alexametrics


Aktivitas Pembelajaran IPS Meningkat dengan Pembelajaran Kooperatif Tipe Make a Match

Oleh : Hestin Nurhandayani, S.Pd

Rekomendasi

Menarik

RADARSEMARANG.ID, Pendidikan merupakan proses mengubah tingkah laku anak didik agar menjadi manusia dewasa yang mampu hidup mandiri dan berada. Pendidikan adalah menanamkan tingkah laku atau kebiasaan yang baru (Soekidjo, 2003:68). Pendidikan berusaha mengembangkan seluruh aspek kepribadian dan kemampuan manusia, baik dilihat dari aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Pendidikan diarahkan untuk dapat menciptakan sumber yang berkualitas dengan segala aspeknya.

Dengan demikian perlu diciptakan sistem pembelajaran yang berkualitas. Sejalan dengan perkembangan masyarakat dewasa ini pendidikan banyak menghadapi berbagai tantangan. Salah satunya berkenaan dengan peningkatan mutu pendidikan.

Kenyataan dalam pendidikan sekarang ini terdapat banyak masalah yang dihadapi pada saat proses pembelajaran. Salah satu masalah yang ada dalam proses pembelajaran adalah rendahnya aktivitas belajar siswa. Begitu pula pelaksanaan pembelajaran IPS yang dilaksanakan di SMPN 2 Paninggaran belum berlangsung dengan sempurna. Masih ada beberapa kekurangan sehingga menyebabkan aktivitas belajar tidak maksimal. Seperti pemanfaatan fasilitas yang ada di setiap ruang kelas belum maksimal, penggunaan model pembelajaran yang tidak bervariasi, kurangnya aktivitas belajar siswa dalam kegiatan pembelajaran.

Penggunaan model pembelajaran yang tidak sesuai atau kurang tepat sangat mempengaruhi aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran IPS sehingga siswa tidak dapat dengan mudah memahami dan menguasai materi yang disampaikan. Maka penggunaan model pembelajaran bagi guru merupakan hal yang cukup penting dalam peningkatan aktivitas belajar siswa. Mengenai rendahnya aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran IPS pada siswa kelas VIII SMPN 2 Paninggaran, maka salah satu pemecahan masalah yang dapat dilakukan adalah mengubah proses pembelajaran yang digunakan ke arah pembelajaran yang mampu memberi peluang dan mampu meningkatkan aktivitas belajar siswa dalam proses pembelajaran. Yaitu penerapan model pembelajaran make a match.

Hal ini karena model pembelajaran kooperatif tipe make a match (mencari pasangan) mengandung unsur permainan sehingga dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa baik secara kognitif maupun fisik. Model pembelajaran make a match merupakan salah satu jenis dari model pembelajaran kooperatif. Model pembelajaran ini dikembangkan oleh Curran (1994).

Salah satu keunggulan dari teknik ini adalah siswa mencari pasangan sambil belajar mengenai suatu konsep atau topik, dalam suatu yang menyenangkan (Rusman, 2010:223).

Menurut Huda (2013:251), tujuan dari model pembelajaran make a match adalah sebagai berikut : pertama pendalaman materi; kedua penggalian materi; ketiga edutainment.

Penerapan model ini dimulai dengan teknik. Yaitu siswa disuruh mencari pasangan kartu yang merupakan jawaban atau soal sebelum batas waktunya, siswa yang dapat mencocokkan kartunya diberi poin. Penggunaan model pembelajaran berpasangan memberikan pengalaman sosial kepada siswa. Pengalaman belajar dengan model ini akan lebih bermanfaat dan memberi peluang kepada siswa untuk berinteraksi satu sama lain dalam kelompoknya masing-masing. Siswa dapat saling bertanya, menjawab, berkomentar, dan mendemonstrasikan konsep atau pengetahuan yang diperoleh dengan siswa lainnya (Depdiknas , 2003:14).

Penerapan model pembelajaran make a match dapat meningkatkan aktivitas dalam pembelajaran IPS pada siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Paninggaran. Hal ini karena model pembelajaran kooperatif tipe make a match (mencari pasangan) mengandung unsur permainan sehingga dapat menghilangkan kejenuhan. Menimbulkan kegembiraan, memotivasi belajar siswa sehingga sangat berpengaruh terhadap aktivitas belajar siswa. (pg2/lis)

Guru IPS SMPN 2 Paninggaran, Kabupaten Pekalongan.

Tinggalkan Balasan

Terbaru

Populer