alexametrics


Berinovasi dengan Metode Ceramah

Oleh: Sri Walji Hasthanti, M.Pd

Rekomendasi

RADARSEMARANG.ID, Bagi guru metode ceramah sangat umum digunakan untuk menyampaikan informasi dan pengetahuan secara lisan. Metode ceramah dianggap metode yang paling lama digunakan dalam mengajar.

Metode ini paling sering digunakan dalam pelaksanaan pembelajaran yang dituturkan secara lisan oleh guru kepada siswa dan umumnya siswa mengikuti secara pasif. Namun sayang, stigma metode ceramah adalah metode yang dianggap membosankan sehingga menyebabkan hasil belajar siswa rendah.

Hal tersebut terjadi karena dalam proses pembelajaran penggunaan metode ceramah didominasi oleh guru. Umumnya metode ceramah hanya berteman papan tulis dan kegiatan siswa mendengarkan, mencatat, dan mengerjakan soal evaluasi.

Metode seperti ini tentu saja membosankan, aktivitas pembelajaran tidak menarik, atau siswa merasa enggan mengikuti pelajaran. Padahal diibaratkan, siswa bagai wadah kosong yang harus menerima, mencerna, dan memahami informasi dari guru.
Bisa kita bayangkan apabila siswa tidak antusias dalam mengikuti kegiatan pembelajaran.

Alasan inilah yang menyebabkan metode ceramah dianggap metode yang kurang menarik dan dianggap sebagai penyebab utama rendahnya minat belajar dan hasil belajar siswa.

Benarkah metode ceramah memang membosankan? Saat ini, di masa pandemi Covid-19, metode ceramah justru mendominasi kegiatan belajar mengajar yang dilakukan secara virtual. Mengajar dengan zoom meeting, misalnya. Meskipun dalam proses pembelajaran diselingi dengan gambar, video, bahkan animasi, tetapi materi yang diberikan tetap satu arah, yakni dari guru.

Metode ceramah bisa menjadi metode pembelajaran yang menyenangkan dan menghidupkan proses pembelajaran di kelas jika dipersiapkan dengan baik. Selain itu, didukung pula dengan penggunaan media pembelajaran yang menunjang kegiatan pembelajaran yang dapat mempertajam pemahaman siswa.

Maka dengan ini, penggunaan metode ceramah akan lebih berkualitas. Guru dapat menerapkan strategi ceramah dengan menekankan pada aktivitas siswa dan guru hanya sebagai fasilitator yang menyediakan media pembelajaran yang sesuai kebutuhan siswa saat KBM berlangsung.

Tentu saja media yang disediakan guru adalah media yang dapat mematik kecerdasan siswa, sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan siswa. Dengan demikian aktivitas pembelajaran akan lebih hidup dan dinamis.

Pertama, guru dapat menyiapkan inti sari materi ajar berupa poin-poin penting dari materi yang akan disampaikan dalam bentuk potongan-potongan kertas, slide, ataupun gambar yang menarik perhatian siswa.

Bagi guru metode ini memiliki keuntungan karena waktu yang digunakan di kelas akan lebih efisien, tidak banyak waktu yang digunakan untuk menulis atau mendikte siswa. Selain itu siswa akan lebih mudah menangkap maksud penjelasan guru dengan cepat.

Kedua, jika guru menerapkan diskusi kelompok, maka akan menjadi bahan siswa untuk menyampaikan “ceramahnya” secara interaktif di depan kelas atau di kelompoknya.

Siswa dapat mengembangkan materi atau memberi contoh sesuai kemampuan dan pengalaman siswa. Siswa juga akan mengulang materi yang telah disampaikan guru pada pertemuan sebelumnya menggunakan potongan-potongan kertas secara otomatis siswa akan belajar dan mengingat materi pelajaran.

Ketiga, setelah siswa menyampaikan ceramahnya, guru dapat mengajak siswa untuk membuat simpulan materi pelajaran yang telah dipelajari. Dengan bantuan guru siswa dapat mengemukakan hal-hal baru yang mereka ketahui, menyampaikan contoh-contoh yang ada di lingkungan sekitar, dan relevansinya terhadap kehidupan siswa.

Ketika siswa mendapat kesempatan menyampaikan materi di depan teman-teman atau kelompoknya, siswa akan mendapat pengalaman baru yakni berani berbicara dan mengemukakan pendapatnya. Selain itu, baik siswa yang berbicara di depan maupun pendengar, akan lebih memahami materi pelajaran karena terlibat aktif dalam proses pembelajaran. (dd2/lis)

Guru Kelas II SD Muhammadiyah (Plus) Kota Salatiga

Artikel Menarik Lainnya

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya