alexametrics


Dongkrak Minat Belajar PKn dengan Metode Bermain Peran

Oleh : Titi Retnowati, S.Pd

Rekomendasi

Menarik

RADARSEMARANG.ID, Mata pelajaran Pedidikan Kewarganegaraan (PKn) selama ini kurang diminati dan dianggap sebagai mata pelajaran yang membosankan oleh sebagian besar siswa. Hal ini berimbas pada kurangnya pemahaman siswa dalam menerima pelajaran.

Salah satu kompetensi dasar (KD) mata pelajaran PKn adalah memproyeksikan nilai dan semangat sumpah pemuda tahun 1928 dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika. KD ini dianggap sulit oleh sebagian besar siswa karena memuat banyak materi dan hafalan. Berdasarkan hasil analisis penilaian harian siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Pemalang, pencapaian hasil belajar pada KD tersebut masih rendah. Hal ini disebabkan karena guru hanya mengandalkan metode ceramah, sehingga siswa hanya terfokus pada penguasaan teori dan hafalan saja. Guru berupaya mencari solusi yang tepat untuk memperbaiki kualitas pembelajaran sehingga dapat mendongkrak minat belajar siswa. Pilihan metode yang tepat adalah bermain peran.

Menurut Hamdani (2011) metode bermain peran (role play) adalah suatu metode untuk penguasaan suatu materi pelajaran dengan cara mengembangkan imajinasi dan penghayatan siswa memerankan tokoh tertentu. Sementara menurut Mulyono (2012), metode bermain peran yaitu metode pembelajaran yang menitikberatkan pada kegiatan mengkreasi peristiwa masa lalu atau sejarah, peristiwa aktual, maupun kejadian yang mungkin akan muncul di masa mendatang. Penerapan metode bermain peran dalam pembelajaran PKn cukup efektif dan memiliki nilai tambah yaitu melibatkan semua siswa untuk berpartisipasi aktif dan dan melatih semua siswa untuk bekerja sama hingga berhasil sehingga menjadi lebih berkesan bagi siswa (Prastowo, 2013).

Langkah metode bermain peran, pertama adalah guru memberi motivasi siswa agar tertarik pada masalah yang akan dipelajari. Kedua, membuat deskripsi skenario kejadian atau peristiwa. Ketiga, siswa mempelajari karakter tokoh yang akan diperankan. Keempat, guru memilih dan menugaskan siswa untuk memerankan karakter tokoh tertentu dan menghayati peran yang dimainkan. Kelima, pelaksanaan kegiatan bermain peran. Keenam, guru dan siswa berdiskusi hasil bermain peran yang telah dimainkan. Ketujuh, siswa mengungkapkan pengalamannya dan membuat kesimpulan hasil kegiatan bermain peran.

Kelebihan metode bermain peran adalah menimbulkan kesan yang kuat dalam ingatan siswa, sangat menarik perhatian siswa sehingga pembelajaran menjadi bermakna, meningkatkan motivasi dan partisipasi aktif dari semua siswa, menumbuhkan karakter kerja sama, dan memberikan pengalaman konkret terhadap materi yang telah dipelajari. Adapun kelemahan metode bermain peran yaitu memerlukan waktu yang relatif lama, membutuhkan kreativitas yang tinggi dari guru dan siswa, sulit mencari siswa untuk memerankan tokoh tertentu karena merasa malu, jika bermain peran gagal maka tujuan pembelajaran tidak tercapai, dan metode ini hanya bisa diterapkan pada materi tertentu saja.

Agar siswa lebih semangat dan termotivasi, maka saat pelaksanaan bermain peran guru mendokumentasikannya dalam video dan memberikan reward pada pemeran terbaik. Melalui penerapan metode bermain peran diharapkan mampu meningkatkan minat belajar dan pemahaman siswa dalam pembelajaran PKn. Siswa dapat belajar lebih rileks, tidak terbebani dengan hafalan, dan menumbuhkan sikap menghargai jasa pahlawan Indonesia. Sebagai implikasinya guru dapat pula menerapkan metode ini pada materi lain yang dapat disajikan dengan bermain peran. (ag1/ton)

Guru PKn SMP Negeri 4 Pemalang

Tinggalkan Balasan

Terbaru

Populer