alexametrics


Pembelajaran Daring selama Pandemi dengan Video Call dan Google Meet

Oleh: Nurul Huda, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Tik tok tik tok.. Suara detak jam dinding berbunyi. Tak terasa detik demi detik terlewati. Waktu terus berputar. Hari berganti hari, bulan berganti bulan, hingga tahun berganti tahun sudah terlampaui, tapi pandemi masih belum berakhir juga. Kurang lebih satu tahun setengah sudah pandemi Covid-19 menyerang negara ini. Banyak sekali korban yang gugur karena keganasan virus Covid-19 ini. Banyak yang dirugikan dari kejadian ini, akan tetapi kita perlu mengambil hikmah di balik pandemi ini.

Di dunia ini, tiada yang kekal dan semua akan kembali kepada-Nya. “Tuhan… Berikanlah keberkahan yang dapat kami ambil dari peringatan-Mu ini. Berikanlah kekuatan, kesabaran, serta keikhlasan agar kami dapat bangkit dan melewati pandemi ini. Semoga kita termasuk orang-orang yang memperoleh rahmat-Mu.”

Dilema pendidikan di sekolah dasar tengah terjadi pada masa pandemi Covid-19 ini. Banyak anak yang ingin sekali cepat belajar, dan kembali ke sekolah dalam keadaan normal. Memang, sudah ada peraturan dari pemerintah agar pendidikan tetap berjalan demi menciptakan generasi penerus yang handal di negeri ini, yaitu dengan menerapkan pembelajaran daring. Akan tetapi, masih banyak sekali kendala yang terjadi, terutama pada jenjang pendidikan sekolah dasar. Sebagai contoh, masih banyak kendala yang dihadapi di SD Negeri Ngiyono, tempat penulis mengajar. Karena lokasinya di pedesaan yang mayoritas penduduknya adalah petani, masih banyak orang tua yang belum mempunyai handphone berbasis Android, apalagi paham dan mahir mengoperasikannya.

Dengan keadaan seperti ini, penulis berusaha mengambil beberapa langkah dalam pembelajaran daring agar dapat terlaksana, yaitu: pertama, dengan sosialisasi kepada orang tua/ wali murid tentang pembelajaran daring yang akan dilaksanakan. Kedua, sosialisasi mengenai cara penggunaan, dan mengoperasikan handphone berbasis Android sebagai media pembelajaran.

Pendekatan terhadap orang tua/ wali murid seperti ini ternyata mendapatkan respon yang positif. Mereka sangat antusias agar anak-anaknya dapat belajar kembali. Pembelajaran yang penulis terapkan di SD Negeri Ngiyono, yaitu dengan model pembelajaran video call terhadap anak-anak. Setelah itu, pembelajaran dilanjutkan dengan pengumpulan tugas yang dikirimkan melalui WA. Walaupun, masih juga ada kendala yang terjadi, di mana anak-anak cepat merasa bosan, karena pembelajaran yang terus-menerus dilakukan seperti itu.

Seiring berjalannya waktu, sekarang pembelajaran daring mengalami peningkatan lagi dengan adanya aplikasi Google Meet/Zoom. Pembelajaran daring bisa dilaksanakan secara langsung melalui tatap maya bersama teman-teman dan guru. Dalam hal ini, kendala yang dihadapi adalah permasalahan penggunaan kuota internet yang lebih besar, jaringan internet yang kurang stabil, dan HP Android yang dimiliki kurang mendukung. Permasalahan tersebut menuntut penulis selaku para guru agar berupaya untuk memberikan solusi. Di antaranya, dengan membagikan kuota internet kepada anak-anak yang dapat digunakan dalam pembelajaran. Kemudian, bagi yang belum memiliki HP Android, penulis menyarankan agar mereka dapat ikut bergabung dengan teman-temannya yang sudah memiliki HP mendukung.

Dengan segala kendala yang harus dihadapi dalam pembelajaran di tengah pandemi Covid-19 ini, penulis akan berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan pembelajaran yang menarik dan sebaik-mungkin untuk selalu meningkatkan minat belajar anak-anak. Semoga pandemi Covid-19 ini cepat berakhir agar para siswa bisa belajar normal dengan tatap muka kembali. (*/aro)

Guru SD Negeri Ngiyono, Blora

Artikel Terkait

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya