alexametrics


Mengatasi Masalah Pembelajaran Daring dengan Aplikasi Google Classroom

Oleh: Astika Ratna, S.Pd

Rekomendasi

Menarik

RADARSEMARANG.ID, Di masa pandemi Covid-19 sekarang, istilah daring sudah tidak asing lagi bagi guru dan peserta didik. Menurut KBBI Kemdikbud, daring adalah singkatan atau akronim dari ‘dalam jaringan’. Jaringan yang dimaksud adalah jaringan internet. Artinya sesuatu yang terhubung dengan jaringan internet maka dapat disebut sedang daring. Menurut KBBI, pembelajaran berarti proses, cara, pembuatan menjadi makhluk hidup belajar. Jadi, pembelajaran daring merupakan pembelajaran yang dilakukan tanpa tatap muka, yakni pembelajaran maya melalui platform.

Menteri Pendidikan, dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim dalam siaran pers Nomor: 137/sipres/A6/VI/2020 mengatakan prinsip dikeluarkannya kebijakan pendidikan di masa pandemi Covid-19 adalah dengan memprioritaskan kesehatan, dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga, dan masyarakat.

Maka, untuk mengatasi penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah atau lembaga pendidikan di masa pandemi Covid 19 dengan menerapkan pembelajaran daring.

Pembelajaran daring membutuhkan handphone android dan jaringan internet yang memberatkan bagi peserta didik yang kurang mampu secara ekonomi. Jika peserta didik tidak dapat mengisi pulsa maka tidak dapat pula mengakses materi yang diberikan oleh pendidik melalui media sosial tersebut.

Berbagai masalah di atas, mendorong lembaga pendidikan mencari jalan keluar untuk melancarkan aktivitas belajar mengajar. Salah satu aplikasi yang banyak menjadi pilihan yakni Google Classroom. Menurut Wikipedia, Google Classroom adalah layanan web gratis yang dikembangkan oleh Google untuk sekolah. Bertujuan menyederhanakan membuat, mendistribusikan, dan menilai tugas tanpa harus bertatap muka. Tujuan utamanya merampingkan proses berbagi file antara guru dan siswa. Google Classroom memiliki banyak kemudahan yang dapat membantu lembaga pendidikan untuk lebih mudah dalam mengajar tanpa harus berada di dalam kelas.

Berikut beberapa keunggulan Google Classroom yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah dalam pembelajaran daring. Pertama, pemakaian yang sangat mudah. Hanya dengan download aplikasi Google Classroom maka pendidik dan peserta didik sudah dapat menggunakannya. Pendidik hanya membagikan kode unik atau link kepada peserta didik untuk bergabung ke kelas. Dengan bergabung menggunakan kode unik atau link yang dibagikan tersebut maka pendidik dan peserta didik sudah berada dalam satu kelas maya di Google Classroom.

Pendidik dapat membagikan materi dan tugas-tugasnya secara mudah. Peserta didik dapat membuka materi setiap saat dan mengumpulkan tugas langsung di kelas tersebut. Kedua, secara umum administrasi akan lebih teratur. Hanya dalam satu tempat yakni di aplikasi Google Classroom, semua pembelajaran cukup berada dalam satu lokasi. Pendidik dapat memberi materi ataupun tugas dengan menyertakan berbagai link media sosial seperti Google Meet, Youtube, Google Drive, Google Sites, dan link media sosial lainnya. Selain itu, dapat menyertakan pula file seperti: Portable Document Format (Pdf) bahan ajar, Power Point (Ppt), soal-soal di Google Formulir, gambar, dan dokumen lainnya.

Ketiga, penyimpanan yang tidak terbatas (unlimited). Dengan menggunakan Google Suite akun dari Kemdikbud, materi dan tugas yang dikirimkan di Google Classroom dapat tersimpan di Google Drive dengan akun Google Suite Kemdikbud secara tidak terbatas. File yang tersimpan sewaktu-waktu dapat digunakan kembali, baik oleh pendidik maupun peserta didik. Bagi pendidik, materi yang tersimpan dapat dijadikan acuan untuk penyampaian materi pada pertemuan berikutnya. Bagi peserta didik, dapat membuka materi kapan saja saat jaringan internet dalam keadaan lancar.

Keempat, pendidik dapat mengoreksi tugas yang sudah terkumpul dan dapat memberi nilai secara langsung. Di Google Classroom ada khusus kolom untuk memberi tugas kepada peserta didik. Hasil tugas peserta didik dapat langsung dikoreksi maupun diberikan komentar oleh pendidik di kolom tugas tersebut. Jika perlu dinilai, nilai pun langsung dapat dilihat oleh peserta didik. Selain itu, nilai yang tersimpan dapat setiap saat dilihat kembali sesuai kebutuhan.

Kelima, dapat memantau kemajuan peserta didik. Arsip nilai, semua tugas, dan presensi kehadiran peserta didik dapat dilihat setiap saat untuk memantau kemajuan peserta didik.

Google Classroom sangat membantu proses pembelajaran daring. Banyak fitur yang praktis, efisien dan terjamin keamanannya. Karena aplikasi Google Classroom mudah digunakan, gratis, tidak menampilkan iklan apapun. Data pengguna juga tidak dipindai atau tidak digunakan untuk tujuan periklanan.(*/lis)

Guru SMA Negeri 2 Kroya, Kabupaten Cilacap

Tinggalkan Balasan

Terbaru

Populer