alexametrics


Melatih Greeting melalui Diskursus Multi Representasi

Oleh : Siti Sriyamsih S.Pd

Rekomendasi

Menarik

RADARSEMARANG.ID, Proses pembelajaran adalah suatu bentuk transfer pengetahuan yang terjadi ketika proses belajar mengajar sedang berlangsung tentang cara menarik minat peserta didik agar tidak bosan dengan proses pembelajaran. Sebuah proses pembelajaran seorang pendidik memerlukan konsep-konsep baru yang kreatif dan inovatif. Seorang pendidik juga harus bisa memahami karakteristik peserta didik agar dapat mendalami kemampuan di bidangnya masing-masing, kemudian mengembangkannya di dalam proses pembelajaran saat proses belajar mengajar.

Proses pembelajaran adalah sebuah proses yang di dalam nya terdapat interaksi antara guru dengan siswa dan komunikasi timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan belajar. Guru dan siswa merupakan komponen yang tidak dapat dipisahkan. Kedua komponen tersebut harus terjalin interaksi yang saling menunjang agar hasih belajar siswa dapat tercapai secara optimal. Sebuah proses pembelajaran yang baik akan membentuk kemampuan intelektual, berfikir kritis dan munculnya kreatifitas secara perubahan prilaku atau pribadi seseorang berdasarkan praktik atau pengalamannya. Perkembangan dan pembaharuan proses pembelajaran harus menyesuaikan dengan perubahan zaman. Akan tetapi, tidak sedikit dijumpai di beberapa sekolah seakan menampik perubahan itu.

Pentingnya penggunaan model pembelajaran yang modern, karena model pembelajaran merupakan faktor yang menentukan hasil belajar siswa. Kurang tepatnya seorang guru dalam memilih suatu model pembelajaran akan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan proses pembelajaran yang akhirnya mengurangi keoptimalan hasil belajar siswa. Dalam pencapaian tujuan pembelajaran itu perlu diterapkan pembelajaran yang aktif, dinamis dan bersifat kerjasama atau kooperatif.

Suprijono (2010: 54) menjelaskan bahwa pembelajaran kooperatif adalah semua jenis kerja kelompok termasuk bentuk-bentuk yang lebih diarahkan oleh guru. Secara umum pembelajaran kooperatif dianggap lebih diarahkan oleh guru, dimana guru menetapkan tugas dan pertanyaan-pertanyaan serta menyediakan bahan-bahan dan informasi yang dirancang untuk membantu peserta didik menyelesaikan masalah yang dimaksud. Pembelajaran kooperatif digunakan untuk mengaktifkan siswa, baik dalam bekerja sama dan menemukan konsep hingga mencapai pemahaman yang diinginkan agar hasil belajar yang diharapkan dapat tercapai dengan maksimal. Salah satu model pembelajaran kooperatif yang tepat adalah model pembelajaran DMR (Diskursus Multi Representasi). Ngalimun (2013) membeberkan bahwa DMR adalah model pembelajaran yang berorientasi pada pembentukan, penggunaan dan pemanfaatan berbagai representasi dengan setting kelas dan kerja kelompok. Sebagai guru SMP N 1 Kajen Kabupaten Pekalongan menerapkan model pembelajaran DMR di kelas delapan kompetensi dasar mengidentifikasi ucapan selamat dengan ucapan dan tekanan kata yang benar.

Adapun langkah-langkah pada saat proses pembelajaran menggunakan model DMR terdiri dari beberapa tahapan. Tahap pertama yaitu persiapan yang diisi dengan guru menyiapkan perencanaan pembelajaran, lembar materi, penggunaan media, dan lembar kerja siswa termasuk didalamnya membuat kelompok belajar secara heterogen. Tahap kedua yaitu penerapan, pada tahap ini berisi diskusi kelompok dengan pembagian tugas pada masing-masing anggota, dilanjutkan presentasi dan tanya jawab dengan kelompok lain. Tahap ketiga adalah tahap penutup, guru membagikan lembar kerja siswa, siswa mengerjakan lembar kerja secara individu, lembar kerja siswa dikumpulkan untuk dinilai. Kemudian disusul dengan guru bersama siswa membuat kesimpulan materi. Penulis merasakan bahwa penggunaan model pembelajaran DMR dapat lebih meningkatkan semangat belajar, keaktifan siswa dan hasil belajar seluruh siswa di kelas. (gb1/ton)

Guru Bahasa Inggris, SMPN 1 Kajen Kabupaten Pekalongan

Tinggalkan Balasan

Terbaru

Populer