alexametrics

Legenda Ranem di Hutan Silayur

Rekomendasi

Menarik

RADARSEMARANG.ID – Hutan wisata Silayur tepatnya di Kelurahan Bringin Kecamatan Ngaliyan sebelumnya menjadi tempat favorit menikmati suasana sejuk bagi masyarakat Kota Semarang. Dikarenakan masih banyak pepohonan tinggi, besar dan lokasinya yang berada di atas bukit. Namun kini hutan wisata tersebut justru terbengkalai.

Kondisi hutan wisata Silayur tidak tertata. Sampah dibiarkan berserakan. Banyak faktor yang mempengaruhi. Salah satunya peristiwa peristiwa pembunuhan seorang PSK bernama Ranem sekitar 1980-an.

Peristiwa tersebut diyakini masyarakat setempat menjadi penyebab semakin sepinya hutan Silayur dari kunjungan masyarakat. Apalagi Ranem meninggal dengan cara tidak wajar. “Dulu muda-mudi kalau siang sering menghabiskan waktu di dalam hutan karena ada gazebo kecil yang bisa digunakan untuk bersantai menikmati hawa sejuk,” ujar Hartono, 49, pengusaha mebel yang tempat usahanya berada persis di bawah lokasi hutan Silayur.

Bahkan peristiwa pembunuhan tersebut juga dihubung-hubungkan masyarakat setempat terhadap kejadian-kejadian lain di sekitaran hutan Silayur. Seperti kerap terjadinya kecelakaan yang sampai merenggut nyawa di tanjakan jalan Silayur. “Masyarakat sini meyakini kalau itu ulah dari arwah penasaran pada peristiwa lama tersebut,” tuturnya.

Ketika koran ini memasuki lokasi hutan Silayur, saat ini kondisinya memang sudah tidak tertata. Akses masuk berbentuk jalan makadam yang hanya memiliki lebar 3 meteran yang dipalang menggunakan pelat besi. Hanya roda dua saja yang bisa masuk.

Kemudian akses jalan di dalam juga hanya bebatuan alam yang disusun secara acak. Lebarnya sekitar 2 meter. Di dalam hutan masih ada tiga bangunan yang masih berdiri dan terbengkalai. Yakni satu gazebo, dan dua rumah kecil. Dari ketiga bangunan tersebut hanya gazebo yang terkadang masih digunakan. Sedangkan dua bangunan lain sudah rusak dan ditumbuhi semak belukar.

Tanjakan Silayur yang tak jauh dari hutan wisata Silayur. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Masih digunakannya gazebo terlihat dengan adanya beberapa botol air mineral yang berserakan di bawahnya. Memasuki area hutan kondisi udara terasa sejuk dan tenang. Maklum, dikarenakan masih banyak pepohonan tinggi. Kondisi jalan di dalam hutan juga hampir tertutupi semak belukar. Kesan angker tersebut selain dari adanya peristiwa pembunuhan di 1980-an, juga dikarenakan keberadaan TPU persis di sebelah hutan Silayur. “Itu semakin membuat kesan angker,” ujarnya.

Peristiwa pembunuhan Ranem tersebut kini tidak bisa lepas dengan keyakinan masyarakat tentang keangkeran hutan Silayur. Permadi, 33, yang berjualan duku di bawah hutan pun meyakini hal itu. Sejak pengalamannya berjualan di pinggir jalan raya atau di bawah hutan Silayur, sejumlah kecelakaan kerap terjadi. Dari cerita masyarakat yang berkembang, pengendara diganggu oleh hantu wanita tanpa kepala.

Masyarakat setempat meyakini, makhluk astral tersebut merupakan arwah Ranem yang bergentayangan. “Masyarakat di sini meyakininya begitu,” kata Permadi.

Memang semua itu tidak bisa dibuktikan dengan logika. Apalagi, sudah menjadi keyakinan masyarakat setempat. Sehingga susah untuk dibantah maupun dipercaya.

Dari informasi di lapangan, Ranem dulunya adalah seorang wanita muda berparas cantik asal kota Solo Jawa Tengah. Ia kemudian hijrah ke Semarang dan bekerja sebagai seorang PSK di lokalisasi tersohor di Semarang.

Tak beberapa lama tinggal di Semarang, karena kecantikannya, kepopuleran Ranem merangkak naik bak selebriti. Hingga pada suatu malam pertengahan tahun 80an, tepat beberapa minggu sebelum Lebaran, terjadi petaka yang mengakhiri hidup Ranem. Ia dibunuh, kepalanya dipenggal, dan tubuhnya dibuang disekitaran Hutan Silayur. Karena itulah, sejumlah kejadian yang sampai merenggut nyawa di sekitaran hutan Silayur, kemudian dihubung-hubungkan masyarakat setempat karena ulah arwah si Ranem.

“Kalau orang yang tidak tahu cerita itu mungkin berani masuk hutan, kalau yang tahu ya kemungkinan tidak berani,” katanya.

Sebenarnya, jika melihat posisi hutan yang masih asri tersebut sangat cocok untuk dijadikan tempat berwisata. Karena selain masih asri, dari hutan bisa melihat pemandangan Kota Semarang dari ketinggian. (ewb/ton)

 

Tinggalkan Balasan

Terbaru

Syekh Jumadil Kubro Generasi Pertama Walisongo

RADARSEMARANG.ID - Makam Syekh Maulana Jumadil Kubro ditemukan pada zaman penjajahan Belanda. Makamnya berlokasi di Jalan Arteri Yos Sudarso...

Lainnya

Menarik

Populer

Taman Pierre Tendean Usung Konsep Smart Park

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Taman Pierre Tendean bakal menjadi taman percontohan di Kota Semarang. Mengusung konsep Smart Park dengan sentuhan...