alexametrics


Seru Belajar Penjumlahan dan Pengurangan dengan Permainan Congklak

Oleh : Evi Budiasih, S.Pd

Rekomendasi

Menarik

RADARSEMARANG.ID, Kemampuan menyelesaikan penjumlahan dan pengurangan merupakan kemampuan yang berhubungan dengan menggunakan penalaran, logika, dan angka-angka. Belajar penjumlahan dan pengurangan tidak selamanya harus dengan rumus dan cara-cara yang membosankan. Untuk siswa kelas I SD, pembelajaran konsep penjumlahan dan pengurangan dapat melalui permainan. Karena itulah di SDN 07 Randudongkal, guru menggunakan permainan congklak sebagai media untuk pembelajaran materi penjumlahan dan pengurangan. Diharapkan dengan media congklak siswa dapat belajar lebih rileks dan senang, sehingga tujuan pembelajaran tercapai maksimal.

Pengertian congklak adalah suatu permainan tradisional yang dikenal dengan berbagai macam nama di seluruh Indonesia. Biasanya dalam permainan, sejenis cangkang kerang digunakan sebagai biji congklak. Jika tidak ada, kadangkala digunakan juga biji-bijian dari tumbuh-tumbuhan dan batu-batu kecil, (https://id.m.wikipedia.org/wiki/congklak. diakses 5 Februari 2021). Permainan congklak terdiri dari dua alat permainan yaitu papan congklak dan biji congklak. Papan congklak bisa terbuat dari kayu ataupun plastik (modern). Jika tidak ada papan congklak, maka permainan congklak tetap bisa dilakukan dengan menggambar bentuk papan congklak di atas tanah ataupun lantai.

Jumlah lubang dalam papan congklak terdiri dari 10 lubang. Setiap anak memiliki 5 lubang permainan, sudah termasuk satu lubang besar paling ujung (kanan/kiri) sebagai tempat untuk menyimpan biji congklak hasil permainan.

Secara umum permainan congklak dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu: pertama menentukan tema atau tujuan dari permainan yang dilakukan. Kemudian menentukan tempat yang akan digunakan saat bermain. Selanjutnya menentukan jenis bahan yang digunakan, bahan buatan atau bahan alami. Menentukan urutan permainan.

Adapun permainan congklak dalam pembelajaran penjumlahan dan pengurangan dapat dilaksanakan sebagai berikut: guru menjelaskan materi yang akan dipelajari. Guru menjelaskan cara menggunakan congklak untuk pembelajaran penjumlahan dan pengurangan.

Guru membagi siswa menjadi beberapa pasang siswa dan menentukan urutan permainannya agar kegiatan berjalan tertib. Setelah semua siswa selesai bermain congklak, guru memberikan kesempatan siswa untuk menanyakan hal-hal yang belum dipahaminya. Guru memberi penguatan. Guru memberikan evaluasi.

Penggunaan media congklak dalam pembelajaran mempunyai kekurangan dan kelebihan. Menurut Rina Setiowati (2017:7) kelebihan media congklak dalam melakukan konsep penjumlahan dan pengurangan adalah tidak memerlukan biaya yang sangat besar, murah meriah. Siswa akan lebih senang dan rileks dalam belajar. Walaupun dikemas dalam bentuk permainan tetapi tidak meninggalkan tujuan pembelajaran.
Dapat meningkatkan daya kreativitas siswa, baik dari aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Dalam kurun waktu 1 kali pertemuan konsep penjumlahan dan pengurangan dapat dipahami oleh siswa.
Sedangkan kekurangan dari media congklak dalam pembelajaran penjumlahan dan pengurangan adalah: belum tentu semua siswa dan guru mengerti tentang alat permainan congklak ini. Media pembelajaran congklak ini sudah jarang dijual atau jarang tersedia di toko. Tidak semua daerah mengenal permainan congklak.

Kegiatan pembelajaran materi penjumlahan dan pengurangan menggunakan media permainan congklak, disukai siswa karena siswa merasa senang dan tidak merasa terbebani dengan materi hitungan, siswa memainkan congklak sambil belajar. Hasil evaluasi di akhir pembelajaran memuaskan.

Pembelajaran papan congklak bisa disesuaikan dengan sarana prasarana yang ada. Seandainya tidak tersedia papan congklak, bisa diganti dengan membuat gambar kolom-kolom seperti pada papan congklak, dan biji congklak bisa diganti dengan batu kerikil yang didapat di sekitar sekolah. (pg2/lis)

Guru SDN 07 Randudongkal, Pemalang.

Tinggalkan Balasan

Terbaru

Populer