alexametrics


Belajar Peristiwa Kebangsaan Masa Penjajahan Lebih Mudah dengan Video

Oleh : Untung Riyadi, S.Pd

Rekomendasi

Menarik

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran peristiwa sejarah pada kelas V SDN 04 Randudongkal dalam hal ini pada materi peristiwa kebangsaan masa penjajahan apabila hanya disampaikan dengan ceramah saja, tentu siswa akan mengantuk dan bosan.

Dengan penayangan video, siswa merasa berada dalam suasana yang digambarkan dalam tayangan video tersebut. Karena itulah guru memilih menggunakan video untuk pembelajaran materi peristiwa kebangsaan masa penjajahan. Diharapkan dengan penanyangan video pembelajaran terkait materi peristiwa kebangsaan masa penjajahan siswa dapat memperoleh pengalaman secara visual.

Menurut Arief S. Sadiman (2009: 74) dalam bukunya berjudul Media Pendidikan video adalah media audio visual yang menampilkan gambar dan suara. Pesan yang disajikan bisa berupa fakta (kejadian, peristiwa penting, berita) maupun fiktif (seperti misalnya cerita), bisa bersifat informatif, edukatif maupun instruksional.

Sedangkan menurut Cecep Kustandi (2013: 64) dalam Media Pembelajaran Manual dan Digital mengungkapkan bahwa video adalah alat yang dapat menyajikan informasi, memaparkan proses, menjelaskan konsep-konsep yang rumit, mengajarkan keterampilan, menyingkat atau memperlambat waktu dan mempengaruhi sikap.

Adapun manfaat media video menurut Sudjana dan Rivai (1992) yaitu dapat menumbuhkan motivasi; Makna pesan akan menjadi lebih jelas sehingga dapat dipahami oleh peserta didik dan memungkinkan terjadinya penguasaan dan pencapaian tujuan penyampaian. Dari definisi tersebut dapat disimpulkan peran media video sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Karena selain memberikan informasi dan hiburan juga dapat dijadikan sebagai media pembelajaran yang tujuannya agar proses pembelajaran lebih cepat dipahami oleh siswa.

Prosedur dalam menerapkan media video dalam kegiatan pembelajaran sebagai berikut : isi video yang ditampilkan harus yang berkaitan dengan tema atau topik pelajaran. Gambar-gambar yang ada di dalam video tidak memuat unsur pornografi, tindakan asusila, dalam menyampaikan pesan dan akan sangat membantu pemahaman peserta didik.

Langkah pembelajaran menggunakan video pada kelas V SDN 04 Randudongkal, sebagai berikut: pertama guru menyiapkan video pembelajaran sesuai materi. Kedua guru memberi lembar kerja siswa yang harus dikerjakan setelah selesai menyaksikan tayangan video pembelajaran. Ketiga video pembelajaran terkait materi di-share di WA grup siswa. Keempat siswa mengamati video pembelajaran. Kelima setelah siswa selesai mengerjakan tugas, lembar jawab dikirimkan ke sekolah melalui perwakilan kelompok yang ditunjuk.

Kelebihan yang dimiliki media video diungkapkan Rusman (2012: 220), yaitu video dapat memberikan pesan yang dapat diterima lebih merata oleh siswa. Video sangat bagus untuk menerangkan suatu proses. Mengatasi keterbatasan ruang dan waktu, lebih realistis dan dapat diulang atau dihentikan sesuai kebutuhan.

Memberikan kesan yang mendalam, yang dapat mempengaruhi sikap siswa. Sedangkan beberapa kelemahan media video pembelajaran menurut Daryanto (2010: 90) yaitu fine details, tidak dapat menampilkan objek sampai sekecil-kecilnya.

Size information, tidak dapat menampilkan objek dengan ukuran yang sebenarnya. Third dimention, gambar video umumnya berbentuk dua dimensi. Opposition, artinya pengambilan yang kurang tepat dapat menyebabkan timbulnya keraguan dalam menafsirkan gambar yang dilihat. Material pendukung video membutuhkan alat proyeksi untuk menampilkannya.

Pembelajaran dengan video memudahkan siswa untuk memahami materi pelajaran terutama pelajaran yang berhubungan dengan kisah masa lalu. Siswa terasa mengalami sendiri dengan melihat tayangan video. Kegiatan pembelajaran dengan video terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V di SDN 04 Randudongkal. (pg2/lis)

Guru Kelas V SDN 04 Randudongkal, Pemalang.

Tinggalkan Balasan

Terbaru

Populer