alexametrics


Pemanfaatan Media Sosial dalam Pembelajaran Daring

Rekomendasi

RADARSEMARANG.ID, Seperti yang kita ketahui saat ini, perkembangan gadget di Indonesia mengalami perkembangan yang sangat luar biasa. Pertumbuhannya sangat pesat. Hal ini bisa diketahui hampir semua kalangan masyarakat sudah menggunakan gadget dalam kesehariannya.

Gadget (Bahasa Indonesia acang) adalah suatu istilah yang berasal dari bahasa Inggris untuk merujuk pada suatu piranti atau instrument yang memiliki piranti atau instrumen yang memiliki tujuan dan fungsi praktis spesifik yang berguna yang umumnya diberikan terhadap sesuatu yang baru. Sementara secara umum gadget dalam pengertian umum dianggap sebagai suatu perangkat elektronik yang memiliki fungsi khusus pada setiap perangkatnya. Sebagai contoh seperti komputer,handphone dan sebagainya.

Saat ini gadget dapat dikatakan sebagai alat yang sangat dekat dalam kehidupan masyarakat Indonesia, sehingga dalam kesehariannya tidak bisa terlepas dari gadget. Perkembangan handphone atau smartphone pun semakin pesat dengan adanya fitur yang semakin tahun semakin canggih. Hal ini membuat konsumen semakin tertarik dengan handphone yang terbaru, sehingga hampir produk yang dipasarkan laku keras di pasaran.

Perkembangan gadget yang luar biasa pada masyarakat kita pastinya ada dampak positif dan negatif yang ditimbulkannya. Apalagi dalam penggunaan gadget ini tidak dibatasi umur, sehingga gadget dapat dimiliki dari anak anak sampai orang tua. Begitu juga tidak terlepas di kalangan remaja atau pelajar. Bila seorang pelajar itu bijak dalam menggunakannya pastinya banyak manfaat yang akan diperolehnya. Namun sayangnya gadget yang dimiliki pelajar sering tidak dimanfaatkan untuk menunjang belajarnya namun digunakan untuk hal-hal yang negatif yang dapat merugikan pelajar itu sendiri.

Bentuk bentuk media sosial yang saat ini akrab dengan kita di antaranya ada Facebook, Instagram, Twitter, Tik Tok, Pinterest, Youtube dan juga blog. Media sosial ini dapat digunakan untuk pendidikan atau pembelajaran dan terdapat beberapa manfaatkan di antaranya (1) Dapat digunakan dalam berinteraksi dan berkomunikasi antara guru dan siswa. Dengan media sosial ini kita mengajak siswa berinteraksi baik menggunakan media sosial atau aplikasi perpesanan, (2) Dapat digunakan untuk memberikan materi pembelajaran. Di sini guru dapat memanfaatkan media sosial dan aplikasi perpesanan untuk memberikan materi pembelajaran seperti yang kita lakukan saat ini dengan menggunakan grup Whatsapp, goggle classroom, Zoom, Google Form, (3) Dapat dijadikan sebagai sumber belajar, (4) Mendukung materi pembelajaran. Di sini media sosial dapat membantu mengidentifikasi konten tambahan untuk memperkuat atau memperluas materi pembelajaran. Misalnya melalui Youtube untuk membantu menyediakan video bagi pelajar secara audio visual ketika dibutuhkan untuk memperjelas materi pembelajaran, (5) Dapat digunakan untuk evaluasi pembelajaran seperti google formulir, Quizziz, Kahoot.

Beberapa media sosial di atas, dimanfaatkan oleh penulis pada waktu memberikan pembelajaran dengan siswa yang ada di SMPN 24 Semarang. Lebih-lebih di masa Covid yang memang hamya bisa dilakukan secara daring,s ehingga keberadaan media sosial ini sangat membantu dalam proses belajar mengajar. (fbs2/ton)

Guru SMP N 24 Semarang

Terbaru

Populer

Lainnya