alexametrics


Belajar Letak Geografis Mudah dengan Metode Jigsaw

Oleh : Endang Widyaningsih S.Pd.SD

Rekomendasi

Menarik

RADARSEMARANG.ID, Belajar merupakan proses perubahan di dalam kepribadian manusia. Perubahan tersebut ditampakkan dalam bentuk peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku seperti peningkatan kecakapan, pengetahuan, sikap, kebiasaan, pemahaman, keterampilan, daya pikir, dan lain-lain. Proses penerimaan pengetahuan mencapai pemahaman dan perubahan yang signifikan jika dilakukan dalam kelas dengan situasi yang menyenangkan.

Meskipun pada penerapannya di dalam kelas terkadang ada kendala seperti yang dialami penulis di kelas V SD Negeri 01 Bulaksari. Masih ada siswa yang tidak fokus dan lemah dalam pemahaman materi yang diajarkan di kelas.

Karena itu, untuk mencari pemecahan permasalahan tersebut, penulis menerapkan metode Jigsaw pada materi letak geografis. Penulis mengambil metode ini karena mengedepankan kerja tim sehingga ada interaksi untuk mendalami suatu materi, dengan begitu terjadi peningkatan pemahaman yang merata dan maksimal.

Materi pembelajaran letak geografis pada kelas V dengan kompetensi dasar (KD) memahami karakteristik geografis Indonesia sebagai negara kepulauan/maritim dan agraris serta pengaruhnya terhadap kehidupan ekonomi, sosial, budaya, komunikasi, serta transportasi. Sedangkan indikator capaian belajarnya siswa, di antaranya mampu mengidentifikasi karakteristik geografis Indonesia sebagai negara kepulauan maritime dan agraris. Selain itu, siswa mampu memaparkan karakteristik geografis Indonesia sebagai negara kepulauan maritim dan agraris.

Sedangkan menurut Agus Suprijono (2009:89), model pembelajaran kooperatif jigsaw merupakan pembelajaran kooperatif dimana guru membagi kelas dalam kelompok-kelompok lebih kecil. Selain itu Yuzar dalam Isjoni (2010:78) mengatakan, dalam pembelajaran kooperatif tipe jigsaw, siswa belajar dengan kelompok kecil yang terdiri atas 4 sampai 6 orang, heterogen, dan bekerja sama saling ketergantungan yang positif dan bertanggung jawab secara mandiri.

Penerapan model pembelajaran Jigsaw pada materi letak geografis ini sebagai berikut, pertama, guru melakukan apersepsi dan memberikan motivasi. Maskudnya, menekankan pentingnya kerjasama yang menjadi kunci keberhasilan. Kemudian kelas dibagi menjadi beberapa tim yang anggotanya terdiri atas 5 atau 6 siswa dengan karakteristik yang heterogen. Setelah itu, materi terkait letak geografis disajikan kepada siswa dalam bentuk teks. Setiap siswa bertanggung jawab untuk mempelajari suatu bagian dari bahan materi tersebut. Selanjutnya, para anggota dari beberapa tim yang berbeda memiliki tanggung jawab untuk mempelajari suatu bagian pengetahuan yang sama. Selanjutnya berkumpul untuk saling membantu mengkaji bagian bahan tersebut. Kemudian, para siswa yang berada dalam kelompok pakar (ahli) kembali ke kelompok semula (home teams) untuk mengajar anggota lain mengenai materi yang telah dipelajari dalam kelompok pakar (ahli). Setelah diadakan pertemuan dan diskusi dalam home teams, para siswa dievaluasi secara individual mengenai bahan materi yang telah dipelajari. Terakhir, guru dan siswa melakukan refleksi pembelajaran. Kegiatan ini untuk saling mengoreksi terhadap pelaksanaan pembelajaran serta mengetahui tingkat pemahaman siswa.

Penulis mengamati bahwa metode ini pada penerapannya terdapat manfaat, di antaranya mempermudah pekerjaan guru dalam mengajar. Karena sudah ada kelompok ahli yang bertugas menjelaskan materi kepada rekan-rekannya. Ada pemerataan penguasaan materi dapat dicapai dalam waktu yang lebih singkat serta metode pembelajaran ini dapat melatih siswa untuk lebih aktif dalam berbicara dan berpendapat. Walaupun terdapat kelemahan, siswa yang aktif akan lebih mendominasi diskusi, dan cenderung mengontrol jalannya diskusi. Untuk mengantisipasi masalah ini, guru harus benar-benar memperhatikan jalannya diskusi. (ti4/ida)

Guru SD Negeri 01 Bulaksari.

Tinggalkan Balasan

Terbaru

Populer