alexametrics

Peran Pendidik menjadi Personal Tokoh

Oleh: Sriyani, S.Pd.

Rekomendasi

Menarik

RADARSEMARANG.ID, Semangat peserta didik dalam rangka mengikuti pembelajaran di sekolah pada hakikatnya sangat dipengaruhi oleh figur pendidik. Guru atau pendidik hendaknya luwes dalam membawa diri di hadapan para peserta didik, baik di dalam maupun di luar kelas.

Ketika pendidik tampil dengan pesona yang menarik layaknya seorang guru, serta sikap ramah dan familier terhadap peserta didik sudah barang tentu akan menarik perhatian mereka. Sehingga hal ini dijadikan sarana dalam rangka mengambil hati peserta didiknya. Pendidik bisa leluasa menyampaikan materi pembelajaran dengan kondisi kegiatan belajar mengajar saling keterkaitan dan kerjasama yang baik, serta adanya umpan balik (feedback).

Guru atau pendidik dalam pembelajaran dapat menjadi personal tokoh. Artinya ia mampu berpacu diantara guru lain untuk tampil baik, dengan sikap dan cara konsekuen. Bahwasanya guru tidak boleh melakukan pencitraan diri sendiri dengan menganggap dirinya lebih baik atau paling baik dari guru yang lain. Bahkan guru akan lebih bijak ikut menjunjung nama baik guru yang lain, sehingga nantinya akan tercipta kondisi seluruh guru yang memiliki dedikasi baik, dan tauladan mereka akan membawa nama baik institusi. Dengan demikian, bila kondisi semacam ini terjaga maka sekolah menjadi idola para calon peserta didik yang hendak memulai mengenyam lingkungan baru.

Kenyamanan lingkungan sekolah pada hakikatnya bukan tentang kemewahan sarana prasarana yang ada. Akan tetapi sikap tauladan pendidik dan tenaga kependidikan merupakan unsur utama yang menentukan daya tarik dan nilai jual bagi para calon peserta didik baru. Keramahan lingkungan tidak serta merta didominasi oleh tata letak bangunan dan fasilitas yang mewah serta tumbuhan yang asri akan hijau dedaunan. Lebih utama personil atau keluarga pengelola institusi yang menjadi penentu kondisi suatu sekolah.

Untuk itu, maka perlu sinergi antara pendidik, tenaga kependidikan, dan peserta didik yang terbiasa bersikap dan berperilaku baik. Sehingga sekolah dalam kondisi semacam itu bisa dikatakan sebagai sekolah favourit dilihat dari kacamata moralitas. Maka, dalam rangka menajaga kondisi yang telah baik ini perlu pula dukungan pihak ketiga, yaitu orang tua peserta didik dalam membimbing putra putrinya di rumah atau di lingkungan keluarga maupun di masyarakat. Di mana peserta didik yang terbiasa bersikap dan berperilaku baik di lingkungan keluarga maupun masyarakatnya, kita bisa berharapan bahwa mereka akan cukup mudah menerima bimbingan untuk berperilaku baik pula di sekolah. Untuk itu peran orangtua di rumah juga sangat penting dan diperlukan oleh sekolah sebagai keseimbangan dalam rangka kerja sama pembimbingan.

Untuk itu maka dapat ditarik simpulan bahwa, guru berniat menjadi personal tokoh tidak lain untuk menempatkan dirinya menjadi figur pendidik yang memiliki tauladan, sehingga sikap dan perilakunya menjadi dambaan para peserta didik. Dengan demikian maka akan memunculkan suasana nyaman serta semangat akan keinginan meningkatkan hasil pembelajaran yang optimal bagi peserta didik. Lebih lanjut merupakan harapan negeri ini, bila memiliki guru-guru yang penuh tauladan serta peserta didik yang pintar dan berbudi pekerti baik seiring cita-cita dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Sejalan dengan itu, mari ciptakan kondisi lingkungan pembelajaran dengan segala kenyamanan, utamanya nyaman akan sikap kita sebagai pendidik dengan cerminan dedikasi yang menjadi dambaan bagi setiap peserta didiknya. Kita pasti bisa. (bs1/ton)

Guru PPKn SMP Negri 9 Salatiga

Tinggalkan Balasan

Terbaru

Populer