran. Karena curug tidak dibuka hingga malam, koran ini pun datang sore. Sesampainya di lokasi, koran ini disambut udara yang dingin. Lingkungannya masih begitu asri. Banyak pepohonan. Saat itu kondisinya sepi. Tidak banyak orang. Lahan parkir hanya terisi dua motor.

Beberapa saat di lokasi, koran ini tidak mendengar suara yang dimaksud. Tidak ada suara gamelan. Hanya gemercik air terjun. Pun dengan sejumlah wisatawan dari Kota Semarang yang saat itu sudah sampai di lokasi duluan. Sengaja datang untuk membuktikan suara gaib itu.”Katanya ada suara gamelan gaib. Tapi nggak kedengaran. Apa karena saya tidak punya indra keenam ya mbak,” celetuk Lutfi Abimanyu.

Salah satu warga sekitar Srimulyo menceritakan, memang tidak semuanya bisa mendengar. Hanya orang-orang tertentu. Selain suara, warga juga pernah melihat penampakan gamelan di areal curug. Bahkan warga sempat menggunakan gamelan tersebut untuk hajatan.

Sejak dulu warga Desa Kalongan yang sedang ingin membuat hajatan besar, tidak perlu menyewa alat-alat gamelan. Warga hanya perlu melakukan ritual di sekitar lokasi curug. Beberapa hari kemudian alat-alat gamelan itu sudah ada di lokasi curug. Setelah selesai digunakan, dikembalikan lagi. “Tapi sekarang suara itu tidak mesti terdengar. Justru yang sering mendengar orang-orang luar desa,” ujarnya.

Cerita gamelan gaib yang ada di Curug Gending menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan. Banyak orang melancong ke tempat tersebut, selain untuk membuktikan suara gamelan gaib, juga menikmati keasrian alam Curug Gending. (ria/zal)

 

Tinggalkan Balasan

Terbaru

Populer