alexametrics


Karyawisata Solusi Kejenuhan Siswa

Oleh Drs. Mahlum

Rekomendasi

Menarik

RADARSEMARANG.ID, MATA pelajaran PPKn merupakan mata pelajaran yang membosankan bagi sebagaian besar siswa, terutama siswa kelas VII SMP. Hal ini terbukti pada siswa SMPN 1 Rowosari. Hasil belajar siswa tentang Peran daerah dalam kerangka NKRI belum memuaskan. Penyebabnya adalah dari guru, siswa dan metode pembelajaran.

Penyebab dari guru yaitu pembelajaran yang didominasi guru dan kurang bervariasi dalam model pembelajaranya, yang menyebabkan siswa mengalami kejenuhan dalam pembelajaran. Siswa hanya duduk manis menerima materi pelajaran dari guru. Siswa yang kurang bersemangat menerima pelajaran juga berpengaruh pada rendahnya hasil belajar. Kurangnya peralatan dan kondisi lingkungan juga berpengaruh pada keseriusan dalam pelajaran.

Dari uraian diatas guru harus pandai mencari jalan keluar agar siswa punya semangat yang tinggi dan berperan secara aktif sehingga muncul ide-ide yang baik pada diri siswa dalam pembelajaran sehingga hasil belajar siswa akan lebih baik dan mencapai hasil yang maksimal.

Untuk menyelesaikan masalah tersebut diatas dapat diatasi dengan cara menerapkan pembelajaran dengan metode Karya Wisata.

Menurut Checep (2008) metode karya wisata atau widyawisata adalah cara penyajian dengan membawa siswa mempelajari materi pelajaran diluar kelas. Siswa diajak secara langsung mengamati obyek yang akan dipelajari. Karya wisata memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar, dan dapat merangsang kreatifitas siswa, informasi dapat lebih luas dan aktual, siswa dapat mengolah dan mencari sendiri informasi, juga sebagai sarana rekreasi.

Karya wisata sebagai metode mengajar memerlukan langkah-langkah yang baik diantaranya persiapan dan perencanaan, pelaksanaan dan tindak lanjut.

Pada tahap persiapan dan perencanaan, guru menyiapkan bahan, alat untuk karyawisata, menetapkan tata tertib berkaryawisata, permintaan izin dan partisipasi dari orang tua siswa, mengadakan hubungan dan perkenalan dengan medan sasaran karyawisata dan persiapan guru di kelas.

Pada tahap pelaksanaan, guru menyampaikan inti materi dan tujuan yang ingin dicapai dalam pembelajaran dan menyampaikan tata tertib dalam berkarya wisata. satu guru sebagai pemimpin rombongan membagi siswa dalam 4 kelompok secara heterogen, masing-masing kelompok ada ketua kelompok dan pendamping (dari guru). Setiap anggota kelompok memiliki lembar kerja dan saling berdiskusi tentang materi pelajaran dan obyek yang diamati.

Setelah kembali dari karyawisata siswa berdiskusi mengenai segala hal hasil pengamatan selama berkaryawisata, kemudian menyusun laporan yang memuat kesimpulan yang diperoleh, yang formatnya telah disepakati bersama.

Melalui kegiatan tersebut terjadi semangat dalam belajar, aktifitas anak meningkat dan pikiran menjadi segar karena menemukan pengalaman baru di luar kelas sehingga tidak mengalami kejenuhan dalam belajar. Sehingga pada akhirnya akan meningkatkan hasil belajar siswa. Diukur dari nilai rata rata 85 dari KKM 75.

Berdasarkan data diatas dapat disimpulkan model pemebelajaran karyawisata dapat mengurangi kejenuhan siswa dan merangsang aktifitas siswa dan berdampak pada peningkatan hasil belajar, khususnya pada materi Peranan Daerah Dalam Kerangka NKRI. (ti2/zal)

Guru SMPN 1 Rowosari. Kendal.

Tinggalkan Balasan

Terbaru

Populer