alexametrics

Mentoring Pembelajaran Terpadu Terintegrasi Penerapan PRLH Efektifkan Menulis Eksposisi

Oleh: Sri Wahyuni, M.Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, DI Indonesia pandemi covid-19 masih berlangsung hingga saat ini. Hal ini mendorong pemerintah Indonesia mengambil kebijakan penanganan Covid-19 terutama pembelajaran daring. Dalam hal ini guru dituntut aktif. Selain itu, masalah jam mengajar yang berkurang selama masa pandemi covid 19 tetapi tetap harus menanamkan budaya lingkungan hidup.

Di sisi lain, pengetahuan peserta didik terhadap pentingnya pembelajaran terpadu terintegrasi PRLH merupakan sarana penunjang pembelajaran menulis eksposisi perlu mendapat perhatian. Peserta didik diharapkan memiliki kemampuan mengidentifikasi, mengumpulkan, menilai, dan menggunakan informasi yang ada di sekitarnya secara bermakna dalam menulis teks eksposisi.

Peraturan Menteri LHK RI nomor P.52/MENLHK/ SETJEN/KUM.1/9/2019 tentang Gerakan PBLHS menyatakan bahwa PRLH merupakan sikap dan tindakan warga sekolah dalam menjaga dan melestarikan fungsi lingkungan hidup. Selain itu, gerakan PBLHS merupakan aksi kolektif secara sadar, suka rela, berjejaring, dan berkelanjutan yang dilakukan oleh sekolah dalam menerapkan PRLH.

Gerakan PBLHS dilaksanakan dengan include pada mata pelajaran, ekstrakurikuler dan pembiasaan diri, peran masyarakat sekitar sekolah, pembentukkan jejaring kerja dan komunikasi, kampanye, publikasi, pembentukkan dan pemberdayaan kader adiwiyata. Berdasarkan hal tersebut, SMA Negeri 4 Semarang menerapkan mentoring pembelajaran terpadu terintegrasi PRLH pada kegiatan menulis teks eksposisi dapat menjadi solusi.

Mentoring merupakan salah satu strategi dalam pembelajaran yang mampu mengembangkan empat prinsip umum yang berorientasi pada peserta didik ditinjau dari aspek perkembangannya. Model pembelajaran dengan sistem mentoring mengedepankan aspek moral dan pendekatan persuasif serta komunikasi multiarah sehingga dapat menumbuhkan kebersamaan dan toleransi sosial yang tinggi.

Langkah pembelajaran menulis eksposisi dengan mentoring PembelajaranTerpadu Terintegrasi PRLH meliputi Early Stage, Middle Stage , dan Late Stage . Dalam Early Stage, guru membentuk kelompok. Satu kelompok terdiri atas 4 orang. Setiap kelompok bersifat heterogen. Kemudian, anggota kelompok menunjuk salah satu tim anggotanya sebagai mentor sedangkan yang lain sebagai mentee.

Setelah dibentuk kelompok dan ditunjuk salah satu anggotanya sebagai mentor, kemudian guru memberikan tugas tiap kelompok tentang pengetahuan dasar teks eksposisi. Peserta didik yang ditunjuk sebagai mentor mendampingi teman-temannya dalam kelompok tersebut dalam pembelajaran eksposisi yang terintegrasi dengan PRLH.

Selanjutnya, Middle Stage, setiap anggota kelompok menyetorkan contoh teks eksposisi yang terintegrasi dengan PRLH kepada mentor yang ditunjuk dari salah satu anggota kelompok tersebut. Kemudian, mentor memberikan materi sesuai dengan kompetensi dasar teks eksposisi. Akan tetapi, materi yang disampaikan tidak selamanya sesuai dengan kompetensi dasar dikarenakan disesuaikan kembali dengan keadaan menteenya. Adapun materi-materi yang disampaikan meliputi pengertian, jenis, tujuan, ciri teks, struktur, dan kaidah kebahasaan teks eksposisi.

Setelah itu, mentor memberikan kesempatan bertanya kepada menteenya tentang materi yang telah disampaikan. Usai memberikan materi dibuka sesi diskusi dan tanya jawab. Apabila salah satu tim anggotanya mengalami kesalahan dan kendala dalam pembelajaran eksposisi terintegrasi PRLH, tugas mentor membetulkan.

Kemudian, Late Stage setiap mentee dalam kelompok tersebut melaporkan hasil diskusinya dan bersama dengan mentor menyimpulkan. Kemudian, baik mentee maupun mentor melakukan refleksi dengan pendampingan guru.

Kelebihan mentoring meliputi membantu melatih peserta didik, membangun kepemimpinan, interpersonal, dan pengembangan keterampilan peserta didik, membantu peserta didik terhubung dengan teman-temannya, yang memungkinkan mereka merasa lebih bersedia mengutarakan pikiran dan mengomunikasikan ide mereka, berkontribusi pada budaya kelas yang dinamis, membangun loyalitas peserta didik, dan semangat tim.

Dengan mentoring, peserta didik dilatih meningkatkan kerja sama, proaktif, kreatif, kritis,, percaya diri, menghemat waktu, dan mandiri sehingga tercipta student wellbeing dalam proses pembelajaran.

Berdasarkan hal tersebut, rekomendasi dalam hal ini adalah guru dapat menggunakan berbagai strategi pembelajaran beraneka ragam di masa pandemi covid ini untuk dapat mengefektifkan waktu belajar dalam pembelajaran secara virtual sehingga peserta didik mudah memahami materi yang disampaikan oleh guru. (rs1/zal)

Guru SMAN 4 Semarang

Menarik

Artikel Terkait

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya