alexametrics

Pengaliran Karakter pada AUD dengan Metode Cinta

Oleh : Atik Makrufah P

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Anak usia dini kurang diperhatikan orang tuanya dalam pembentukan karakternya. Pola asuh orang tua lebih cenderung mengedepankan kebahagiaan dari pada pembentukan karakter dan tumbuh kembang anak. Ketika anak menginginkan sesuatu mereka memiliki perasaan saat itu juga harus terpenuhi, apabila tidak terpenuhi anak tersebut menangis bahkan tantrum.

Di sini orang tua sering luluh dengan tangisan anak bahkan ketika anak tantrum di keramaian orang tua sering malu dan akhirnya apa yang anak inginkan terpenuhi tanpa mempertimbangkan kebutuhan namun hanya keinginan semata.

Kalau dibiasakan terus-menerus maka yang dimengerti anak kalau melakukan hal demikian yaitu menangis dan tantrum orang tua akan mengabulkan semua permintaan anak. Namun dampaknya jika terus-menerus menuruti semua keinginan anak tentu dampaknya sangat tidak baik untuk tumbuh kembang dan pembentukan karakternya.

Pentingnya orang tua sejak dini harus menekankan dan memberi ketegasan kepada anak usia dini dalam hal sebab akibat. Katakan boleh kalau memang boleh, katakan tidak bila membahayakan. Di TPA (taman pengasuhan anak) Pelangi Nusantara 05, penulis melihat anak yang baru datang kurang dalam kemandirian, kurang disiplin, kurang empati kepada temanya, kurang bertanggung jawab, kurang sopan santun bahkan dalam hal agama belum terjamah.

Berbeda dengan anak yang sejak kecil di TPA Pelangi Nusantara 05 mereka terbiasa diajarkan untuk bersyukur, disiplin dalam setiap aturan yang di terapkan, lebih mandiri, lebih empati terhadap temanya, lebih bertanggung jawab, lebih sopan santun. Dalam hal agama mereka terbiasa salat lima waktu secara berjamaah, mengaji, murojaah dan berdoa ketika akan memulai dan mengakhiri sebuah kegiatan. Penulis akan menggunakan pengaliran karakter dengan metode “cinta”.

Cerita : cara orang menyampaikan pesan untuk seseorang agar cerita tersebut dapat dipahami dan bisa dipraktikkan. Di dalam cerita terdapat tokoh yang baik yang akan memberikan kesan kepada anak-anak, dan pesan akan dapat mengalir dalam mindset anak-anak secara maksimal.

Setelah bercerita beri pertanyaan umpan balik bagaimana tokoh yang baik tadi? Tanyakan bagaimana perasaanya dengarkan apa yang anak pahami dan diberi penguatan sehingga pesan dalam cerita tersebut sampai dan tertanam.

Intensif : bacakan cerita tersebut secara berulang-ulang secara berkesinambungan agar cerita tersebut dapat dimengerti oleh anak.

Negosiasi : jika cerita terus-menerus dibacakan ada titik di mana anak-anak akan merasa bosan mendengarkan cerita. Di saat seperti ini beri anak-anak pilihan. Pertama, mendengarkan cerita. Pilihan kedua, anak yang bercerita di depan teman-temannya. Biarkan mereka memilih apa yang menurut mereka menyenagkan.

Tuntunan : di dalam sebuah cerita itu ada contoh yang baik yang harus kita ikuti semua bukan hanya anak tapi juga orang dewasa seperti sopan santun senyum, salam, sapa, kedisiplinan, makan minum sambil duduk, makan memakai tangan kanan, budaya antri, sabar dan lain sebagainya.

Afirmasi : penguatan yang diberikan kepada pendamping-pendamping TPA memberikan motivasi dan kebahagiaan kepada diri anak-anak. Kalimat postif yang diucapkan oleh pendamping-pendamping TPA secara terus menerus menumbuhkan perilaku positif pada diri anak-anak.

Pengaliran karakter dengan metode cinta, di sampimg dapat menumbuhkan perilaku positif anak usia dini dan juga dapat meningkatkan kesadaran bersosialisasi dengan baik. Semoga apa yang penulis sampaikan dapat diterapkan di lembaga apapun yang berkaitan dengan pendidikan anak usia dini. (unw1/ton)

Guru PAUD Pelangi Nusantara 05 Kec. Ungaran Timur Kab. Semarang

Menarik

Artikel Terkait

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya