alexametrics

Bermain, Belajar Gaya Baru Matematika pada Siswa SD Kelas Rendah

Oleh : Ermiatun, S.Pd.SD.

Rekomendasi

Menarik

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran Matematika perlu dikenalkan kepada siswa kelas rendah. Begitu juga di satuan pendidik bagi kelas 1 SD Negeri 04 Bongas Watukumpul – Pemalang. Mengapa anak perlu mengenal matematika? Karena dalam keseharian matematika berguna bagi semua orang, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Mengenalkan matematika sejak usia dini di kelas I Sekolah Dasar kepada anak sangatlah membantu anak memiliki life skill (kecakapan hidup) pada masa depan. Sebab hampir semua aspek kehidupan manusia berhubungan dengan matematika.

Adapun kompetensi ini yang kurang berkembang pada anak melalui kegiatan bermain matematika, yaitu anak mampu memecahkan masalah, menalar, membuktikan, menghubungkan, menentukan alat dan strategi pemecahan masalah. Selain itu mengomunikasikan pemikiran dengan menggunakan benda-benda yang kongrit dalam mengenal bilangan dan juga anak mampu memahami serta membuat pola dan memperkirakan kelanjutan pola tersebut.

Selain itu mengeksplorasi tentang kemungkinan dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan informasi atau data. Dengan demikian, melalui kegiatan mengenal matematika dengan bermain sejak usia dini di SD, ini diharapkan anak mampu belajar mengenal konsep matematika yang benar dengan cara yang menarik dan menyenangkan serta menghindari rasa takut terhadap pelajaran itu sejak dini.

Penulis sebagai guru kelas I SD Negeri 04 Bongas Watukumpul – Pemalang, dalam mengajar matematika dalam KD, mengenal dan menghafalkan bilangan angka. Secara alami melalui bermain, misalnya mengenalkan konsep urutan 1-10 dengan mengajak anak untuk bernyanyi.

Adapun tips untuk mengenal matematika dengan bermain yang penulis terapkan di siswa kelas I SD Negeri 04 Bongas Watukumpul – Pemalang, yaitu: Pertama, guru dan orang tua harus memahami konsep-konsep matematika permulaan, yaitu matematika yang ada di keseharian kita. Kedua, gunakan benda-benda yang kongrit serta mudah ditemui di rumah seperti gelas, sendok, piring dan sebagainya. Ketiga, agar kegiatan bermain lebih menarik, libatkan orang tua atau orang dewasa disekitar anak. Keempat, jangan lupa didampingi anak selama proses kegiatan bermain matematika berlangsung. Kelima, berikan pujian setelah anak dapat selesai melakukan kegiatan bermain matematika.

Sebagai bahan laporan orang tua ke guru, orang tua mendokumentasikan kegiatan main anak dengan cara mengambil gambar (foto), atau dengan video menggunakan ponsel. Orang tua juga menceritakan apa yang dilakukan oleh anak di rumah kepada gurunya secara lisan. Untuk hasil rekaman kegiatan bermain anak menjadi bahan komunikasi guru dan orang tua terkait pencapaian tahapan perkembangan anak. Guru harus selalu berkomunikasi secara efektif dengan orang tua untuk menemukan solusi apabila anak atau orang tua mengalami kesulitan selama pengenalan matematika dengan bermain di rumah.

Oleh karena itu, penulis sebagai guru di SD Negeri 04 Bongas Watukumpul Pemalang mengharapkan kerjasama yang baik antara guru dan kepedulian orang tua siswa, dalam menciptakan pola belajar matematika dengan bermain agar terwujud life skill pada masa depan anak, juga menciptakan suasana belajar-mengajar yang menarik, menyenangkan dan tak membosankan, serta menghindari rasa takut terhadap pelajaran matematika. (pg2/ton)

Guru Kelas SD Negeri 04 Bongas, Watukumpul, Pemalang.

Tinggalkan Balasan

Terbaru

Syekh Jumadil Kubro Generasi Pertama Walisongo

RADARSEMARANG.ID - Makam Syekh Maulana Jumadil Kubro ditemukan pada zaman penjajahan Belanda. Makamnya berlokasi di Jalan Arteri Yos Sudarso...

Lainnya

Menarik

Populer

Taman Pierre Tendean Usung Konsep Smart Park

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Taman Pierre Tendean bakal menjadi taman percontohan di Kota Semarang. Mengusung konsep Smart Park dengan sentuhan...