alexametrics


Asyiknya Belajar Guling Depan dengan Memanfaatkan Jerami Padi di Sawah

Oleh : Wachidin, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Lingkungan sekitar sekolah banyak sekali yang bisa dimanfaatkan sebagai media pembelajaran. Salah satunya persawahan. Anak senang bila diajak jalan-jalan di sekitar sekolah dengan memandang hamparan sawah. Di antara persawahan yang sudah panen terdapat tumpukan jerami padi yang bisa dimanfaatkan untuk bermain berguling-guling.

Anak lebih banyak gerak dan tertantang untuk mengikuti jalannya permainan. Terpenting guru dapat menghilangkan kejenuhan belajar siswa. Karena itulah dalam pembelajaran PJOK materi ”senam ketangkasan roll depan” pada siswa kelas IV SDN 02 Wisnu, guru memanfaatkan jerami padi di persawahan sekitar sekolah.

Menurut Suherman (2009:7), tujuan pendidikan jasmani secara umum diklasifikasi menjadi empat tujuan perkembangan. Yaitu pertama perkembangan fisik. Tujuan ini berhubungan dengan kemampuan melakukan aktivitas-aktivitas yang melibatkan kekuatan-kekuatan fisik dari berbagai organ tubuh seseorang (physical fitness). Dua, perkembangan gerak. Berhubungan dengan kemampuan melakukan gerak secara efektif, efisien, halus, indah, dan sempurna (skill full). Tiga, perkembangan mental.

Berhubungan dengan kemampuan berpikir dan menginterpretasikan keseluruhan pengetahuan tentang pendidikan jasmani ke dalam lingkungannya. Empat, perkembangan sosial. Berhubungan dengan kemampuan siswa dalam menyesuaikan diri pada suatu kelompok atau masyarakat.

Menurut Samsudin (2008: 5) materi pelajaran Penjas meliputi pengalaman mempraktikkan keterampilan dasar permainan dan olahraga; aktivitas pengembangan; uji diri/senam; aktivitas ritmis; aktivitas air; dan pendidikan luar kelas (out door) disajikan untuk membantu siswa agar memahami mengapa manusia bergerak dan bagaimana cara melakukan gerakan secara aman dan efektif.

Senam ketangkasan membutuhkan keseriusan dan latihan yang teratur (Tri Hananto Budi Santoso, dkk, 2007: 49). Berguling bagi seorang anak merupakan bentuk gerakan lokomotor paling awal yang dilakukannya. Sebelum bayi bisa merangkak mereka sudah mampu berguling dengan perutnya ke samping, ke belakang, belakang ke samping dan lain sebagainya.

Untuk itu kebutuhan akan modifikasi olahraga sebagai suatu pendekatan alternatif dalam mengajar pendidikan jasmani mutlak dilakukan. Guru harus mampu memiliki kemampuan untuk melakukan modifikasi keterampilan yang hendak diajarkan agar sesuai dengan tingkat perkembangan anak.

Teknik berguling ke depan adalah sambil berjongkok tumpukan kedua telapak tangan di samping telinga siku bengkok, tempelkan dagu ke dada. Kedua kaki lurus hingga posisi pinggul lebih tinggi dari bahu. Dorongkan pinggul ke depan hingga seluruh pundak mengenai lantai kemudian dorongkan ke depan dengan tangan tetap bengkok. Pada waktu berguling hampir ke posisi duduk cepat kedua tangan memeluk kedua lutut kembali ke posisi jongkok tegak (Satrio Ahmad Y, 2007: 1).

Langkah-langkah pembelajaran PJOK materi ”senam ketangkasan roll depan” pada siswa kelas IV SDN 02 Wisnu sebagai berikut: guru memulai kegiatan dengan kegiatan apersepsi, guru memberi penjelasan bahasan materi yang akan dipelajari. Guru menjelaskan langkah-langkah pembelajaran.

Guru mengajak siswa ke persawahan untuk mendemonstrasikan guling depan. Selesai permainan, semua siswa berkumpul di pesawahan. Penutup, guru memberikan penguatan, tanya jawab hal-hal yang belum dipahami atau diketahui siswa terkait materi pelajaran hari tersebut.

Minimnya sarana dan prasarana olahraga di sekolah menuntut guru lebih efektif dalam pembelajaran. Guru harus dapat melakukan kegiatan olahraga dengan sarana dan prasarana olahraga yang ada. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan model pembelajaran yang bervariasi. Kurangnya sarana bukan berarti pelaksanaan pembelajaran tidak dapat berjalan.

Oleh sebab itu, guru Penjasorkes dapat memanfaatkan lingkungan persawahan untuk melaksanakan pembelajaran Penjasorkes pada materi senam lantai yaitu roll depan. Pasca panen di sawah banyak sekali jerami. Jerami yang banyak bisa menggantikan matras. Sehingga ketika siswa melakukan roll depan tidak sakit terbentur lantai. Diharapkan dengan pembelajaran di luar sekolah, akan lebih menarik dan menyenangkan. (ra1/lis)

Guru SDN 02 Wisnu, Kec.Watukumpul, Kabupaten Pemalang

Artikel Terkait

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya