alexametrics


Mengisi Masa Pandemi dengan Menulis Puisi sebagai Bentuk Ekspresi Diri

Oleh: Feronika Anjar Saptaningsih, S.Pd.

Rekomendasi

Menarik

RADARSEMARANG.ID, PANDEMI Covid-19 telah berlangsung sejak awal tahun 2020. Pemerintah telah melakukan beragam upaya dalam mencegah penyebaran virus ini. Beberapa upaya yang telah dilakukan pemerintah antara lain Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Kebijakan tersebut mendorong masyarakat untuk menyesuaikan perilaku sesuai dengan protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah.

Pandemi memang luar biasa. Banyak pengalaman siswa yang tidak terbayangkan sebelumnya. Salah satu untuk mengisi waktu siswa selama masih belajar di rumah yaitu dengan menulis puisi. Menulis merupakan hal yang menarik dan patut dijadikan hobi. Yaitu menulis yang baik dan bermanfaat bagi masyarakat dan juga bagi diri sendiri. Kegiatan menulis dapat kita jadikan sebagai salah satu bagian dari gaya hidup. Salah satu wujud dari kegiatan apresiasi adalah menulis puisi. Kita bisa mengekspresi diri dan menuangkan banyak gagasan-gagasan yang muncul dari diri kita.

Melalui tulisan kita bisa menuangkan banyak ide yang kita miliki yang (mungkin) tidak bisa kita informasikan melalui lisan. Melalui menulis puisi bisa melukiskan perasaan kita, seperti berpuisi dan menulis syair. Selain itu menceritakan tentang kehidupan kita dan khayalan kita juga bisa dilakukan dengan menulis cerita pendek (cerpen).

Bagi seorang penulis opini, dia harus memiliki banyak ilmu dan informasi. Menyukai diskusi dan membaca berbagai referensi perlu ditempuh untuk menghasilkan tulisan yang akurat dan bermanfaat. Menjadi seorang penulis yang profesional juga harus menjadi seorang pembaca profesional itu kuncinya Sedangkan bagi penulis puisi harus menguasai tipografi, diksi, imaji dan sebagainya yang dianggap penting dalam menulis puisi. Untuk penulis cerpen atau cerpenis juga harus mampu menguasai kata-kata, kalimatnya tidak bertele-tele, penentuan tokoh yang menarik, penyisipan dialog, pembuatan alur cerita dan sebagainya.

Sangat banyak kita lihat orang-orang menulis sebagai bentuk ekspresi diri. Menuangkan banyak pendapat dan bahkan curhat dalam mencari solusi. Tak jarang pula orang terkenal berkat tulisannya, karena menulis juga aktualisasi diri. Oleh karena itu mari kita belajar menulis dan menjadi penulis profesional, karena banyak hal yang bisa diungkapkan melalui tulisan. Dan bagi saya menulis juga ekspresi diri. Puisi adalah bentuk karya sastra yang terikat oleh irama, rima dan penyusun bait dan baris yang bahasanya terlihat indah dan penuh makna.

Puisi adalah satu dari sekian banyak cara untuk mengekspresikan hati seseorang tentang sesuatu yang ia alami atau sekedar ia dengar. Dengan puisi sesuatu yang kita rasakan dapat dirasa pula oleh orang lain. Dan itulah yang dapat kita lakukan, dengan menuliskan perasaan saya dalam bentuk sebuah puisi, kita dapat berbagi rasa kepada saudara semua, baik dalam kebahagiaan maupun dalam kesulitan yang terkadang menimbulkan keputusasaan. Puisi-puisi ini adalah bentuk ekspresi diri saya dalam mengarungi samudra hidup yang tak selamanya berakhir mulus. Halang-rintang kehidupan adalah menu setiap hari bagi seseorang yang ingin meretas kehidupan yang sukses.

Penggunaan media lagu dalam pembelajaran menulis puisi ekspresi diri mampu meningkatkan kemampuan menulis puisi dengan dilihat dari beberapa aspek menulis puisi. Media lagu mampu menarik perhatian siswa dan menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan. Lagu dalam media lagu, disesuaikan dengan tema perasaan atau ekpresif, penjelasan guru membantu siswa dalam mengerjakan tes yang sekaligus membantu pemahaman siswa tentang langkah-langkah menulis puisi. Pemberian contoh secara langsung dalam setiap tahapan menulis, bimbingan individu merata, pemberian waktu yang cukup, pemberian penguatan secara verbal dan nonverbal yang diberikan guru, menjadi motivasi siswa dalam menulis puisi. Berdasarkan hal tersebut, guru disarankan agar memberikan pembelajaran dengan metode dan media lagu yang dapat menumbuhkan minat siswa dalam menulis puisi serta dibutuhkan keikutsertaan guru untuk mengajak siswa membaca karya sastra sebanyak mungkin, terutama puisi.

Dari pengalaman inilah, marilah kita ajak siswa kita untuk lebih kreatif dalam mengisi waktu luang sebaik-baiknya. Waktu yang biasanya 8 jam siswa belajar di sekolah dan sekarang harus di rumah dapat diisi dengan mengembanhkan kemampuan yang lebih kreatif. Harapan penulis sebagai guru SMK Negeri 1 Salam, Kabupaten Magelang, siswa dapat mengembangkan bakat yang dimiliki sesuai kemampuan, dan juga dapat mengekspresikan pengalaman nyata yang sedang dialamai saat ini. (pg1/zal)

Guru SMK Negeri 1 Salam, Kabupaten Magelang

Tinggalkan Balasan

Terbaru

Populer