alexametrics


Konsistensi Pembelajaran IPS di Tengah Pandemi Covid-19

Oleh : Muhtadi. S.Pd.

Rekomendasi

Menarik

RADARSEMARANG.ID, Sudah satu tahun lebih dunia digegerkan oleh wabah Virus Corona atau Covid-19, tak terkecuali Indonesia. Pemerintah Indonesia telah mengambil sejumlah kebijakan untuk memutus rantai penularan Covid-19. Kebijakan utamanya adalah memprioritaskan kesehatan dan keselamatan rakyat. Bekerja, beribadah dan belajar dari rumah.

Pelaksanaan kebijakan belajar mengajar jarak jauh dari rumah atau belajar online nampaknya tidak menjadi masalah bagi sebagian perguruan tinggi yang sudah memiliki sistem akademik berbasis daring. Di level pendidikan dasar, menengah dan atas secara teknis proses pembelajaran jarak jauh juga banyak mengalami kendala. Peserta didik dari keluarga yang tidak memiliki akses internet atau bahkan tidak memiliki handphone akan ketinggalan pembelajaran ketika tugas belajar disampaikan melalui WA/Google Classroom atau yang lainnya. Menyikapi kondisi seperti itu, pihak sekolah seyogyanya memberikan kebijaksanaan yang tepat dengan melihat situasi dan kondidi peserta didik.

Guru mapel IPS tingkat SMP dituntut untuk memaksimalkan perannya dalam mengajar via daring. Karena anak SMP cenderung sifat mereka aktif, kreatif dan inovatif. Di sini Guru IPS sejatinya dapat memahami karakter peserta didiknya sehingga pendampingan proses pembelajaran dari sekolah berlangsung dengan baik dan menyenangkan.

Ada beberapa metode pembelajaran yang bisa dilakukan agar proses belajar mengajar dalam mapel IPS dapat berjalan dengak baik dan lancar, yang pertama Google Classroom/Whatsapp. Akses yang mudah untuk aplikasi ini dalam smartphone, sehingga bisa menjadi salah satu media pembelajaran interaktif di masa pandemi. Dengan fitur yang cukup komplit, aplikasi ini dapat dibuat media pembelajaran interaktif. Kemudian yang kedua adalah Radio, hampir semua wilayah bisa menjangkau frekwensi radio. Sehingga media ini bisa dijadikan alternatif untuk pembelajaran jarak jauh. Pihak sekolah bisa melakukan kerjsama dengan pengelola stasiun radio. Seperti yang dilakukan oleh guru SMP N 9 Salatiga. Yang ketiga yaitu guru datang ke rumah atau sering dengan sebutan home visit, yaitu pendidik mengunjungi siswa untuk memberikan pembelajaran. Hal ini dilakukan karena peserta didik tidak memiliki perangkat digital dan buruknya jaringan/signal. Ada juga guru yang mendatangi siswa dengan kostum unik untuk memberikan pembelajaran agar peserta didik tertarik dan proses pembelajaran tetap berlangsung meskipun siswa berada di rumah. Yang terakhitradalah menggunakan aplikasi Tik-Tok. Apa yang kita bayangkan ketika mendengar kata-kata Tik Tok? Sebagian orang menganggap hanya sebagai media hiburan semata, namun tidak demikian bagi pendidik yang kreatif dan inovatif. Bahwa aplikasi ini dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran pada masa pandemi seperti ini.

Pendidikan adalah proses menuju perubahan menuju yang lebih baik. Dalam pendidikan ada proses belajar, dalam pendidikan pula kita mengenal dua istilah bersamaan, yakni pendidik dan peserta didik. Baik pendidik maupun peserta didik akan selalu ada dalam dunia pendidikan, baik pendidikan formal maupun non formal. Pendidik adalah orang dewasa yang bertanggung jawab memberi bimbingan atau bantuan kepada anak didik dalam perkembangan jasmani dan rohaninya agar mencapai kedewasaannya, serta mampu melaksanakan tugasnya sebagai khalifah di bumi, baik sebagai makhluk sosial dan sebagai individu yang sanggup berdiri sendiri. Kita sebagai pendidik yang baik mari tetap memberikan pendidikan dan pembelajaran yang terbaik kepada penerus bangsa, pemegang estafet kepemimpinan. Negeri ini telah mengalokasikan sebagian dana untuk dunia Pendidikan dan jangan sampai menjadi sia-sia. Teruslah menebar kebaikan, sesungguhnya barang siapa yang datang dengan satu kebaikan, maka akan dilipatgandakan sebanyak sepuluh kali lipat. (bs2/ton)

Guru IPS SMP Negeri 9 Salatiga.

Tinggalkan Balasan

Terbaru

Populer