alexametrics


Ayo Mendasari Kondipos pada Usia Remaja Awal

Oleh : Estri Julianti, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Tanggung jawab seorang Guru Bimbingan Konseling di SMP yang peserta didiknya baru menginjak usia remaja awal, merupakan tugas yang tidak ringan dalam upaya membantu mereka. Maka perlu kesabaran yang prima dalam proses pembimbingan agar peserta didik dapat berkembang secara optimal sesuai tuntutan tugas perkembangannya. Oleh karena itulah peserta didik perlu dibekali pandangan yang benar tentang kondipos (konsep diri positif) agar mereka tidak salah dalam mengambil langkah dalam menjalani tugas perkembangan berikutnya.

Konsep diri adalah gambaran pandangan, keyakinan dan penghargaan atau perasaan seseorang tentang dirinya sendiri (R.H.Dj Sinurat). Seseorang dikatakan mempunyai konsep diri negatif, jika ia meyakini dan memandang bahwa dirinya lemah, tidak berdaya, tidak dapat berbuat apa apa, tidak kompoten, gagal, malang, tidak menarik, tidak disukai dan kehilangan daya tarik terhadap hidup. Orang dengan konsep diri negatif akan cenderung bersikap pesimis terhadap kehidupan dan kesempatan yang dihadapinya. Sebaliknya seseorang dengan konsep diri yang positif akan terlihat lebih optimis, penuh percaya diri dan selalu bersikap positif terhadap segala sesuatu, termasuk terhadap kegagalan yang dialaminya. Kegagalan bukan dipandang sebagai kematian, namun lebih menjadikannya sebagai penemuan dan pelajaran berharga untuk melangkah ke depan.

Konsep diri terbentuk melalui proses belajar. Sikap atau respon orang tua dan lingkungan akan menjadi bahan informasi bagi anak untuk menilai siapa dirinya. Oleh karena itu, seringkali anak anak yang tumbuh dan dibesarkan dalam pola asuh yang keliru dan negatif, ataupun lingkungan yang kurang mendukung cenderung mempunyai konsep diri diri yang negative. Dan hal ini harus cepat ditindaklanjuti karena sangat berpengaruh pada perkembangan anak selanjutnya.

Agar ada kemudahan peserta didik dalam memahami dan menerapkan konsep diri positif dalam kehidupan sehari perlu diambil langkah langkah sebagai berikut Pertama, mengajak bersikap obyektif dalam mengenal diri sendiri.dengan cara mengenal kelebihan dan kekurangan yang dimilikinya. Kedua, mengajari untuk menghargai diri sendiri. dengan cara mengajari untuk bisa memandang hal hal yang baik dan positif yang ada dalam diri sendiri dan senantiasa untuk selalu menjaga kesehatan jasmani dan rohani dengan cara seperti ini maka kita akan mudah untuk menghargai orang lain dan melihat hal hal yang baik yang ada di orang lain secara positif yang dampaknya orang lainpun akan menghargai kita. Ketiga, menyarankan untuk angan memusuhi diri sendiri karena peperangan terbesar dan paling melelahkan adalah peperangan yang terjadi dalam diri sendiri. Sikap meyalahkan diri sendiri secara berlebihan merupakan pertanda bahwa ada permusuhan dan peperangan antara harapan ideal dengan kenyataan diri sejati.Akibatnya akan timbul kelelahan mental dan rasa frustasi yang dalam serta makin lemah dan negatif lah konsep diri seseorang dan yang terakhir adalah mengajak untuk berpikir positif dan rasional karena segala hal banyak tergantung pada cara kita memandang segala sesuatu, baik terhadap persolan maupun terhadap seseorang.

Dengan cara megajarakan cara diatas serta pemantauan secara kontinyu dari guru dan orang tua diharapkan peserta didik senantiasa berpikir positif terhadapa apa yang dilihat dan apa yang didengar sehingga memudahkan mereka untuk menjalani perkembangan selanjutnya. Aamin. (ss2/ton)

Guru BK SMP Negeri 1 Salatiga

Artikel Terkait

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya