alexametrics


Tingkatkan Pemahaman Teks Eksposisi dengan Metode Inquiry

Rekomendasi

Menarik

RADARSEMARANG.ID, KURIKULUM 2013 mencanangkan pembelajaran berbasis teks. Artinya peserta didik dituntut untuk mampu memproduksi sebuah teks melalui keterampilan menulis. Adapun tujuan dari pengembangan kurikulum 2013 menurut Kemendikbud (Permendikbud nomor 69 tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Menengah Atas/Madrasah Aliyah) yaitu mempersiapkan manusia Indonesia agar memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan peradaban dunia.

Salah satu pembelajaran bahasa Indonesia di SMA dengan KD 4.3 Mengembangkan Isi Teks Eksposisi secara lisan dan/atau tulis. Maka dari itu, diharapkan peserta didik dalam kurikulum 13, bisa menyampaikan pendapat melalui teks eksposisi.

Menurut Parera (1982:3), karangan eksposisi bertujuan menerangkan, memaparkan atau memberi pemahaman pokok pikiran dengan sejelas-jelasnya agar pembaca dapat memahami tentang sesuatu permasalahan. Adapun permasalahan menyampaikan pendapat baik lisan maupun tulis peserta didik di SMA Negeri 2 kadang masih mengalami kendala. Karena ada yang menyampaikan dengan bahasa yang kurang baik. Contohnya dalam satu kalimat, kata diulang-ulang sampai tiga bahkan empat kali, sehingga pemilihan media mutlak dilakukan guru sebagai fasilitator.

Pada pembelajaran teks eksposisi memiliki struktur yang terdiri atas pernyataan pendapat (tesis), argumentasi, dan penegasan ulang pendapat atau rekomendasi. Dengan metode inquiry diharapkan peserta didik bisa bekerja sama untuk menyelesaikan masalah dan guru sebagai fasilitator. Karena dalam metode inquiry guru tidak hanya memberikan pengetahuan saja, melainkan membantu peserta didik selama proses belajar mengajar berlangsung mencari pengetahuan sendiri dalam memecahkan suatu masalah.

Gulo (2002) dalam Al Thabany (2014) berpendapat bahwa metode inquiry yaitu suatu rangkaian kegiatan belajar yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan peserta didik untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis, logis, analitis, sehingga mereka dapat merumuskan penemuannya dengan penuh percaya diri.

Alternatif yang digunakan untuk pembelajaran bentuk tulis maupun lisan dalam teks eksposisi, guru membentuk kelompok kecil, masing-masing kelompok terdiri atas tiga siswa. Setelah itu, guru memberikan tema yang berbeda-beda ke kelompok untuk dijadikan sebuah teks eksposisi. Guru menyampaikan dalam pembuatan teks eksposisi, argumen yang disampaikan harus logis dan kuat sehingga dapat diterima. Jangan lupa menggunakan kalimat efektif. Setelah semua selesai, peserta didik menukarkan hasil kelompoknya dengan kelompok lain untuk dikoreksi.

Kemudian salah satu peserta didik maju ke depan untuk mewakili kelompoknya mempresentasikan hasil koreksiannya teks eksposisi di depan kelas, kelompok lain menyimak dan memberikan tanggapan sesuai apa yang mereka dengar. Hasil yang dicapai lebih baik dari sebelumnya dan mereka lebih antusias dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar.
Dengan menggunakan metode inquiry, peserta didik bisa bekerja sama untuk memecahkan masalah sesuai dengan gaya belajar mereka dan lebih percaya diri. Sehingga bisa menyampaikan ide atau gagasan dalam menyampaikan pendapat baik fakta maupun opini dengan bahasa yang lebih baik sesuai struktur dan kaidah kebahasaan. Karena mereka saling bekerjasama mengefektifkan kalimat, yang di dalamnya terdapat kata yang diulang-ulang supaya tidak mengalami kerancuan. Asalkan kalimat tersebut tidak mengalami perubahan arti. (pai2/ida)

Guru Bahasa Indonesia SMAN 2 Semarang

Terbaru

Populer