alexametrics

Strategi Jitu Guru Pembelajaran Menghadapi Pandemi Covid-19

Oleh : Satiman, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Tak terbayangkan hampir 2 tahun ini guru harus mengajar anak-anak melalui daring di rumah yang justru begitu banyak menguras tenaga. Waktu 24 jam, pikiran dan biaya tentunya.

Fasilisitas IT dan kemampuan dan kerampilan menggunakannya pun sangat dibutuhkan. Biasanya guru bisa berhadapan dan berkomunikasi langsung dengan siswa di kelas. Ketika ada masalah belajar, guru bisa mengatasi dengan baik.

Guru bertugas tidak hanya mengajar mentransfer ilmu tapi juga mendidik atau membentuk karakter agar menjadi generasi yang cerdas/berilmu, mampu menghadapi tantangan global demi masa depannya dan berakhlak baik.

Tanpa mengenal waktu guru harus mempersiapkan media belajar daring, menerima dan menjawab permasalahan siswa dalam membuat tugas, mengoreksi ketika siswa sudah mengirim tugas serta menagih dan memotivasi siswa yang belum mengumpulkan tugasnya.

Kendala yang dihadapi adalah keterbatasan SDM, keterbatasan sarana prasarana seperti laptop atau HP yang dimiliki orangtua peserta didik. Kesulitan akses internet, kondisi listrik yang tidak stabil, dan keterbatasan kuota internet yang bisa disediakan oleh orangtua.

Beberapa kendala yang dihadapi guru, orangtua, dan peserta didik selama PJJ setidaknya meliputi: guru mengalami hambatan dalam PJJ dan cenderung fokus kepada penuntasan kurikulum. Waktu pembelajaran menjadi berkurang, sehingga guru tidak dapat memenuhi beban jam mengajarnya.

Guru mengalami kesulitan komunikasi dengan orangtua sebagai pembimbing peserta didik di rumah. Belum semua orangtua bersedia dan mampu mendampingi anak belajar di rumah karena ada tanggung jawab yang lain seperti urusan kerja, urusan rumah, dan sebagainya.

Orangtua mengalami kesulitan dalam memahami pelajaran dan memotivasi anak saat mendampingi belajar di rumah. Peserta didik mengalami kesulitan untuk konsentrasi dalam belajar dari rumah dan mengeluhkan banyaknya penugasan soal dari guru. Guru tidak boleh gaptek (gagap teknologi).

Guru merupakan garda terdepan dalam mencerdaskan kehidupan berbangsa. Untuk itu sekarang sudah memasuki era revolusi 4.0, maka guru dituntut berubah, lebih inovatif dalam mengajar atau memberikan materi ajar kepada anak-anak didiknya. Apalagi guru harus beradaptasi dengan cepat dengan model pembelajaran di rumah ketika masa pandemi Covid-19. Maka guru juga harus memanfaatkan IT dan media on line yang bisa digunakan untuk mendukung pembelajaran ketika siswa belajar di rumah.

Strategi jitu guru menghadapi pembelajaran daring siswa di rumah : pertama, menguasai keterampilan IT yang mendukung pembelajaran daring baik dalam proses kegiatan pembelajaran, evaluasi maupun kegiatan review pembelajaran dengan aplikasi yang membuat siswa tertarik dan lebih termotivasi.

Media (aplikasi) pedbelajaran Daring yang bisa digunakan antara lain Zoom (platform video conference), Jitsi Meet (platform video conference), Google meet (platform video conference), Cisco Webex (platform video conference), Google Classroom, Google Form, Quizizz, dan WhatsApp.

Guru harus pandai memilih tugas yang cocok dengan tidak banyak membebani siswa ketika belajar di rumah baik dari segi tenaga, waktu dan biaya. Kedua, guru harus senantiasa meminta siswa mengirim dokumen tugas setiap pascapembelajaran daring sebagai bentuk kegiatan refleksi guru terhadap siswa.

Ketiga, guru harus membuat rekap dokumen tugas setiap pascapembelajaran daring sebagai bentuk kegiatan refleksi guru terhadap siswa. Keempat, guru harus mempunyai media on line untuk sarana pengumpulan tugas siswa berupa email, google form, atau aplikasi yang lainnya.

Kelima, memanfaatkan media grupWhatsApp kelas untuk memberikan tugas kepada siswa, menagih tugas siswa serta refleksi dari tugas siswa. Keenam memanfaatkan media grup WhatsApp orang tua/wali sebagai partner yang berfungsi untuk memotivasi anaknya dalam pembimbingan pembelajaran daring di rumah.

Untuk mengatasi kendala siswa yang malas dan kesulitan dalam mengikuti pembelajaran daring. Ketujuh memberikan bantuan paket kuota internet dan terkendala handphone kepada siswa yang tidak mampu dan membutuhkan. (pr1/lis)

Guru Prakarya SMP 1 Negeri Sukoharjo

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya