alexametrics


Metode Investigasi Menumbuhkan Kreativitas Siswa di Masa Pandemi

Oleh : Niti Ningsih, S.Pd

Rekomendasi

RADARSEMARANG.ID, Terlalu banyak tugas rumah di masa pandemi, terkadang membuat anak menjadi jenuh dan cenderung tidak disiplin. Hal ini bisa disikapi guru dengan cara memberikan tugas dengan metode yang variatif, baik secara individu maupun kelompok. Tidak hanya mengerjakan soal-soal yang monoton, tapi anak juga ditantang untuk bereksplorasi dengan cara sederhana.

Metode investigasi bisa menjadi metode alternatif yang menyenangkan bagi siswa. Metode ini dapat dilaksanakan secara individu atau kelompok, dengan cara melibatkan siswa dalam kegiatan investigasi (penelitian/penyelidikan). Kegiatan siswa dimulai dari membuat perencanaan, menentukan topik dan cara melakukan penyelidikan untuk menyelesaikan topik.

Layaknya sebuah penelitian, maka sebelum siswa terjun untuk mengadakan investigasi maka diperlukan rancangan apa saja yang akan diinvestigasi; bagaimana cara melakukan investigasi; alat apa yang digunakan untuk menginvestigasi; bagaimana cara melaporkan hasil investigasi.

Metode investigasi juga melatih kemampuan menulis laporan, keterampilan berkomunikasi dan keterampilan kerja kelompok. Melalui kegiatan investigasi tersebut, peserta didik dituntut untuk aktif dan kreatif. Supaya kegiatan investigasi berlangsung menyenangkan, maka guru perlu memfasilitasi topik investigasi yang menarik.

Pelaksanaan metode investigasi dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok, setiap kelompok terdiri dari 5 sampai 6 peserta didik dengan karakteristik yang heterogen. Pembagian kelompok dapat berdasarkan atas kesenangan berteman atau kesamaan minat terhadap suatu topik tertentu.

Kelompok memilih topik yang ingin dipelajari. Kelompok menyusun rencana investigasi yang berisi waktu, tempat, strategi investigasi, alat investigasi, dsb. Kelompok melakukan investigasi mendalam terhadap berbagai subtopik yang telah dipilih. Kelompok menulis laporan investigasi. Guru memandu proses evaluasi yaitu memberikan umpan balik antarkelompok.

Dalam praktiknya di SDN 02 Ambowetan, metode ini sangat berhasil ketika diterapkan dalam pembelajaran mata pelajaran IPA, IPS, PPKn dan bahasa Indonesia bahkan tematik. Dan bisa dilakukan di semua tingkatan kelas tergantung kompleksitas topik yang dipilih. Menjadikan kelas sebagai sebuah tempat kreatifitas yang kooperatif dimana guru dan siswa membangun proses pembelajaran yang didasarkan pada perencanaan mutual dari berbagai pengalaman, kapasitas dan kebutuhan masing-masing.

Contoh ide penerapan metode investigasi dalam pembelajaran antara lain: belajar kewirausahaan di industri kecil misalnya mempelajari usaha konveksi, pengadaan bahan baku, proses produksi dan pemasaran. Belajar IPA di lingkungan sekolah (kebun) untuk mengamati perkembangbiakan tumbuhan, mengamati kehidupan serangga, mengklasifikasikan jenis tumbuhan dan bebatuan, dsb.

Belajar bahan pangan di rumah, toko atau supermarket. Hal-hal yang diselidiki misalnya jenis dan nama sayuran, buah, bumbu, rempah-rempah yang masih asing; mengidentifikasi jenis-jenis mi dan pasta. Mengidentifikasi jenis-jenis ikan, dsb.

Pembelajaran tersebut sangat menarik dan membuat siswa tertantang, serta menumbuhkan kreatifitas dan yang tak kalah penting adalah tumbuhnya karakter disiplin, tanggung jawab, serta mandiri. (pg2/lis)

Guru SDN 02 Ambowetan, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang

Terbaru

Populer

Lainnya