alexametrics


Urgensi Pembelajaran Tematik terhadap Values Education Siswa SD

Oleh: Khusnul Fatimah,S.Pd,.SD.

Rekomendasi

Menarik

RADARSEMARANG.ID, Banyaknya permasalahan yang sering terjadi di Negara Indonesia saat ini membuat masyarakat semakin resah. Akan tetapi yang lebih meresahkan lagi adalah merajuknya kriminalitas pada dunia pendidikan tingkat dasar, yaitu seringnya terjadi kekerasan di sekolah dasar/madrasah ibtidiyah. Semakin hari semakin meningkat tingkat kriminalitas tersebut, sehingga sungguh ngeri membayangkan kehidupan para generasi kita yang akan datang.

Oleh karena itu, saat ini sudah waktunya kita untuk berbuat adil terhadap anak-anak. Karena setiap anak mempunyai dunia tersendiri, yaitu dunia yang jauh dari konflik. Dengan demikian, yang perlu dibenahi adalah pola pendidikan. Baik pendidikan di sekolah maupun pendidikan dalam keluarga. Yang paling utama adalah bagaimana cara kita menerapkan pendidikan nilai pada generasi muda sekarang. Pada saat ini, pendidikan sekolah masih menjadi prioritas unggulan, sehingga tidak ada salahnya jika kita menyoroti proses pembelajaran di sekolah.

Baru-baru ini pemerintah menerapkan model pembelajaran tematik, dengan ini terbukti bahwa pemerintah juga mengharapkan perbaikan dalam setiap proses pembelajaran. Karena dalam pembelajaran tematik, sistem pelaksanaannya adalah humanisasi, sehingga di dalam pelaksanaannya tidak boleh ada tekanan dan tuntutan hanya kerja sama antara guru dengan siswa.

Aktivitas-aktivitas berdasarkan nilai yang ada dalam Living Values: An Educational Program dirancang untuk memotivasi murid dan mengajak mereka untuk memikirkan diri sendiri, orang lain, dunia, dan nilai-nilai dalam cara yang saling berkaitan. Kegiatan-kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkuat dan memancing potensi, kreativitas, dan bakat-bakat tiap murid. Para murid diajak untuk berefleksi, berimajinasi, berdialog, berkomunikasi, berkreasi, membuat tulisan, menyatakan diri lewat seni, dan bermain-main dengan nilai-nilai yang diajarkan. Latihan-latihan yang ada, termasuk membangun keterampiln yang menghargai diri sendiri, keterampilan berkomunikasi sosial yang positif, keterampilan berpikir kritis, dan menyatakan diri lewat seni dan drama.

Pada kebijakan yang terbaru ini, pemerintah mencanangkan model pembelajaran tematik. Pada pembelajaran tematik ini pemerintah berharap bahwa setiap guru sadar akan pentingnya strategi belajar mengajar dan penguasaan metode dalam pembelajaran. Sehingga dalam penerapan model pembelajaran tematik ini sangat memaksa para guru untuk dapat menguasai banyak metode pembelajaran guna memudahkan siswa dalam memahami materi-materi yang diajarkan. Karena dalam model pembelajaran tematik ini yang lebih ditekankan adalah sistem kebersamaan antara guru dengan siswa, bukan sistem tekanan atau paksaan.

Pada model pembelajaran tematik sistem pelaksanaannya adalah sebagai berikut: 1. Guru mengajak siswa untuk lebih kreatif 2. Guru memberikan pengalaman lansung pada siswa pada setiap materi yang diajarkan 3. Guru selalu sedia media pembelajaran yang sesuai dengan materi.

Dengan sistem pelaksanaan di atas, pembelajaran di SD Negeri Kutosari, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan tidak lagi berkesan membosankan dan menakutkan. Karena siswa tidak lagi disajikan tulisan yang berderet dan hanya mampu membaca, tetapi masih sulit memahami. Dengan demikian, guru akan lebih mudah mengkondisikan kelas, memahami karakteristik siswa, memahami gaya belajar siswa, dan yang paling penting memahami psikologis siswa. (bp2/aro)

Guru Kelas SD Negeri Kutosari, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan

Terbaru

Populer