alexametrics


Tingkatkan Minat Baca Puisi, Guru sebagai Model

Oleh : Titin Suryani, S. Pd.

Rekomendasi

RADARSEMARANG.ID, Salah satu karya sastra dalam Bahasa Indonesia adalah puisi. Puisi mempunyai susunan kata-kata kiasan yang indah dan sarat dengan makna. Makna puisi tidak hanya dapat disampaikan melalui kata-kata, namun juga dapat diungkapkan secara lisan.

Seringkali guru mengalami hambatan dalam menyelesaikan materi yang berkaitan dengan pembacaan puisi. Hal ini disebabkan minat baca puisi peserta didik sangat rendah bahkan sebagian besar peserta didik tidak bersedia apabila diberi tugas untuk membacakan puisi di depan kelas. Beberapa faktor yang melatarbelakangi rendahnya minat peserta didik dalam membaca puisi antara lain merasa tidak mempunyai bakat atau kemampuan, malu apabila berhadapan dengan temannya, takut salah dan ditertawakan teman, dan belum lagi kesulitan dalam mengekspresikannya.

Puisi mempunyai dua unsur, yaitu unsur fisik dan unsur batin. Unsur fisik terdiri atas majas dan irama, penggunaan kata-kata konotasi, penggunaan kata-kata berlambang, dan pengimajinasian dalam puisi. Unsur fisik ini dapat dikenali langsung oleh pembaca karena sifatnya yang tersurat. Sedangkan unsur batin meliputi tema, amanat, perasaan, dan nada.

Sebagai seorang guru selalu berupaya agar peserta didik dapat menyelesaikan materi ini dengan sebaik-baiknya. Sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai sesuai yang diharapkan. Tujuan pembelajaran materi ini adalah diharapkan peserta didik mampu menyajikan gagasan, perasaan, pendapat dalam bentuk puisi dengan memerhatikan unsur-unsur pembangun puisi dengan tepat.

Di sini dibutuhkan kreativitas guru untuk menumbuhkan minat peserta didik agar tertarik dengan materi pembacaan puisi karena membaca puisi berbeda dengan membaca pantun, prosa, atau sajak. Dibutuhkan mental yang sangat kuat serta penguasaan teknik dan audien yang akan dihadapi.

Beberapa hal yang harus diperhatikan agar peserta didik dapat membaca puisi dengan baik adalah pertama, diawali guru sebagai model pembelajaran di kelas dengan memberikan contoh untuk membacakan puisi. Karena saat ini masih dalam masa pandemi covid-19 maka pembelajaran ini dapat juga dilakukan dengan pembuatan video. Guru dapat membacakan beberapa puisi melalui video agar peserta didik dapat mencontoh atau setidaknya mempunyai gambaran cara membaca puisi yang dilakukan sehingga peserta didik semakin termotivasi. Alternatif lain adalah pada saat pembelajaran tatap muka dalam skala terbatas, guru dapat memanfaatkan waktu untuk berkomunikasi dengan peserta didik dan memberikan contoh membacakan puisi di depan kelas, dan guru dapat mengulang kembali apabila waktu masih memungkinkan. Kedua, guru mengajak peserta didik untuk membaca puisi secara utuh tanpa memerhatikan jeda, intonasi, dan irama dengan maksud agar memahami isi puisi secara keseluruhan. Ketiga, guru memberikan contoh pelafalan kata demi kata dengan jelas dan diikuti peserta didik. Keempat, guru memberikan penekanan-penekanan pada kata-kata tertentu dengan menggunakan intonasi yang tepat. Kelima, peserta didik menirukan gerakan-gerakan yang dilakukan guru. Keenam, membaca puisi dengan penuh perasaan dan anjurkan peserta didik membayangkan seakan-akan benar-benar mengalami kisah yang diceritakan pada puisi tersebut.

Dengan memerhatikan guru sebagai model dalam pembacaan puisi, peserta didik termotivasi sehingga mulai tumbuh minat untuk membaca puisi dengan lafal, intonasi, irama yang sesuai serta mulai mampu memahami isi puisi tersebut meski belum sempurna. Setidaknya dengan guru memberikan contoh dalam membaca puisi maka peserta didik mulai berani tampil, dan tertarik terhadap materi yang diajarkan guru sehingga tujuan pembelajaran ini dapat tercapai dengan baik. (bs2/ton)

Guru Bahasa Indonesia SMP Negeri 2 Salatiga

Terbaru

Populer

Lainnya