alexametrics


Meningkatkan Hasil Belajar Geografi melalui Pendekatan SAVI

Oleh : Dra. Eko Wahyuningsih

Rekomendasi

RADARSEMARANG.ID, Selama ini, proses pembelajaran geografi yang ditemui di kelas VII H SMP Negeri 1 Ungaran masih dilakukan dengan konvensional, ekspositori, dan drill. Proses ini hanya menekankan pada pencapaian tuntutan kurikulum dan penyampaian tekstual dari pada mengembangkan kemampuan belajar dan membangun individu. Kondisi seperti ini tidak akan menumbuhkembangkan aspek kemampuan dan aktivitas siswa seperti yang diharapkan. Akibatnya hasil belajar yang didapat tidak seperti yang diharapkan.

Dominasi guru dalam proses pembelajaran menyebabkan kecenderungan siswa lebih pasif, sehingga mereka lebih banyak menunggu materi yang diberikan guru dari pada mencari dan menemukan sendiri pengetahuan, ketrampilan atau sikap yang mereka butuhkan. Salah satu pendekatan yang menarik adalah pendekatan SAVI.

Pendekatan SAVI dengan Model Example Nonexample dapat melatih peserta didik untuk menggabungkan gerakan fisik dengan aktifitas intelektual dan penggunaan semua indera yang dapat berpengaruh besar pada pembelajaran geografi. Unsur-unsur SAVI, yaitu Somatis merupakan belajar dengan bergerak dan berbuat, Auditori merupakan belajar dengan berbicara dan mendengar, Visual merupakan belajar dengan melihat dan mengamati, dan Intelektual merupakan belajar dengan memecahkan masalah dan berpikir.

Sedangkan model Example Nonexample adalah metode belajar yang menggunakan contoh-contoh yang relevan dengan KD. Misalnya bagaimana suatu film diperkenankan atau ditindaklanjuti dan dipolakan sesuai dengan bentuk belajar yang diinginkan. Prinsip-prinsip pemanfaatan juga dikaitkan dengan karakteristik pembelajar. Seseorang yang belajar mungkin memerlukan bantuan ketrampilan visual atau verbal agar dapat menarik keuntungan dari praktik atau sumber belajar.

Pada hakikatnya hasil belajar merupakan perubahan perilaku yang diperoleh pembelajar setelah mengalami aktivitas belajar selama pembelajaran berlangsung. Perolehan aspek-aspek perubahan perilaku tersebut bergantung pada hal-hal yang di pelajari oleh pembelajar. Hasil belajar juga ditentukan oleh proses pembelajaran. Jika pembelajaran dilakukan secara maksimal maka hasil belajar juga akan maksimal. Pembelajaran tersebut juga berkaitan dengan proses perencanaan pembelajaran yang tercantum dalam rancangan perangkat pembelajaran.

Terdapat dua siklus kegiatan yang meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Hasil kegiatan tersebut menunjukkan bahwa melalui penerapan metode example Nonexample dan pendekatan SAVI dapat meningkatkan hasil belajar dari nilai rerata 71 menjadi 81 berarti ada peningkatan 10 poin atau sebesar 18,5 %. Berdasarkan hasil refleksi, yakni dari hasil kegiatan diskusi antara peneliti dan mitra peneliti menyimpulkan bahwa kegiatan pembelajaran dengan metode Xample Nonexample yang telah dipraktekkan dalam kegiatan penelitian ini ternyata telah memberikan dampak yang efektif terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Oleh karena itu, kegiatan pembelajaran sudah dianggap optimal maka berdasarkan hasil refleksi kegiatan penelitian ini dianggap selesai. Selain itu, responden juga menyatakan bahwa kegiatan pembelajaran seperti ini menyenangkan dan membuat mereka termotivasi.

Berdasarkan hasil kegiatan pembelajaran geografi dengan pendekatan SAVI terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap siswa. Peningkatan hasil belajar itu tentu harus diikuti keaktifan dan kerja sama antara siswa dan guru dalam pembelajaran. (bw1/ton)

Guru IPS di SMP Negeri 1 Ungaran

Terbaru

Fadia Baca Semua Aduan Warga

Tempat Ibadah Harus Taat Prokes

Populer

Lainnya