alexametrics

Pendidikan di Era Pandemi Covid-19: Efektivitas Pembelajaran PPKn Berbasis Daring

Oleh : Isnaeni Hesti P, S.Pd

Rekomendasi

Menarik

RADARSEMARANG.ID, Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China pada akhir Desember 2019. Virus ini menyebar cepat hampir ke semua negara, termasuk Indonesia, dan memberi tantangan tersendiri kepada lembaga pendidikan.

Tidak bisa dipungkiri dunia pendidikan sedang dalam keadaan yang memaksakan guru dan siswa belajar secara daring. Dampak dari meluasnya pandemi Covid-19 yang berimbas belum memungkinkannya dilaksanakan pembelajaran tatap muka.

Menurut Munir (2009) pembelajaran jarak jauh adalah ketika proses pembelajaran tidak terjadinya kontak dalam bentuk tatap muka langsung antara pengajar dan pembelajar. Sehingga pembelajaran dilaksanakan menggunakan alat komunikasi dua arah.

Penelitian yang dikakukan Zhang et al., (2004) menunjukkan bahwa penggunaan internet dan teknologi multimedia mampu merombak cara penyampaian pengetahuan dan dapat menjadi alternatif pembelajaran yang dilaksanakan dalam kelas tradisi.

Seiring berjalannya waktu, teknologi juga berkembang mengikuti zaman. Teknologi menjadi salah satu jalan keluar untuk mewujudkan pembelajaran jarak jauh yang efektif. Sejauh ini banyak aplikasi dan website yang memungkinkan untuk menunjang online learning, seperti contoh Zoom, Moodle, Google Meet, dan lain sebagainya.

Tentu saja hal ini akan berimbas kepada efektivitas pembelajaran di setiap mata pelajaran, tidak terkecuali Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di SMKN 1 Windusari. Keberhasilan proses pembelajaran adalah tujuan dambaan semua guru. PPKn merupakan salah satu mata pelajaran yang harus dikuasai siswa di semua jenjang. Bertujuan memfokuskan siswa pada pembentukan warga negara yang memahami dan mampu melaksanakan hak-hak kewajiban menjadi warga negara yang baik, cerdas, terampil, dan berkarakter yang diamanatkan dalam Pancasila dan UUD 1945.

Menurut Cholisin (2004:12) secara sederhana tujuan PPKn adalah membentuk warga negara yang lebih baik (good citizen) dan mempersiapkannya untuk masa depan. Peserta didik yang berpartisipasi secara bertanggung jawab akan mewujudkan pembelajaran yang optimal. Sehingga diperlukan inovasi guru untuk merancang bahan ajar daring yang akan menarik dan memotivasi minat belajar siswa.

Inti pembelajaran PPKn adalah mengajarkan siswa menjadi warga negara yang baik dan mengajarkan penerapan nilai-nialai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran daring dapat membantu mempermudah penyampaian ilustrasi materi tersebut. Dalam pembelajaran tradisional, kebanyakan guru menjelaskan materi dengan metode ceramah yang akan mengundang kejenuhan jika hal ini terus-menerus dilakukan. Dengan pembelajaran daring, guru bisa meningkatkan inovasi pembelajaran dengan menggambarkan sesuatu misalnya penggunaan gambar, foto, video dan yang lainnya. Demikian pula materi yang rumit, dapat dijelaskan dengan cara yang sederhana, sesuai tingkat berfikir peserta didik, sehingga menjadi lebih mudah dipahami.

Guru dapat memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan proses belajar mengajar menjadi lebih menarik dan lebih efektif. Dengan ilustrasi menggunakan berbagai media tersebut, materi akan lebih mudah diserap siswa, sehingga implikasi dalam masyarakat akan terwujud. Selain itu, guru juga bisa mengarahkan siswa menggunakan berbagai media pembelajaran jarak jauh untuk membantu siswa memperluas pengetahuan kewarganegaraan. Sehingga terwujudnya efektivitas pembelajaran.

Guru juga bisa memberikan tugas terkait implikasi siswa dalam penerapan nilai-nilai Pancasila di masyarakat. Karena siswa kemungkinan besar akan menghabiskan waktu belajar di lingkungan rumah, maka akan lebih banyak interaksi siswa dengan masyarakat sekitar.

Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran PPKn berbasis daring, efektif terhadap partisipasi belajar peserta didik dalam situasi di masa pandemi seperti ini. Pembelajaran PPKn berbasis daring sangat membantu memperlancar proses belajar mengajar yang sempat terhambat dan tidak melaksanakan pembelajaran secara tatap muka. (pm1/lis)

Guru SMKN 1 Windusari, Kabupaten Magelang

Tinggalkan Balasan

Terbaru

Populer