alexametrics


Guru PPKn Mendorong Siswa Menjadi Tokoh Kebangkitan

Oleh: Sriyani, S.Pd

Rekomendasi

Menarik

RADARSEMARANG.ID, Guru, dengan tugas pokok dan fungsinya ditekankan memiliki jiwa pengabdian dan semangat ikut serta dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Sejalan dengan itu pemerintah saat ini tengah meningkatkan kebijakan bagi para guru dan calon guru untuk berkompetensi secara maksimal. Sertifikat pendidik atau lebih dikenal dengan sertifikasi guru layaknya bukan sekadar label kebanggaan saja. Tetapi lebih diutamakan dengan tanda penghargaan itu guru dituntut profesional dan memiliki kompetensi, serta siap untuk berkompetisi.

Guru dalam berkompetisi dapat dilihat dari tingkat kreativitasnya. Terkait kemampuan dan daya pikir akademis sudah barang tentu harus benar-benar telah terukur sesuai harapan pemerintah, sewaktu dilakukan seleksi dan pengangkatan yang konotasinya guru harus profesional.

Salah satu kreativitas guru dalam upaya peningkatan hasil pembelajaran bagi siswa ialah dapat memfasilitasi siswa kelak menjadi pelopor kebangkitan. Maksud kebangkitan disini adalah pencetus ide-ide yang mampu mengubah sesuatu secara positif menjadi lebih baik dengan didasari pembuktian akan kebenaran ide-idenya tidak melanggar aturan. Serta dapat diterima secara mayoritas pada kondisi damai, nyaman atau tanpa timbulnya pertentangan.

Motivasi seseorang untuk memunculkan sesuatu yang baru, bermanfaat bagi orang banyak, berlatar belakang adanya perubahan positif, serta secara majemuk tidak melanggar seluruh aturan. Hal tersebut merupakan salah satu objek kebangkitan. Dan, pencetus ide-ide demikian itu disebut pejuang kebangkitan.

Bangkitnya siswa dari ajang pendidikan di sekolah maupun di lingkungan keluarga atau masyarakat dapat dilihat melalui kreativitas yang sedang tumbuh. Ketika siswa mulai memunculkan kreativitas di sekolah, guru hendaknya memantau apa yang tengah mereka lakukan. Perhatian yang cukup dari hal kecil yang dilakukan siswa, bilamana didukung oleh besarnya motivasi dari guru akan menghasilkan manfaat yang lebih besar. Maka perlu diciptakan suasana ringan tangan oleh para guru dalam menyikapi kreativitas siswanya. Di era kini segala sesuatu lebih ditekankan pada praktik untuk menghasilkan wujud dari yang direncanakan, dibanding dengan sekedar teori yang terlalu kompleks.
Maka, munculnya ide-ide baru atau kreativitas siswa di tengah proses pembelajaran hendaknya kita berikan apresiasi untuk mengembangkan daya kreasi mereka. Seiring menyampaikan meteri pembelajaran kita inventarisasi bakat kreativitas mereka, dan pada suatu saat kita berikan ruang waktu untuk berkreasi. Agar kita sadari bersama, setiap guru mata pelajaran diupayakan mampu memunculkan bias ilmu keterampilan bagi para siswa di kala tengah memberikan meteri pembelajaran. Misal dalam mata pelajaran PPKn, guru menjelaskan materi tentang hukum. Maka dalam hal ini tertuang adanya ilmu keterampilan yang dapat diberikan kepada siswa. Yaitu keterampilan berbicara yang jelas, terurai atau berstruktur sesuai materi pokok pembicaraan, mendasar. Serta sesuai kaidah tata tertib yang berlaku, dan sebagainya. Di sinilah siswa akan terlihat memiliki keterampilan berbicara dan ke depannya diharap bisa menjadi advokasi atau pengacara, serta kelak bisa menjadi penegak kebeneran yang sejati.

Untuk itu dapat disimpulkan, munculnya sesuatu dari seseorang yang lebih dari biasanya, serta telah dilakukan uji publik dengan hasil positif yang bisa diterima oleh orang lain secara mayoritas, adanya legalisasi dari yang berwenang. Serta terdapat unsur perubahan positif, maka hal ini termasuk wujud kebangkitan.

Di samping itu arti bangkit adalah peningkatan secara segnifikan atau positif dari sebelumnya. Inilah harapan guru terhadap siswanya untuk masa mendatang. Siswa diharapkan bukan sekadar bisa mengikuti pembelajaran dengan mendapatkan nilai baik. Namun kelak diharapkan menjadi tokoh kebangkitan seperti yang kita harapkan.

Sejalan dengan upaya peningkatan kreativitas siswa, maka guru perlu memberikan suplay ilmu tentang perilaku pula. Perilaku baik perlu ditempatkan pada posisi paling utama di dalam seseorang mewujudkan sebuah impian. Sebab dengan didasari perilaku baik, dimungkinkan seseorang akan memunculkan ide-idenya atau kreativitas yang baik pula. Manakala kreativitas dan perilaku baik tentunya harus berjalan secara berdampingan. (bs2/lis)

Guru PPKn SMP Negeri 9 Salatiga.

Tinggalkan Balasan

Terbaru

Populer