alexametrics

Ungkapkan dengan Alat Peraga

Oleh : Sri Walji Hasthanti, M.Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Menumbuhkan minat belajar Matematika bagi siswa kelas rendah memang sebuah tantangan tersendiri. Terutama saat pandemi di mana pembelajaran lebih banyak dilakukan secara daring. Meskipun waktu belajar di rumah sangat fleksibel dan longgar, tetapi tidak sedikit orang tua yang mengeluh.

Mereka merasa kesulitan membelajarkan anak-anak karena berbagai faktor. Mulai dari keterbatasan waktu, anak yang sulit diajak belajar, anak lebih tertarik pada gawai, hingga ketidakmampuan orang tua menguasai pelajaran yang nantinya harus diajarkan kepada anak-anak mereka. Belum lagi jika orang tua merasa tidak memiliki bakat mengajar, tidak punya latar belakang pendidikan keguruan, dsb.

Melakukan proses belajar Matematika pada siswa kelas rendah memang memerlukan metode dan strategi tepat. Guru tidak cukup hanya menyampaikan materi pengetahuan kepada siswa di kelas, tetapi juga memperhatikan kondisi dan kesiapan siswa dalam menerima pelajaran secara optimal. Namun, terkadang guru maupun orang tua lupa bahwa siswa kelas rendah membutuhkan pembelajaran secara konkret termasuk dalam belajar Matematika.

Anak kelas rendah belum mampu membayangkan dan mengerjakan sesuatu secara abstrak. Dengan kata lain mereka masih memerlukan sesuatu yang nyata, dapat dilihat, dipegang, menarik, dan menumbuhkan motivasi belajar.

Keterlibatan siswa dalam proses belajar Matematika akan menjadi ukiran pengalaman yang tidak terlupakan. Keterlibatan itu bisa distimulus guru dengan alat peraga sederhana sesuai dengan materi atau pokok bahasan. Dalam pembelajaran secara virtual, guru dapat mencoba mengungkapkan materi pelajaran melalui peraga sehingga siswa dapat belajar secara konkret/nyata. Selain menarik dan menambah pengalaman belajar, alat peraga dapat meningkatkan sensor motorik pada anak. Karena dengan alat peraga, proses belajar melibatkan gerakan dan perpindahan barang sesuai hasil perhitungan yang sedang dilakukan.

Penggunaan alat peraga dapat memperjelas apa yang disampaikan guru. Proses belajar pun melibatkan indera secara langsung, yakni penglihatan, pendengaran, dan peraba. Selain itu, alat peraga dapat meningkatkan daya ingat dan juga mengaktifkan siswa dalam kegiatan praktik Matematika seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian.

Ketika siswa sudah mulai tertarik pada pelajaran yang guru sampaikan, tanpa mereka sadari akan muncul motivasi untuk belajar. Suasana akan berbeda ketika guru menyampaikan materi pelajaran dengan model ceramah yang dominan.

Siswa dengan gaya belajar auditory akan merasa nyaman namun tidak dengan mereka yang cenderung visual dan kinestetis sedangkan kebanyakan siswa kelas rendah memiliki kecenderungan gaya belajar gabungan, visual-kinestetis. Motivasi belajar yang ditumbuhkan guru melalui alat peraga Matematika selama proses belajar terjadi karena siswa tertarik, menimbulkan rasa ingin tahu, ingin mencoba, dan akhirnya menemukan konsep Matematika yang sedang meraka pelajari.

Lalu bagaimana penggunaan alat peraga ketika pembelajaran daring, sedangkan guru tidak berhadapan langsung secara fisik? Pada hakekatnya pembelajaran daring bagi siswa kelas rendah lebih banyak melibatkan peran dan pendampingan orang tua. Guru akan menyampaikan gagasan tentang alat peraga, bahan yang dibutuhkan, cara pembuatan, hingga cara penggunaan dalam pembelajaran Matematika.

Selain itu guru juga dapat menyiapkan video pembelajaran dengan materi yang sesuai dengan kompetensi dasar dan dikombinasikan menggunakan alat peraga yang telah disiapkan guru dan orang tua di rumah. Dengan demikian, ketika pembelajaran daring berlangsung, siswa akan terlibat secara aktif, mencoba langsung alat peraga bersama guru, dan menemukan konsep dari materi yang diajarkan.

Mengungkapkan materi matematika dengan alat peraga akan menarik perhatian dapat menimbulkan hasrat siswa untuk mencoba dan membuat siswa merasa senang dalam proses belajar. Dengan demikian, guru dan orang tua dapat mengoptimalkan penyampaian hal-hal baru pada anak demi memperkaya wawasan siswa. (ra1/ton)

Guru SD Muhammadiyah Plus Salatiga

Menarik

Artikel Terkait

Terbaru

Lainnya

Suami Suka Ngutang, Istri Tidak Tahan

Potret Pelaku Usaha Jawa Tengah di Masa Pandemi

Dirikan Pondok Alquran secara Swadaya

Mendidik Santri untuk Mengawal Moderasi

Populer

Artikel Menarik Lainnya