alexametrics


Belajar Fisika Jadi Asyik dengan Focus Group Discussion dan Media Kartu Apik

Oleh : Sri Rakhayu, S.Pd

Rekomendasi

RADARSEMARANG.ID, Fisika merupakan salah satu pelajaran yang menjadi momok bagi sebagian siswa sehingga banyak sekali masalah-masalah yang dirasakan guru. Salah satunya ketika proses pembelajaran materi usaha dan energi kelas X semester genap di SMA Negeri 1 Karangkobar.

Hal ini disebabkan guru cenderung menggunakan metode ceramah saja saat memberikan penjelasan dan contoh-contoh. Kegiatan ini membuat siswa bosan dan tidak konsentrasi dengan materi yang dipelajari. Pembelajaran belum mengembangkan kreativitas dan memanfaatkan alat peraga dalam memahami konsep-konsep usaha dan energi, sehingga konsep yang dipelajari bersifat abstrak dan mengambang.

Karena tidak dilakukan peragaan dan atau eksperimen baik oleh guru maupun siswa. Pengalaman belajar siswa kurang bermakna dan siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep fisika. Kreativitas dan antusias siswa sangat rendah;

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius bagi guru untuk meningkatkan hasil belajar fisika melalui metode focus group discussion (FGD) dengan media kartu Apik (aplikasi konsep)

Pembelajaran dengan metode pembelajaran focus group discussion adalah suatu pengajaran yang melibatkan siswa untuk bekerja dalam kelompok-kelompok untuk menetapkan tujuan bersama (Felder, 1994: 2).

Media kartu Apik (aplikasi konsep) adalah jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar yang dibuat dalam bentuk kartu konsep berisi gambar, tulisan, soal ataupun permasalahan. Kartu konsep akan menjelaskan secara efektif karena dapat menimbulkan kesan sehingga tidak mudah lupa. Kartu dibuat semenarik mungkin.

Penggabungan FGD dan media kartu aplikasi konsep ini sangat membantu siswa untuk memahami materi usaha dan energi. Karena pembelajaran menggunakan metode ini berpusat pada siswa yang yang dilakukan secara berkelompok sedangkan guru hanyalah sebagai fasilitator dan pembimbing.

Untuk tahap pertama tiap kelompok diberikan materi yang berbeda-beda. Karena dalam usaha dan energi terdapat tujuh materi, maka tiap pertemuan dibagi tujuh kelompok.

Langkah pertama tiap kelompok memahami materi sesuai dengan bagian masing-masing yang di dalamnya berisi gambar, tulisan, soal dan permasalahan. Di dalam kelompok tersebut antarsiswa membahas tidak hanya secara teori namun dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari sampai betul-betul memahami.

Dengan demikian, siswa memperoleh pengetahuan yang bersifat sangat pribadi/individu sehingga kokoh atau mendalam tertinggal dalam jiwa siswa tersebut, karena mereka akan saling memberikan ide, persepsi, sikap yang tidak tertutup. Sehingga siswa akan proaktif sesuai materi yang didapatkan dan dikembangkan sesuai pemahaman masing-masing. Siswa merasa tertarik karena tidak hanya membaca dari buku tetapi materi, konsep ataupun soal di aplikasikan ke sebuah kartu.

Langkah berikutnya agar diskusi FGD ini berjalan lancar, guru memberi arahan yaitu panduan pertanyaan wajib disiapkan dengan baik oleh tiap kelompok. Didukung pemahaman konsep dan teori yang melatarinya. Panduan pertanyaan terdiri atas serangkaian sistematis dari pertanyaan-pertanyaan terbuka yang akan digunakan fasilitator sebagai acuan memandu FGD. Tim fasilitator FGD biasanya berjumlah 2-3 siswa. Terdiri dari pemandu diskusi, pencatat dan pengamat (observer). Dan siswa yang bertugas disepakati oleh kelompok masing-masing. Yang ditunjuk sebagai penmandu diskusi juga harus mampu melakukan pendekatan dan mampu memotivasi teman-temannya terdorong dan dapat spontan mengeluarkan pendapat, serta mengajukan pernyataan.

Pemandu diskusi bertugas mengajukan pertanyaan-pertanyaan dan harus netral terhadap jawaban teman-temannya. Jangan memberi penilaian jawaban benar atau salah maupun memberikan persetujuan atau tidak setuju.

Pembelajaran di kelas X semester genap di SMA Negeri 1 Karangkobar dengan penggunaan metode ini berdampak positif. Yaitu dapat mengurangi ketergantungan siswa kepada guru sebagai satu-satunya sumber informasi yang diperlukan oleh para siswa dan melatih para siswa mengeksplorasi atau memanfaatkan lingkungan sebagai sumber informasi yang tidak pernah tuntas tergali. (pg1/lis)

Guru Fisika SMAN 1 Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara.

Terbaru

Populer

Lainnya