alexametrics


Melalui Satelit, Hasil Belajar Meringkas Teks Eksplanasi Meningkat

Oleh : Titin Suryani, S. Pd.

Rekomendasi

Menarik

RADARSEMARANG.ID, KEGIATAN pembelajaran sampai saat ini masih berlangsung secara virtual atau jarak jauh. Tak terasa lebih dari satu tahun para pendidik dan peserta didik bergulat dengan gadget dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Pemerintah pun telah mengizinkan peserta didik mengikuti kegiatan pembelajaran secara tatap muka atau disebut dengan istilah PTM. Hal ini membuat semangat para pendidik dan peserta didik untuk melanjutkan pembelajaran di sekolah meski dalam skala pembatasan dengan tetap harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Salah satu materi yang harus dipelajari peserta didik kelas VIII semester dua pada masa pandemi aadalah meringkas isi teks eksplanasi. Penulis memilih materi ini karena pada kenyataannya ringkasan yang dibuat peserta didik di SMP Negeri 2 Salatiga belum menunjukkan hasil yang diharapkan. Masih banyak isi ringkasan yang dibuat peserta didik kurang tepat bahkan tidak berkaitan dengan materi yang sedang dipelajari. Hal ini disebabkan peserta didik kurang sabar, tidak teliti, dan malas jika berhadapan dengan teks yang kalimatnya panjang.

Tujuan pembelajaran yang diharapkan kompetensi ini adalah agar peserta didik mampu meringkas isi teks eksplanasi yang berupa proses terjadinya suatu fenomena dari beragam sumber yang didengar atau dibaca dengan tepat. Agar tujuan pembelajaran ini dapat tercapai dengan baik maka sangat dibutuhkan kesabaran dan ketelitian dalam membaca teks pada setiap paragrafnya.

Penulis menggunakan istilah satelit yang merupakan kepanjangan kata sabar dan teliti. Kesabaran dan ketelitian inilah yang penulis jadikan sebagai dasar dalam memahami bacaan agar peserta didik dapat meringkas isi teks eksplanasi dengan tepat. Istilah satelit ini mungkin dianggap sangat sederhana tetapi jika peserta didik tidak sabar dan teliti dalam membaca teks maka hasil isi ringkasannya tidak menunjukkan ciri, struktur, dan unsur kebahasaan eksplanasi.

Teks eksplanasi merupakan teks yang berisi proses terjadinya peristiwa. Peristiwa-peristiwa tersebut dapat berupa peristiwa alam seperti tanah longsor, gempa bumi, dan lain sebagainya. Begitu juga peristiwa yang berhubungan dengan masalah budaya, sosial, politik, dan ekonomi. Teks eksplanasi meliputi tiga struktur yaitu identifikasi fenomena, rangkaian kejadian, dan ulasan.

Meringkas sebuah teks sangat diperlukan agar peserta didik dapat mengambil poin-poin penting, apalagi jika teksnya cukup panjang seperti eksplanasi. Meringkas dapat dilakukan dengan menemukan gagasan pokok setiap paragrafnya. Gagasan-gagasan pokok tersebut selanjutnya disusun menjadi sebuah paragraf yang padat.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan kegiatan meringkas adalah pertama, membaca teks secara menyeluruh. Agar benar-benar dapat memahami isi bacaan dengan baik maka penulis selalu menekankan atau mengingatkan peserta didik untuk selalu sabar dan teliti dalam membaca setiap paragrafnya. Bahkan jika memungkinkan dapat diulang dengan membaca dua sampai tiga kali. Langkah pertama ini menurut penulis sangat menentukan hasil akhir ringkasan yang dibuat peserta didik. Kedua, mencari ide pokok karangan dengan menentukan gagasan umum. Ide pokok atau gagasan pokok dapat terletak di awal dan akhir paragraf. Gagasan pokok yang terletak di awal disebut paragraf deduktif, sedangkan yang berada diakhir disebut paragraf induktif. Ketiga, menyusun ide pokok menjadi kalimat-kalimat yang pendek. Keempat, setelah tersusun menjadi kalimat-kalimat pendek maka dapat dipadukan dengan menggunakan kata-kata sendiri dengan tetap memerhatikan srtuktur teks eksplanasi.

Dengan selalu menekankan atau mengingatkan peserta didik agar selalu menerapkan kesabaran dan ketelitian dalam membaca dan memahami bacaan ternyata menunjukkan peningkatan dan hasilnya lebih baik. (bs1/ton)

Guru Bahasa Indonesia, SMP Negeri 2 Salatiga.

Tinggalkan Balasan

Terbaru

Populer