alexametrics


Strategi PAKET Berbasis Online dengan Google Form Lebih Efektif

Oleh : Jumani S.Pd M.Pd

Rekomendasi

RADARAEMARANG.ID, SELAIN penggunaan strategi yang tepat, penggunaan media juga menentukan keberhasilan proses pembelajaran, penggunaan komputer telah menjadi alternatif media pembelajaran yang memiliki kemampuan yang luar biasa dibandingkan media lainnya.

Komputer lebih mampu menghasilkan jenis belajar yang lebih interaktif antara guru dan siswa. Hal ini didukung teori belajar Piaget yang mengungkapkan, walaupun usia siswa SMP berada dalam tahapan operasional formal, akan tetapi kemampuan siswa untuk berpikir abstrak masih belum berkembang dengan baik. Sehingga dalam beberapa hal kehadiran peraga atau media belajar lainnya masih dibutuhkan.

Berdasarkan pemaparan di atas menunjukan perlunya sebuah inovasi pembelajaran matematika menggunakan strategi ”PAKET” berbasis online yang dikemas dalam google form untuk materi bangun datar. Hal ini bertujuan mengefektifkan waktu belajar dan agar siswa mampu memahami materi dengan lebih baik dalam suasana pembelajaran yang lebih menyenangkan dan menciptakan proses pembelajaran yang lebih bermakna.

Pembelajaran matematika dengan menggunakan strategi PAKET dapat dijabarkan sebagai berikut. Pertama, persiapan. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran berupa standar kompetensi, kompetensi dasar, dan indikator-indikator pencapaian kompetensi dasar tersebut. Dalam tahapan ini, guru menjelaskan logistik yang dibutuhkan serta memotivasi siswa untuk secara aktif dan kreatif terlibat dalam kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan.

Kedua, penyajian informasi. Guru menyampaikan materi prasyarat dan materi dasar yang diperlukan untuk melaksanakan tugas-tugas penemuan secara kooperatif dengan bantuan komputer. Ketiga, pengorganisasian kelas. Guru mengelompokkan siswa dalam beberapa kelompok heterogen yang masing-masing beranggotakan maksimal lima siswa. Masing-masing kelompok diberikan tugas penemuan dengan bantuan google form.

Selama kegiatan penemuan melalui pembelajaran kooperatif ini diharapkan siswa dapat saling berinteraksi dan saling memunculkan strategi-strategi pemecahan masalah yang efektif. Dilanjutkan dengan bimbingan kelompok penemuan, dimana guru melakukan bimbingan selama kegiatan penemuan berlangsung untuk memastikan bahwa semua anggota dapat secara aktif terlibat dalam kegiatan belajar dan membantu setiap kelompok untuk menyelesaikan tugasnya.

Setelah itu, keempat, penugasan terbimbing. Setelah siswa mampu menyelesaikan tugas-tugas penemuan, kegiatan ini ditindaklanjuti dengan pemberian tugas pada masing-masing kelompok untuk menyelesaikan beberapa tugas kelompok dan memanfaatkan alat atau peraga yang dibutuhkan untuk membantu memudahkan presentasi hasil kerja kelompok. Dalam tahap ini, guru ikut membantu siswa dalam melaksanakan tugas-tugas kelompok dan mempresentasikan hasil kerja kelompok pada tahap evaluasi kerja kelompok. Ini merupakan langkah pembelajaran berbasis masalah, yakni langkah mengembangkan dan menyajikan hasil karya.

Kelima, evaluasi kerja kelompok. Pada tahap ini setiap kelompok diminta mempresentasikan hasil kerja kelompoknya kepada kelompok lain. Guru mengarahkan siswa kepada hasil penemuan yang benar sesuai dengan tujuan pembelajaran pada akhir presentasi setiap kelompok. Untuk meningkatkan keterlibatan siswa, setiap anggota kelompok memiliki tugas-tugas tertentu yang telah disepakati. Siswa dari kelompok lain pun bisa memberikan pertanyaan atau tanggapan terhadap hasil kerja dari setiap kelompok.

Penghargaan kerja kelompok diberikan untuk membangkitkan semangat dan motivasi belajar siswa. Guru memberikan penghargaan terhadap hasil kerja setiap kelompok dilanjutkan dengan refleksi di akhir kegiatan pembelajaran, guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan. (ips2/ida)

Guru Matematika SMPN 1 Kaliwungu

Artikel Menarik Lainnya

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya