alexametrics


Menulis Cerita Fantasi di Masa Pandemi dengan Tema Lingkungan Rumah

Oleh: Endah Kurniati

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PANDEMI Covid-19 yang menghantam Indonesia sejak awal Maret 2020 sampai tahun ajaran 2020/2021 belum bisa terkendali. Akibat pandemi ini seluruh sektor kehidupan mengalami dampak yang signifikan. Dunia industri, pariwisata, hingga dunia pendidikan memperoleh dampak dengan adanya pandemi Covid-19 ini. Dalam dunia pendidikan khusususnya bagi anak-anak sekolah, proses belajar mengajar berubah total. Sistem kegiatan belajar mengajar (KBM) pun dilakukan dengan pembelajaran jarak jauh. Belajar Daring salah satu strategi pembelajaran pada kondisi saat ini. Tugas dan aktivitas disesuaikan dengan minat dan kondisi siswa, serta mempertimbangkan kesenjangan akses dan fasilitas belajar di rumah.

Untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, salah satu kompetensi yang harus dimiliki siswa adalah kemampuan dalam menyajikan gagasan kreatif dalam bentuk cerita fantasi sesuai dengan KD 4.4 (Menyajikan gagasan kreatif dalam bentuk cerita fantasi secara lisan dan tulis dengan memperhatikan struktur dan penggunaan Bahasa). Siswa diharapkan mampu memunculkan ide dan kreatifitas mereka untuk membuat cerita fantasi kemudian mempublikasikan atau mempresentasikannya.

Cerita fantasi juga merupakan salah satu ragam sastra anak yang membahas persoalan-persoalan yang dipahami oleh anak. Tingkat intelektual peserta didik berkonsentrasi pada bagian isi cerita yang dapat diterima oleh logika peserta didik. Hal yang tidak mungkin dapat menjadi mungkin dan dapat diterima dalam penciptaan cerita fantasi. Cerita fantasi menjadi genre yang dapat dijadikan lahan untuk mengembangkan kreativitas bagi peserta didik dalam menciptakan karya sastranya sendiri. Menulis cerita fantasi dapat menjadikan peserta didik menuangkan imajinasinya, karena fantasi sangat berkaitan dengan unsur imajiner. Yang mana peserta didik dapat menuangkan ide kreatif dan khayalannya sesuai dengan logika usia peserta didik.

Menulis cerita bergenre fantasi sendiri memiliki manfaat bagi siswa, seperti menumbuhkan imajinasi siswa hingga menggali potensi dan bakat menulis siswa yang mungkin terpendam. Di era pandemi seperti ini, salah satu untuk memudahkan siswa dalam menulis ceria fantasi dengan menuangkan ide lingkungan rumah yang dapat digunakan siswa sebagai tema untuk belajar menulis dan mempublikasikan cerita fantasi.

Nah untuk menulis cerita fantasi dalam pembelajaran di masa pandemi seperti sekarang ini yang menggunakan pembelajaran daring, maka siswa SMPN 8 Batang diharapkan bisa memanfaatkan lingkungan rumah sebagai tema menemukan fantasinya.

Lingkungan merupakan salah satu jenis media pembelajaran yang dapat digunakan dalam proses belajar mengajar. Pada dasarnya, pemanfaatan media dimaksudkan untuk membantu agar kegiatan pembelajaran lebih efektif untuk mencapai tujuan. Dalam pembelajaran menulis cerita fantasi ini, pemanfaatan lingkungan dimaksudkan untuk memudahkan peserta didik dalam memilih tema dan peristiwa dalam menulis cerita fantasi. Peserta didik dapat memilih tema cerita berdasarkan hal-hal yang terdapat dalam lingkungan rumahnya, diantaranya ruang yang ada di rumah, kebun belakang rumah, binatang kesayangan, tetangga sebelah, teman bermainnya dan tempat-tempat lain di sekitar rumah.

Selayaknya sebuah teks narasi, teks cerita fantasi juga memiliki ciri-ciri umum teks narasi seperti alur, tokoh/penokohan, latar, tema, dan amanat. Kefantasian teks dibangun berdasarkan ciri-ciri umum tersebut dengan berbagai cara, antara lain dengan menyajikan keajaiban/keanehan pada peristiwa atau pada unsur alurnya. Sedangkan pada unsur latarnya, penulis dapat menggunakan latar lintas ruang dan waktu dan seorang tokoh unik juga dapat ditampilkan untuk membangun sebuah kefantasian cerita. Dalam konteks ini, pemanfaatan lingkungan rumah diharapkan dapat memberikan inspirasi pada peserta didik dalam membangun berbagai unsur kefantasian teks tersebut.

Kegiatan pembelajaran yang tidak biasa dapat memberikan sebuah pengalaman yang menyenangkan bagi peserta didik. Adanya variasi media dan tempat pembelajaran dengan pemanfaatan lingkungan rumah ini, peserta didik mendapatkan sebuah pembelajaran yang menyenangkan. Selain itu, suasana yang berbeda dari rutinitas belajar yang tidak biasa di sekolah tetapi ini dengan lingkunan rumah sebagai sumber penuangan ide untuk menentukan tema dengan ruangan – ruangan di rumah, binatang kesayangannya,kebunnya, teman bermainnya dapat meningkatkan daya fantasi peserta didik dalam menulis sebuah cerita. Kesemuanya itu pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar sehingga prestasi belajarpun diharapkan dapat meningkat pula walaupun secara daring tanpa keberadaan guru disampingnya.

Setiap karya sastra pasti memiliki pesan yang bermanfaat bagi pembacanya. Melihat kebermaknaan karya sastra tersebut maka diharapkan lahir pesan-pesan mulia yang terkait dengan lingkungan melalui karya sastra khususnya cerita fantasi yang berasal dari hasil memfantasikan lingkungan rumah. Peserta didik diharapkan dapat turut merawat lingkungan karena pesan mulia tersebut mereka yang menciptakan sendiri. (agu1/zal)

Guru SMPN 8 Batang

Artikel Terkait

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya