alexametrics


Model Belajar Inkuiri Sukses Membangkitkan Semangat Belajar Siswa

Oleh : Sri Patmini, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kemajuan pendidikan adalah harapan dan tujuan bangsa dan negara Indonesia dalam mencari, memperoleh dan mengembangkan sebuah pengetahuan dan teknologi.

Hal ini tidak terlepas dari pedoman penyelenggaraan pendidikan itu sendiri. Pengembangan Kurikulum 2013 menekankan pada dimensi pedagogik modern.

Yaitu menggunakan pendekatan ilmiah yang meliputi mengamati, menanya dan mencoba untuk semua mata pelajaran, termasuk pada mata pelajaran PPKn. Prinsip pembelajaran kurikulum ini adalah belajar berbasis aneka sumber belajar dan siswa mencari tahu, maka pembelajaran menjadi terpadu.

Pada materi Pelanggaran Hak dan Pengingkaran Kewajiban di kelas XII SMA Negeri 1 Paninggaran, banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam menemukan contoh pelanggaran dan pengingkaran. Bahkan seringkali siswa terbalik menyampaikan contoh pelanggaran dengan contoh pengingkaran.

Dan pada akhirnya membuat aktivitas dan kemandirian siswa menjadi rendah. Baik itu dalam aktivitas bertanya, menjawab maupun berpartisipasi. Dari permasalahan ini guru di tuntut untuk mencari dan menemukan solusi yang tepat.

Banyak hal yang mempengaruhi hasil belajar siswa, salah satunya adalah karena model pembelajaran yang di gunakan. Ketepatan penggunaan model pembelajaran pada setiap pokok bahasan, dapat meningkatkan aktivitas dan kemandirian siswa. Pada materi ini, model pembelajaran inkuiri dirasa tepat digunakan.

Model pembelajaran inkuiri adalah proses belajar yang memberi kesempatan kepada siswa untuk menguji dan menafsirkan problem secara sistematika yang memberikan konklusi/simpulan berdasarkan pembuktian (Nasution 1992:128). Model ini menekankan aktivitas siswa secara maksimal untuk mencari dan menemukan jawaban sendiri dari sesuatu yang dipertanyakan. Sehingga diharapkan dapat menumbuhkan sikap percaya diri serta mengembangkan kemampuan berfikir secara sistematis, logis dan kritis.

Sasaran utama penerapan model pembelajaran inkuiri di antaranya adalah keterlibatan siswa secara maksimal dalam proses pembelajaran. Keterarahan kegiatan secara logis dan sistematis pada tujuan pengajaran dan terakhir mengembangkan sikap percaya diri pada siswa tentang apa yang mereka temukan.

Ada beberapa langkah yang di gunakan pada model ini, yaitu : diawali guru memberikan pertanyaan yang memancing siswa untuk mengumpulkan informasi terhadap masalah yang dikemukakan. Kemudian siswa mengidentifikasi dan merumuskan hipotesis ( jadi siswa di sini melakukan pengamatan, merumuskan, mengidentifikasi dan membuat hipotesis) yang pada akhirnya diadakan eksperimen dan pengumpulan data, yang bisa diambil dari semua tempat.

Baik itu dari lingkungan sekolah, rumah, maupun masyarakat. Dan terakhir guru mengajak siswa untuk melakukan analisis dan diskusi terhadap hasil yang diperoleh, sehingga siswa mendapat konsep dan teori yang benar.

Dengan model ini terlihat siswa terlibat secara aktif dan mendalami bahan yang dipelajari. Rasa ingin tahu, ingin mencoba dan bertualang mereka menjadi lebih tinggi. Aktivitas bertanya, menjawab dan berpartisipasi pun menjadi lebih semangat. Hasilnya kelas menjadi lebih ”hidup”, siswa lebih mudah memahami materi dan hasil ulangan harian pun menjadi lebih baik. (ra1/lis)

Guru PPKn SMA Negeri 1 Paninggaran

Artikel Terkait

Terbaru

Lainnya

Belum Genap Sebulan, Terjadi 15 Kebakaran

Kuota 3.000 Dosis Vaksin Terpenuhi

Populer

Artikel Menarik Lainnya