alexametrics

Menceritakan Kembali Isi Fabel Lebih Menyenangkan dengan Teknik Berantai

Oleh: Miftahuljanah, S.Pd.

Rekomendasi

Menarik

RADARSEMARANG.ID, Berapresiasi sastra adalah kegiatan yang membuat orang dapat mengenal, menyenangi, menikmati, dan mungkin menciptakan kembali secara kritis berbagai hal yang dijumpai dalam teks-teks karya orang lain dengan caranya sendiri (Jabrohim 2003:71). Kegiatan berekspresi sastra dibagi menjadi dua, yaitu kegiatan berekspresi lisan dan ekspresi tulis. Kegiatan berekspresi lisan adalah kegiatan meliasankan suatu karya sastra misalnya saja membacakan, membawakan, menuturkan, dan mementaskan karya sastra, sedangkan kegiatan berekspresi tulis adalah kegiatan yang nantinya akan menghasilkan berbagai karya sastra seperti prosa, puisi, dan drama. Ekspresif dalam arti bahwa kita dimungkinkan mengekspresikan atau mengungkapkan berbagai pengalaman atau berbgai hal yang menggejala dalam diri kita untuk dikomunikasikan kepada orang lain melalui tulisan kreatif sebagai sesuatu yang bermakna (Jabrohim 2003:71).

Salah satu kompetensi dasar pembelajaran bahasa Indonesia tingkat SMP/MTs kelas VII semester 2 yaitu Menceritakan kembali isi fabel. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008 : 210) menceritakan kembali berarti menuturkan cerita kembali. Untuk mencapai kompetensi dasar tersebut siswa tidak hanya diberikan teori mengenai karya sastra prosa, tetapi siswa juga diajak mengapresiasi karya sastra. Apresiasi dilakukan dengan siswa diajak membaca dan memahami karya sastra tersebut kemudian menceritakan kembali fabel yang telah dibaca.

Keterampilan menceritakan kembali isi fabel bagi siswa akan mudah diperoleh jika ada pemahaman terhadap isi cerita sehingga akan memudahkan siswa dalam menuangkan ide dan gagasannya ke dalam bentuk lain. Fenomena yang terjadi di SMP Negeri 1 Doro dalam pembelajaran menceritakan kembali isi fabel menunjukkan kemampuan yang masih rendah. Hal utama yang tampak dalam pembelajaran adalah siswa kurang memiliki keberanian untuk melakukan peragaan karakter tokoh dalam menceritakan kembali tanpa mengekspresikan karakter tokoh.

Dari permasalahan di atas perlu dicari alternatif lain sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa. Hal ini mengingat pentingnya pengajaran berbicara sebagai salah satu usaha meningkatkan kemampuan berbahasa lisan di tingkat SMP, penulis menggunakan teknik pembelajaran berbicara dengan teknik cerita berantai. Dipilihnya teknik cerita berantai ini karena mampu mengajak siswa untuk berbicara. Dengan teknik ini, siswa termotivasi untuk berbicara di depan kelas. Siswa dirangsang untuk mengembangkan kemampuan berpikir dan berimajinasi. Di samping itu, diharapkan pula agar siswa mempunyai keberanian dalam berkomunikasi. Menurut Tarigan (1990), penerapan teknik cerita berantai ini dimaksudkan untuk membangkitkan keberanian siswa dalam berbicara. Jika siswa telah menunjukkan keberanian, diharapkan kemampuan berbicaranya menjadi meningkat.

Langkah-langkah pembelajaran yang dilakukan adalah; pertama, siswa membentuk kelompok yang terdiri atas 5 anak. Kedua, setiap kelompok mendapatkan cerita fabel yang berbeda dari guru. Ketiga, setiap kelompok membaca dan memahami isi fabel yang sudah dibagikan. Keempat, tiap kelompok diundi untuk ke depan kelas atau di luar kelas (tiap anggota ditempel kertas bernomor 1-5). Kelima, guru memerintahkan nomor yang disebut untuk memulai meceritakan isi fabel. Guru akan menghentikan dan berpindah pada nomor yang lain untuk melanjutkan isi cerita. Kelompok lain menilai dengan format yang sudah disediakan guru. Keenam, guru dan siswa melakukan refleksi pembelajaran.

Penggunaan teknik cerita berantai ternyata memberikan beberapa manfaat dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa, antara lain; pembelajaran berlangsung lebih efektif, keaktifan siswa lebih meningkat, terjadi interaksi positif antara siswa dengan siswa dan antara siswa dengan guru, dan proses pembelajaran berjalan lebih terarah dan lebih menarik. (ti1/ton)

Guru Bahasa Indonesia SMP Negeri 1 Doro Kab. Pekalongan

Tinggalkan Balasan

Terbaru

Populer