alexametrics


Flipped Classroom Strategi Jitu di Masa Pandemi Covid-19

Oleh : Eni Kusrini, S.Pd.

Rekomendasi

RADARSEMARANG.ID, Sejak pandemi covid-19 ini belajar dari rumah menjadikan peserta didik mengalami perubahan pola pembelajaran. Dari Kemendikbud menyatakan 68 juta peserta didik belajar dari rumah (Wuragil, 2020).

Pembelajaran dari rumah di masa pandemi covid-19 memerlukan pendekatan lebih spesifik sehingga peserta didik melaksanakan pembelajaran daring dengan aman dan nyaman, peserta didik dan pendidik tetap jaga jarak namun pembelajaran tetap terlaksana dengan maksimal.

Berdasarkan penuturan dari salah satu peserta didik bahwa kondisi belajarnya perlu ada hal baru dan menyenangkan. Dengan demikian pendidik harus melakukan inovasi pembelajaran berbasis teknologi.

Pendekatan baru dalam pembelajaran berbasis teknologi sangat dibutuhkan. Pembelajaran dengan Portal Rumah Belajar menjadi alternatifnya. Keberadaan Portal Rumah Belajar untuk mendukung penerapan belajar dari rumah berdasarkan hasil survei yang diadakan oleh Kemendikbud terkait belajar dari rumah menempatkan Rumah Belajar di urutan kedua aplikasi sumber belajar daring paling sering diakses di masa pandemi Covid-19 (Chabibie, 2020). Adapun model pembelajarannya penulis merujuk pada flipped classroom.

Flipped classroom adalah pembelajaran yang membalik metode tradisional di mana materi biasanya diberikan pada proses pembelajaran. Pada model pembelajaran ini materi diberikan sebelum proses pembelajaran sehingga ketika proses kegiatan pembelajaran, peserta didik fokus untuk mendiskusikan materi atau masalah yang belum dipahami terkait materi yang telah dipelajari peserta didik dan atau mengerjakan tugas.

Model pembelajaran dapat diterapkan ketika pendidik ingin meminimalkan jumlah instruksi langsung oleh pendidik kepada peserta didiknya dalam mengajarkan materi dan memaksimalkan waktu untuk berinteraksi satu sama lain dalam membahas permasalahan terkait materi yang belum dipahami sehingga siswa memiliki waktu yang lebih banyak dalam memahami materi secara mandiri (Chabibie, 2020).

Berikut ini pembelajaran daring dengan menggunakan model pembelajaran Flipped Classroom yang penulis laksanakan di kelas VI SD Negeri Sapugarut, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan dengan materi perkembangbiakan tumbuhan. Adapun sintaks pembelajarannya sebagai berikut.

Sebelum pembelajaran dimulai, peserta didik mempelajari bahan belajar dari Portal Rumah Belajar dan petunjuk belajar yang diberikan pendidik melalui WAG dan menginformasikan bahan belajar dari Portal Rumah Belajar dan petunjuk belajar yang telah dipelajari kepada temannya yang tidak memiliki WA.

Saat pembelajaran peserta didik berdiskusi terkait tugas yang diberikan pendidik dengan kelompoknya diarahkan dan difasilitasi oleh pendidik dan membuat resume/kesimpulan hasil diskusi dan mempresentasikan melalui WAG. Setelah itu, setiap peserta didik membuat kesimpulan berdasarkan pemahaman mereka atau mengerjakan kuis yang diberikan pendidik. Setelah pembelajaran peserta didik dapat diberikan tugas untuk membuat bahan belajar sederhana tentang perkembangbiakan tumbuhan. Tugas dilakukan secara kolaborasi sesuai kelompok belajarnya.

Pembelajaran daring dengan model pembelajaran melalui flipped classroom, sangat tepat sebagai pembelajaran berbasis teknologi dan memberikan pemahaman yang komprehensif kepada peserta didik. Selain itu, hasil belajar peserta didik mengalami peningkatan. Terbukti wawasan dan penguasan serta pengalaman peserta didik masing-masing semakin kreatif. Peserta didik dapat secara aktif mengikuti pembelajaran. (ips3/ton)

Guru Kelas VI SD Negeri Sapugarut, Kec. Buaran, Kab. Pekalongan

Artikel Menarik Lainnya

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya