alexametrics


Kerja Sama Guru dan Siswa Dalam PJJ

Oleh : Dra. Sri Mulyani

Rekomendasi

Menarik

RADARSEMARANG.ID, Di masa pandemi Covid-19 ini pembelajaran pembelajaran tidak dilakukan secara tatap muka. Pembelajaran harus melalui dalam jaringan atau online. Pembelajaran jarak jauh ini juga berlaku di SMP Negeri 19 Surakarta. Dalam hal ini interaksi guru dan siswa harus berjalan dengan baik. Akan tetapi, kenyataan tidak seperti yang diharapkan.

Dibuktikan dengan adanya beberapa siswa yang tidak mengerjakan tugas. Hal tersebut membuat peran orangtua sebagai tempat pendidikan pertama di keluarga menjadi sangat signifikan. Orang tualah yang harus mendampingi putra-putrinya dalam proses pembelajaran jarak jauh (PJJ), apalagi untuk yang anaknya masih di jenjang SMP ke bawah, sangat membutuhkan pendampingan orangtua atau wali siswa dalam kegiatan PJJ atau pembelajaran jarak jauh.

Pembelajaran IPA di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) mempunyai pengaruh besar terhadap perkembangan peserta didik di masa depannya. Sebagai fondasi yang sangat menentukan dalam membentuk sikap kepribadian dan kecerdasan kepada peserta didik. Untuk mewujudkan pembelajaran di atas dituntut guru harus bisa menjalin hubungan yang baik dengan orang tua siswa.

Kerja sama adalah kegiatan atau usaha yang dilakukan oleh dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan bersama. Menurut Muthmainnah (2012: 108) orang tua adalah sosok yang seharusnya paling mengenal kapan dan bagaimana anak belajar sebaik-baiknya. Menurut Dewi (2020: 56-58) pembelajaran daring merupakan pemanfaatan jaringan internet dalam proses pembelajaran dengan pembelajaran daring siswa memiliki keleluasaan waktu belajar, dapat belajar kapanpun dan di manapun.
Guru yang sudah mengajar dengan memberi tugas secara daring, namun masih ada beberapa siswa yang tidak melaksanakan tugas belajar. Hal inilah yang menyebabkan guru harus bekerja sama dengan orang tua atau wali siswa. Peran orang tua sangat berpengaruh dalam belajar siswa. Karena orang tualah yang menjadi guru di rumah. Sedangkan kegiatan belajar mengajar berlangsung di rumah. Guru melakukan home visit terhadap siswa yang tidak melaksanakan tugas belajar dalam daring.
Guru mengadakan diskusi dengan orang tua, mulai dari penyebab sampai dengan solusi yang harus dilakukan agar siswa dapat mengerjakan tugas. Selain dengan home visit, guru terus memantau pembelajaran siswa dengan cara hubungan secara jarak jauh, melalui WatshApp atau dengan menghubung orang tua melalui telepon secara langsung. Agar orang tua selalu memotivasi dan memantau tugas belajar siswa.

Dengan adanya kerja sama antara guru dan orang tua tersebut, berdampak positif terhadap guru, orang tua, dan siswa. Dampak tersebut antara lain, kedekatan antara orang tua dengan siswa, orang tua dengan guru dan guru dengan siswa. Hal ini terbukti siswa semakin termotivasi untuk mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh guru. Apabila orang tua dan siswa ada kesulitan, mereka menghubungi langsung guru mata pelajaran.

Antara guru dan orang tua menjalin hubungan silaturahmi dan kekeluargaan. Maka kerja sama ini harus dilaksanakan secara intensif baik di masa PJJ ataupun pembelajaran tatap muka. (pg2/lis)

Guru SMP Negeri 19 Surakarta

Tinggalkan Balasan

Terbaru

Populer