alexametrics


Asyiknya Mengejar Cita-cita Bersama Guru Bimbingan dan Konseling

Oleh : Dwi Ameylia, S.Pd.

Rekomendasi

Menarik

RADARSEMARANG.ID, Masih banyak pelajar yang kebingungan dalam menentukan cita-cita. Bahkan hingga mereka tamat sekolah masih belum juga menentukan pilihan karier apa yang hendak digapai. Tentu ini sebaiknya dihindari, sebab semua orang yang kini kita lihat sudah mapan, sukses, dan bahagia hidupnya, telah memulai perjuangannya sedari masih di bangku sekolah. Tidak ada kata manja dalam kamus hidup mereka.

Munandir dalam bukunya Program Bimbingan Karir di Sekolah (1996) menyebutkan, Guru Bimbingan Konseling adalah bagian yang tidak terpisahkan dari keseluruhan usaha sekolah untuk mencapai tujuan pendidikan. Layanan bimbingan karier oleh Guru BK merupakan bentuk usaha sekolah dengan tujuan menyiapkan siswa untuk kehidupan kerja yang berhasil dan bertanggungjawab di dalam masyarakat. Melalui program tersebut, akan membantu siswa untuk dapat memahami kemampuan, minat, dan bakatnya yang pada akhirnya dapat diaplikasyikan dalam pemilihan jurusan, kelanjutan studi, dan penentuan karier.

Di bawah ini ada beberapa langkah yang dapat dilakukan agar perjuangan mengejar cita-cita tidak terlampau menjadi beban dan terasa berat : Satu, pahami konsekuensi. Pondasi atau dasarnya ada di sini. Seseorang yang berkeinginan kuat untuk sukses dalam menggapai cita-cita, harus siap menanggung resiko. Yaitu capek, pusing, kurang tidur, kurang gizi, dibikin emosi, merugi, dicaci-maki, difitnah, ‘ditikam dari belakang’, dijegal, diijak-injak, dan masih banyak lagi. Namun ketika memang sudah benar-benar berkomitmen, itu semua akan dijalani dengan penuh nikmat. Sebab sedari awal telah dipahami, telah tertanamkan dalam benak bahwa semua itu adalah bagian dari sebuah proses, adalah persyaratan yang mau tak mau harus disanggupi.

Dua, kenali potensi. Kemampuan sejati dan bakat yang selama ini mungkin masih terpendam dapat ditemukan dengan banyak melakukan berbagai aktivitas dan berani mencoba hal-hal baru. Terus menerus digali dan dicari. Semakin cepat mengenali potensi yang dimiliki, jelas secara waktu dan kesiapan akan mempunyai peluang yang lebih besar dibanding dengan yang belum.

Tiga, pelajari tentang profesi. Agar kemampuan yang ada tidak terbuang sia-sia dan memungkinkan kemampuan dapat benar-benar berdaya, kita perlu pelajari lebih lanjut mengenai profesi. Mulailah pelajari dan kumpulkan informasi sebanyak-banyaknya mengenai berbagai macam, jenis, bentuk, prosedur, sampai kiat-kiat memasuki dunia kerja. Ada banyak sekali pilihan profesi di sekitar kita, dan pemilihan profesi yang tepat akan berimbas pada hasil yang lebih maksimal.

Empat, perbanyak silaturahmi. Silaturahmi itu adalah aktivitas hati dan fisik. Jikalau kita rajin menjalin dan membina hubungan baik dengan sesama, maka kita akan dicintai dan disenangi banyak orang. Betul kata Nabi : ”Siapa yang ingin rezekinya diperluas dan umurnya panjang maka hendaknya ia bersilaturrahmi.” (HR. Bukhari). Pertemuan kita dengan teman ataupun saudara bisa mendatangkan peluang. Allah memiliki wewenang dan cara tersendiri dalam membuka jalan kepada hamba-Nya dari arah yang tidak akan pernah disangka-sangka. Kapan dan dari mana, tak akan terduga.

Lima, hadapi dan nikmati. Dahlan Iskan mengatakan “Setiap orang punya jatah gagal, habiskan jatah gagalmu ketika kamu masih muda.” Seperti ngantri. Setelah berulang kali gagal, kita tinggal menunggu kapan nomer urut kesuksesan kita dipanggil. Nikmati saja sambil minum kopi dan nyengir ketawa-ketiwi sendiri karena mengingat kebodohan-kebodohan yang pernah kita lakukan. Jadikan semua itu sebagai pengalaman berharga, sebagai guru terbaik dalam menempa dan mengasah kemampuan kita. Jangan terlarut dalam kekecewaan ketika dalam setiap usaha acapkali menemui kegagalan. Bisa jadi itu hanyalah sebuah ujian untuk mengetes apakah kita sudah layak atau belum. Gagal itu pasti, namun sukses selalu setia menanti. (*/ton)

Guru SMP Takhassus Al-Qur’an Tarub

Tinggalkan Balasan

Terbaru

Populer