alexametrics


Meningkatkan Kreativitas Berpikir Siswa dengan Model Mind Mapping

Oleh: Sunariyah, S.Pd

Rekomendasi

Menarik

RADARSEMARANG.ID, Kegiatan pembelajaran IPS berdasarkan pengamatan selama ini di SMP Negeri 2 Sukorejo belum optimal. Kegiatan belajar mengajar lebih didominasi oleh guru. Guru belum membiasakan siswa untuk memunculkan ide-ide dan belum mengembangkan kreativitas siswa. Di samping itu siswa kurang aktif dan kreativitas mereka juga belum berkembang dalam proses pembelajaran sehingga belum mampu memunculkan ide-idenya. Hal tersebut dapat mempengaruhi hasil penilaian harian pembelajaran IPS pada siswa masih banyak di bawah KKM.

Melihat kondisi pembelajaran IPS di SMP 2 Sukorejo seperti itu maka perlu ada perubahan dalam pembelajaran di antaranya menggunakan model pembelajaran mind mapping. Model mind mapping mampu mengasah kemampuan kerja otak meningkatkan kreativitas berfikir sehingga bisa memunculkan ide-idenya yang dituangkan dengan mind mapping mereka sendiri. Dengan mind mapping, siswa dapat mencatat dengan cara yang lebih kreatif sehingga dengan sendirinya materi yang mereka catat akan terekam dalam ingatan siswa.

Model pembelajaran mind mapping adalah teknik pemanfaatan keseluruhan otak dengan menggunakan citra visual dan prasarana grafis lainnya untuk membentuk kesan (Swadarma, 2013: 2). Dengan kata lain mapping adalah cara mencatat yang efektif, efisien, kreatif, menarik, mudah dan berdaya guna karena dilakukan dengan cara memetakan pikiran-pikiran kita. Selanjutnya, mapping juga dapat dijelaskan sebagai sistem berpikir yang terpencar (radiant thinking) sehingga dapat mengembangkan ide dan pemikiran ke segala arah, divergen, dan melihatnya secara utuh dalam berbagai sudut pandang. Menurut Olivia (2014: X) dengan menggunakan mind mapping penulisan catatan akan lebih menarik secara visual sehingga bisa membantu kita mengelola informasi saat kita terima, bisa menambahkan kaitan dan asosiasi baru, serta menjadikan informasi lebih lama bertahan dalam ingatan.

Kegunaan mapping sangat membantu dalam pembelajaran. Menurut Swardama (2013:8) kegunaan mapping antara lain menyeleksi informasi berdasarkan sesuatu yang dianggap penting dan sesuai dengan tujuan, mengasah kemampuan kerja otak karena mapping penuh dengan unsur kreativitas. Membuat banyak pilihan dari berbagai rute keputusan yang mungkin, menambah dam mempercepat pemahaman pada saat pembelajaran karena dapat melihat keterkaitan antartopik yang satu dengan yang lainnya. Adapun aturan dalam pembuatan mind mapping agar menarik yaitu menggunakan kertas putih polos berorientasi landscape. Spidol warna-warni dengan jumlah warna sekitar 2 – 7 warna, dan tiap cabang berbeda warna. Membuat garis lengkung yang bentuknya mengecil dari pangkal menuju ujung. Pada cabang utama yang dimulai dari tengah menggunakan huruf kapital, sedangkan pada cabang menggunakan huruf kecil. Posisi antara garis dan huruf pun sama panjang. Keyword merupakan kata yang mewakili pesan yang ingin disampaikan. Key image adalah kata bergambar yang mempermudah kita untuk mengingat. Prinsip mapping adalah radiant thingking, jadi tema besar di tengah kertas akan memancar ke segala arah.

Menurut Swadarma (2013:9) model pembelajaran mind mapping memiliki beberapa kelebihan antara lain: meningkatkan kinerja manajemen, memaksimalkan kinerja kerja otak, saling berhubungan satu sama lain sehingga makin banyak ide dan informasi yang dapat disajikan, memacu kreativitas, sederhana, dan mudah dikerjakan. Sewaktu-waktu dapat me-recall data yang ada dengan mudah, menarik dan eye catching, dapat melihat sejumlah data dengan mudah.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa mind mapping adalah suatu cara mencatat menarik yang membutuhkan daya imajinasi dan kreativitas pembuatnya. Mind mapping memiliki visual yang menarik sehingga dapat meningkatkan kreatifitas berpikir siswa sehingga hasil belajar siswapun juga mengalami peningkatan. (bw2/lis)

Guru IPS SMP Negeri 2 Sukorejo

Tinggalkan Balasan

Terbaru

Populer