alexametrics


Mudahnya Menulis Cerpen dengan AIR di Masa Pandemi

Oleh: Evi Risma Inayati, S.Pd

Rekomendasi

RADARSEMARANG.ID, Pada umumnya siswa sangat tidak menyukai dengan dunia tulis menulis. Mengapa bisa demikian? Kegiatan yang dianggap seseorang menjadikan “jenuh” dan “buntu” dalam menuangkan ide dan gagasannya dalam bentuk tulisan, apalagi di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini. Siswa harus bangkit dan belajar untuk memiliki rasa percaya diri dan menciptakan sebuah karya yang bermakna, khususnya dalam kegiatan menulis cerita pendek (cerpen).

Pembelajaran menulis cerpen sangatlah penting bagi anak sekolah, mulai dari tingkat SD, SMP, SMA/MA/SMK, bahkan sampai perguruan tinggi. Cerpen bisa dijadikan sebagai sarana siswa untuk berimajinasi dan menuangkan pikirannya dengan baik. Menulis cerpen adalah seni atau keterampilan dalam menyajikan cerita tentang sebuah peristiwa atau kejadian pokok yang dapat dijadikan sebagai dunia alternatif pengarang. Kemampuan menulis cerpen yang dimiliki oleh siswa tentunya tidaklah sama antara yang satu dengan yang lainnya. Hal tersebut sangat dipengaruhi oleh minat siswa yang sangat minim dan rendahnya antusiasme siswa dalam kegiatan menulis sebuah karya sastra.

Guru hendaknya bisa menciptakan suasana mengajar yang komunikatif, menyenangkan, kreatif, dan inovatif dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ) di masa pandemi Covid-19, terutama pada materi menulis cerpen. Peran guru sangatlah penting dan dominan dalam pembelajaran, sehingga guru dituntut bisa memberikan metode atau strategi pembelajaran yang sesuai dengan situasi saat ini.

Salah satu metode pembelajaran yang digunakan untuk meningkatkan kreativitas menulis cerpen adalah AIR (Auditory, Intellectually, Repetition). Menurut Shoimin (2014), model pembelajaran AIR, adalah metode belajar yang menekankan pada tiga aspek, yaitu auditory (belajar dengan mendengar), intellectually (belajar dengan berpikir dan memecahkan masalah), serta repetition (pengulangan agar belajar lebih efektif).

Belajar dengan auditory, adalah belajar dengan melibatkan pendengaran. Kedua, intellectually adalah belajar dengan menggunakan kecerdasan (pikiran) untuk merenung, mencipta, memecahkan masalah, dan membangun makna. Ketiga, repetition adalah belajar dengan pengulangan, pendalaman, perluasan, dan pemantapan siswa dengan cara memberikan tugas-tugas atau kuis. Pengulangan diberikan kepada siswa dengan tujuan agar pemahaman materi siswa lebih mendalam dan dapat membangun atau memperkuat ingatan siswa.

Ada beberapa tips yang digunakan dalam menulis cerpen bagi pemula dengan menggunakan metode AIR. Langkah yang pertama adalah luangkan waktu antara 10 hingga 20 jam. Waktu yang sangat lama untuk bisa digunakan dan menghasilkan sebuah karya (cerpen), dimulai dari penemuan ide sampai penyusunan tulisannya. Kedua, mencari ide. Contohnya, kita bisa menulis cerpen berdasarkan peristiwa atau kejadian yang pernah kita alami dan tidak pernah kita lupakan. Untuk mempermudah proses penemuan ide dan gagasan, sebaiknya kita tidak boleh langsung fokus menemukan satu ide saja. Siswa bisa menulis semua ide yang ada di kepala, tanpa terkecuali. Dari beberapa ide yang muncul tersebut, kita dapat memilah-milah ide yang paling baik untuk dikembangkan menjadi sebuah cerpen pilihan.

Ketiga, menulis cerpen dengan gaya bahasa sendiri. Menulis dengan menggunakan gaya bahasa sendiri akan lebih mudah menuangkan ide-ide kreatifnya dalam membuat sebuah cerpen, sehingga apa yang akan kita tulis lambat laun akan mengalir menjadi sebuah tulisan yang indah bermakna. Langkah inilah yang akan akan mempermudah penulis untuk mengetahui ciri khas dan kemampuan yang dimiliki pada diri sendiri. Keempat, menentukan unsur intrinsik cerpen (tema, tokoh dan penokohan, latar/setting, alur atau plot, sudut pandang, gaya bahasa, amanat) dan unsur ekstrinsinya. Selanjutnya, tips yang terakhir adalah kita bisa menulis cerpen berdasarkan gambar yang kita peroleh dari koran, majalah, buku, internet, dan lain sebagainya.

Dengan menerapkan metode pembelajaran AIR (Auditory, Intellectually, Repetition) selama masa pandemi Covid-19, diharapkan kualitas keterampilan menulis cerpen siswa dapat meningkat. Peningkatan kualitas tersebut tentunya tidak lepas dari peran serta guru selama pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Siswa dituntut untuk mendengarkan, menyelidiki, melatih, dan menulis suatu informasi yang telah diperoleh dengan pemberian tugas atau kuis selama pembelajaran. (bs2/lis)

Guru Bahasa Indonesia SMK Negeri 2 Salatiga

Terbaru

Fadia Baca Semua Aduan Warga

Tempat Ibadah Harus Taat Prokes

Populer

Lainnya