alexametrics


Meningkatkan Motivasi Literasi Fisika melalui STEM

Oleh : Ari Satriana

Rekomendasi

Menarik

RADARSEMARANG.ID, Sudah satu tahun lebih proses pembelajaran dilakukan melalui Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Akibat adanya pandemi Covid-19. Segala kegiatan yang biasanya bebas dilakukan di mana saja, terpaksa dilakukan di rumah. Termasuk di dalamnya kegiatan belajar. Jika sebelum korona proses belajar mengajar dilakukan secara tatap muka, kini dilakukan secara daring.

Proses belajar jarak jauh ternyata dikeluhkan oleh siswa dan guru. Berdasarkan hasil survei, semakin lama siswa makin tidak bersemangat mengikuti PJJ. Terlebih PJJ mata pelajaran (mapel) Fisika yang selama ini dianggap mapel berat, sehingga saat pelajaran terkadang hanya mengaktifkan whatsapp group kemudian ditinggal pergi. Bahkan baru setengah PJJ, koneksi hilang karena kuota habis, atau kalau tidak, disuruh melakukan pekerjaan rumah oleh orang tua.

Diperparah, tugas yang terlalu banyak dengan dateline yang tidak jelas, dll. Diakui atau tidak, pelajaran fisika banyak dikeluhkan oleh siswa, kadang dihindari. Permainan rumus-rumus sulit harus dipelajari sendiri, sedangkan bertanya dengan guru tidak memungkinkan.

Permasalahan-permasalah yang berkaitan dengan fisika sangat berpengaruh pada proses pembelajaran. Hal ini tentunya menghambat tercapainya tujuan pendidikan, serta mengganggu kelancaran belajar, yang akhirnya menimbulkan siswa malas untuk belajar secara daring atau PJJ. Gairah belajar yang rendah, semakin mempersulit tercapainya tujuan pendidikan.
Oleh karena itu, jangan kuatir ada satu cara mengajar Fisika pada masa pandemi, yaitu melalui Science Technology Engineering Mathematics (STEM). Ini merupakan pendekatan pembelajaran yang menghapus pemisahan empat disiplin, kemudian mengintegrasikan empat disiplin tersebut ke dalam permasalahan di dunia nyata dan relevan dengan pembelajaran untuk peserta didik. Pendekatan STEM yang berkualitas sangat penting bagi keberhasilan peserta didik di masa depan (Stohlmann, et.al, 2012). Hal yang sama disampaikan oleh Wibowo yaitu STEM adalah disiplin ilmu yang saling terkait satu sama lain, matematika merupakan ilmu yang dibutuhkan sains dalam mengolah data, teknologi dan teknik merupakan aplikasi dari sains (Wibowo, 2018).

Adapun langkah meningkatkan motivasi literasi fisika melalui STEM adalah sebagai berikut, 1) tahapan menentukan pertanyaan mendasar (Science) memuat beberapa ilustrasi esensial yang sesuai dengan topik pembelajaran. Ilustrasi berupa masalah yang diikuti pertanyaan penting sehingga siswa merasakan tantangan dan keinginan lebih lanjut mengenai topik pembelajaran yang akan dilakukan. 2) Tahapan menyusun perencanaan proyek (Engineering, Technology) berisikan aturan tentang pemilihan aktivitas yang dapat mendukung pertanyaan esensial, dengan cara merancang suatu proyek serta mengetahui penggunaan alat dan bahan agar dapat membantu penyelesaian proyek. 3) Tahapan menyusun jadwal (Engineering). Tahapan ini, peserta didik membuat kerangka waktu untuk menyelesaikan proyek. 4) Tahapan memonitor peserta didik dan kemajuan proyek (Technology, Engineering). Pada tahapan ini, LKPD berisi kolom kemajuan proyek yang dikerjakan oleh peserta didik. Dalam tahap ini, guru memonitor aktivitas peserta didik dengan cara memfasilitasi peserta didik jika mengalami kendala/kesulitan dalam pembuatan proyek.

5) Tahapan menguji hasil (Science, Technology, Engineering, Mathematics). Tahapan ini, LKPD pembelajaran berbasis proyek dengan pendekatan STEM memberikan bagian kepada peserta didik untuk menguji proyek yang dibuat untuk mendapatkan data yang diperoleh sesuai dengan pertanyaan analisis yang terdapat pada LKPD pembelajaran berbasis proyek dengan pendekatan STEM. LKPD memuat soal latihan sesuai dengan tujuan pembelajaran dan mengarahkan pada kemampuan literasi teknologi dan sains. 6) Tahapan mengevaluasi pengalaman (Science, Technology, Mathematics). Tahapan ini, LKPD pembelajaran berbasis proyek terintegrasi STEM memberikan bagian kepada peserta didik untuk menyimpulkan dan mempresentasikan proyek yang telah dibuat. Pada tahapan ini, guru dan peserta didik melakukan refleksi terhadap aktivias dan hasil proyek yang sudah dilaksanakan. Selain itu, LKPD dilengkapi dengan gambar-gambar penunjang agar lebih menarik minat peserta didik. Jadi, pendekatan STEM ini untuk meningkatkan literasi teknologi dan sains peserta didik praktis digunakan dalam pembelajaran fisika. (lbs2/ida)

Guru MAN 1 Jogjakarta.

Tinggalkan Balasan

Terbaru

Populer