alexametrics


Pembelajaran Dual Based Latih Siswa Jadi Entrepreneur

Oleh : Wendy Puspitasari S.Si

Rekomendasi

Menarik

RADARSEMARANG.ID, PENILAIAN hasil belajar bagi peserta didik dilakukan dengan tujuan mengetahui tingkat capaian hasil belajar/kompetensi peserta didik, mengetahui pertumbuhan dan perkembangan peserta didik, mendiagnosis kesulitan belajar peserta didik, mengetahui efektivitas proses pembelajaran, dan mengetahui pencapaian kurikulum.

Menurut Reigelut sebagaimana yang dikutip Hamzah B Uno (2011:137) menyebutkan, hasil belajar adalah semua efek yang dapat dijadikan indikator tentang nilai dari penggunaan suatu metode di bawah kondisi yang berbeda.

Syaiful Bahri Djamarah (2008:26) menyatakan, hasil belajar atau prestasi belajar adalah hasil dari suatu kegiatan yang telah dikerjakan, atau diciptakan secara individu atau kelompok. Dari ungkapan tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa tidak akan ada hasil apabila tidak ada kegiatan.
Dari beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa matematika adalah struktur yang terorganisir yang dapat digunakan untuk komunikasi dan memecahkan masalah. Dari hasil uraian di atas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar matematika adalah kemampuan yang dimiliki peserta didik dalam memahami, menggunakan dan mengembangkan matematika sebagai struktur yang terorganisasi yang dapat digunakan untuk komunikasi dan memecahkan masalah.

Pembelajaran secara kolaboratif di SMK Negeri H Moenadi dapat menciptakan siswa kreatif dan mengantarkannya menjadi entrepreneur sejati. Pada mata pelajaran (mapel) Matematika kompetensi dasar (KD) 3.4 menentukan nilai maksimum dan minimum permasalahan kontekstual yang berkaitan dengan program linear dua variabel akan dikolaborasikan dengan mapel Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP). Mengingat di SMK Negeri H Moenadi Ungaran merupakan sekolah kejuruan berbasis pertanian. Pokok yang menjadi pembahasan adalah bagaimana siswa mengolah hasil pertanian berupa jagung manis yang akan dibuat menjadi Jus Janis (Jus Jagung Manis). Kemudian dikolaborasikan dengan mapel matematika berupa KD 3.4 Program Linier, bagaimana siswa mencari laba maksimum dari penjualan Jus Janis tersebut, sehingga dapat menentukan berapa modal yang diperlukan untuk mendapatkan hasil atau laba sebesar-besarnya.

Pada kondisi awal, guru menjelaskan tentang KD 3.4 Program Linier di kelas X APHP semester gasal 2019-2020 di SMK Negeri H Moenadi Ungaran. Kemudian berkolaborasi dengan mapel Agribisnis, siswa diberi penugasan berupa proyek membuat jus Janis dan memasarkannya di internal sekolah ketika jam istirahat. Siswa diberi pengetahuan tentang modal awal, model matematika dan mengaplikasikannya pada persamaan linier dua variabel. Setelah siswa praktik langsung, akhirnya dapat menyimpulkan berapa laba yang didapatkan dengan modal yang sangat minim.

Dari penugasan berbasis proyek tersebut, siswa dapat melakukan dua aksi sekaligus yaitu menilai hasil belajar dari siswa-siswa tersebut dan menanamkan jiwa kewirausahaan dari bidang pertanian. Yakni, bidang yang selama bersekolah di SMK Negeri H Moenadi Ungaran. Mulai dari mengolah lahan, menanam benih jagung, pemberian pupuk, melaksanakan panen, mengolah hasil panen, serta menghitung pendapatan serta laba dari hasil pengolahan akhir. Yaitu berupa olahan Jus Janis.

Dengan adanya tugas proyek menjadikan para siswa menjadi pribadi yang memiliki jiwa kerja keras. Karena sudah mengerjakan tugas pada waktu yang telah ditentukan, tidak putus asa dalam menghadapi kesulitan belajar, dan selalu fokus pada pekerjaan atau pelajaran. Harapan dari guru, semoga mereka menjadi entrepreneur yang sukses. (ipa1/ida)

Guru Matematika SMK Negeri H Moenadi Ungaran dan wendyspma@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Terbaru

Populer