alexametrics


Pembelajaran Berbasis Masalah pada Materi Program Linear

Oleh : Novi Mardhiana, S.Pd

Rekomendasi

RADARSEMARANG.ID, Ceramah adalah salah satu metode yang dapat diterapkan oleh guru untuk menginformasikan materi pembelajaran. Namun berceramah sepanjang waktu pembelajaran pasti terasa sangat membosankan bagi siswa.

Selain itu siswa menjadi pasif dan kurang kreatif, sehingga materi yang disampaikan tidak dapat diserap secara maksimal. Oleh karena itu diperlukan metode lain yang dapat merangsang kemampuan berpikir siswa.

Mata pelajaran matematika banyak memuat materi yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Di antaranya adalah program linear. Permasalahan yang berkaitan dengan program linear seringkali disajikan dalam bentuk soal cerita yang panjang.

Untuk dapat menyelesaikan masalah program linear, siswa harus memahami tahapan-tahapannya. Dari menentukan variabel, membuat model matematika, menggambarkan daerah himpunan penyelesaian, kemudian menentukan nilai optimum fungsi objektif. Selain itu siswa juga harus terampil dalam menyelesaikan setiap tahapan tersebut.

Pada umumnya siswa mengalami kesulitan dalam menyelesaikan masalah program linear. Hal ini bisa disebabkan banyak faktor. Di antaranya, siswa belum memahami materi, baik materi program linear ataupun materi prasyaratnya. Bisa jadi ketidakpahaman siswa ini karena penerapan metode pembelajaran yang kurang tepat.

Salah satu metode yang dapat diterapkan pada pembelajaran materi program linear ini adalah pembelajaran berbasis masalah atau problem based learning. Menurut Kamdi (2007:77) model problem based learning diartikan sebagai sebuah model pembelajaran yang melibatkan siswa untuk berusaha memecahkan masalah dengan melalui beberapa tahap.

Sehingga siswa diharapkan mampu mempelajari pengetahuan yang berkaitan dengan masalah tersebut. Sekaligus memiliki keterampilan dalam memecahkan masalah.

Aris Shoimin (2014:131) mengemukakan langkah-langkah dalam model pembelajaran problem based learning adalah sebagai berikut: guru menjelaskan tujuan pembelajaran. Menjelaskan logistik yang dibutuhkan. Memotivasi siswa terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih.

Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut (menetapkan topik, tugas, jadwal, dll).

Guru mendorong siswa mengumpulkan informasi yang sesuai, eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah, pengumpulan data, hipotesis, dan pemecahan masalah.

Guru membantu siswa dalam merencanakan serta menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagai tugas dengan temannya. Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan.

Langkah-langkah tersebut jika diterapkan dalam materi program linear adalah sebagai berikut : guru menjelaskan tentang tujuan pembelajaran dari materi program linear. Menyampaikan apersepsi dan motivasi.

Guru membentuk kelompok-kelompok kecil siswa, kemudian memberikan lembar kerja (LK). LK dibagi menjadi dua kegiatan. Kegiatan 1 mencari informasi dari masalah program linear yang diberikan dan bekerja sama antaranggota kelompok untuk menyelesaikan masalah tersebut, dengan dibantu arahan dari guru menemukan model matematikanya. Kegiatan 2 menentukan nilai optimum masalah program linear.

Siswa diminta untuk mempresentasikan hasil kerjanya yaitu menjawab pertanyaan dari LKS dan menjelaskannya kepada kelompok lain. Dengan dipandu oleh guru, kelompok lain dapat menanyakan atau memberikan saran kepada kelompok yang telah mempresentasikan jawabannya. Guru bersama siswa menjawab permasalahan yang diberikan, selanjutnya guru mengonfirmasi jawaban yang benar dari masalah yang diberikan.

Dengan menerapkan model pembelajaran berbasis masalah pada materi program linear, diharapkan para siswa SMA Negeri 3 Pemalang, terampil menyelesaikan masalah program linear. Tentunya harus didukung juga faktor lain, seperti kemampuan guru mengajar, aktivitas siswa, dan kualitas Lembar kerja. Sehingga peserta didik dapat belajar dengan mudah dan meningkatkan prestasi serta rasa percaya diri. (unw1/lis)

Guru SMA Negeri 3 Pemalang

Artikel Menarik Lainnya

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya