alexametrics


Strategi Belajar bagi Siswa Kelas 1 SDN 06 Gombong

Oleh : Uji Riani, S.Pd

Rekomendasi

Menarik

RADARSEMARANG.ID, Guru SD merupakan profesi yang sangat menantang. Bagi sebagian guru SD, mengajar kelas I merupakan tugas dan tantangan yang amat berat dan juga menantang. Karena tugas ini membutuhkan kesabaran yang sangat luar biasa dalam pelaksanaannya supaya berhasil dan dapat berjalan dengan lancar.

Jika mengajar di kelas tinggi, guru dapat berkonsentrasi ke arah pencapaian tujuan pembelajaran secara cepat. Berbeda di kelas I para guru harus lebih ekstra bersabar. Pembelajaran yang berkualitas penting, namun pendidikan bagi siswa kelas I SD jauh lebih penting.

Apalagi siswa kelas I SDN 06 Gombong memang cenderung masih sangat terpengaruh dengan situasi saat masih di taman kanak –kanak, suasana di rumah yang penuh gurauan kemanjaan, dan sangat rawan sekali apabila seorang guru melakukan kesalahan baik ucapan maupun tindakan. Bukan karena kesalahan guru yang nantinya akan mendapatkan protes dari siswa, melainkan kesalahan ini akan dikenang dan diingat bahkan disimpan di memori yang terdalam dan akan berpengaruh pada kehidupan siswa hingga dewasa.

Misalnya dalam proses pembelajaran. Siswa kelas I yang rata-rata masih polos akan mengalami kesulitan mengikuti proses pembelajaran apabila guru menerapkan model pembelajaran yang membutuhkan keseriusan. Di sisi lain, guru juga akan mengalami kesulitan mencapai tujuan pembelajaran apabila hanya mengikuti kemauan siswa yang notabene masih suka bermain dan tidak bisa duduk tenang di tempat duduknya. Akibatnya, proses pembelajaran cenderung gagal dalam artian guru tidak bisa memenuhi kebutuhan siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Upaya yang harus dilakukan guru adalah mengemas keseriusan belajar dalam permainan yang menyenangkan sehingga tidak terkesan tegang dan serius. Guru perlu kreatif dalam memanipulasi kegiatan pembelajaran agar tampak menyenangkan oleh siswa sebagai sebuah “permainan besar” yang menarik untuk diikuti.

Tetapi ini bukan persoalan yang mudah. Karena guru sendiri perlu banyak belajar dari siswa. Apa yang dibutuhkan dan diinginkan siswa, apa yang membuat siswa gembira, bagaimana dominasi indera belajar mereka, tema apa yang cocok untuk menyajikan materi pelajaran tertentu, siapa yang bisa menjadi pemimpin kelompok, siapa yang sudah berani mengekspresikan diri, siapa yang masih pemalu dan siapa pula yang masih takut-takut. Semua jawaban atas pertanyaan-pertanyaan di atas diinventarisasi, dianalisis, untuk kemudian dijadikan acuan dalam penyusunan rencana pembelajaran.

Selain itu guru juga harus menerapkan sikap disiplin. Tetapi disiplin itu bukan sesuatu yang membosankan bahkan menakutkan untuk siswa kelas 1. Disiplin adalah kebutuhan. Sebab itu penanamannya harus benar-benar sesuai dengan dunia anak. Apalagi untuk siswa yang masih kelas 1. Penggunaan reward (penghargaan) atau punishment (hukuman) akan menambah minat atau motivasi belajar dan tingkat disiplin siswa.

Dengan pemberian pujian atau hadiah, siswa akan bersemangat untuk belajar dan mengerjakan tugas dengan tepat waktu. Sementara sanksi atau hukuman diberikan kepada yang melanggar, namun pemberian sanksi harus menjadikan siswa menyadari bahwa apa yang dilakukan harus bermanfaat bagi dirinya dan bagi teman lain.

Salah satu contohnya ketika ada siswa tidak bisa duduk tenang, suka ngobrol sendiri, bahkan makan di dalam kelas ketika mengikuti pelajaran di kelas (ini biasa terjadi). Dalam hal ini guru perlu berhenti sejenak, menunggu siswa duduk dan tenang kembali. Sampaikan kepada anak-anak bahwa bapak atau ibu guru senang jika anak-anak duduk dengan rapi, dan memperhatikan saat proses pembelajaran berlangsung. Atau guru mengubah strategi pembelajaran yang memungkinkan anak-anak bisa berdiri, berjalan-jalan atau bisa melaksanakan pembelajaran di luar kelas ketika proses pembelajaran. (ag1/ton)

Guru SDN 06 Gombong Kec. Belik Kab. Pemalang

Tinggalkan Balasan

Terbaru

Populer