TTS Tingkatkan Minat dan Hasil Belajar Prakarya Siswa

277
Oleh : Titik Hadiwiyani S.Pd
Oleh : Titik Hadiwiyani S.Pd

RADARSEMARANG.ID, Mata pelajaran (mapel) Prakarya bertujuan mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggungjawab (UU 20 Sisdiknas tahun 2003 pasal 3). Namun kenyataan di lapangan, mapel Prakarya masih menjadi mapel yang dipandang pelajaran membosankan. Apalagi, metode yang digunakan guru kurang bervariasi, sehingga motivasi belajar peserta didik sulit ditumbuhkan. Hal itu terjadi di kelas IX B SMP Negeri 1 Bejen Kabupaten Temanggung, saat materi pengolahan bahan pangan hasil peternakan dan perikanan.

Hal ini menjadi sebuah tantangan bagi guru untuk mengembangkan potensi peserta didik dengan melakukan suatu pembelajaran yang memanfaatkan media pembelajaran. Dengan adanya media pembelajaran peserta didik diharapkan dapat lebih berkonsentrasi untuk menerima pelajaran di kelas. Media yang dipakai adalah teka-teki silang (TTS).

Menurut Sibeman (2014:256) menggunakan TTS dapat mengundang minat dan perhatian peserta didik yang memang senang kalau diajak bermain. TTS dapat diisi secara individu ataupun kelompok. Dengan media TTS, peserta didik akan berpikir apakah makna yang terkandung dalam media tersebut, karena TTS merupakan media yang berisi kotak-kotak kosong yang akan dilengkapi dengan suatu kata sesuai dengan jawaban atas pertanyaan guru.

Menurut Miarso dalam Susilana (2007:6) media pembelajaran ialah sesuatu yang dapat memancing pemikiran serta perkembangan pada otak peserta didik. TTS merupakan alat permainan yang dapat mengasah otak. TTS melibatkan partisipasi peserta didik dengan cara diajak turut serta dalam semua proses pembelajaran, tidak hanya mental, tapi melibatkan fisik. Dengan suasana pembelajaran yang aktif, peserta didik akan merasa senang sehingga hasil belajar dapat maksimal.

Langkah-langkah pembelajaran dengan permainan TTS yang dilakukan di kelas IX B SMP Negeri 1 Bejen Kabupaten Temanggung adalah 1) guru mencurahkan gagasan (brainstorming) beberapa istilah atau nama-nama kunci yang berkaitan dengan materi pengolahan bahan pangan hasil peternakan dan perikanan, 2) guru menyusun TTS sederhana, yang mencakup istilah dalam materi sebanyak mungkin. Memasukan kata yang bersesuaian dengan panjang kotak yang tersedia secara berkesinambungan sampai seluruh kotak terisi penuh. Aturan pengisian kata-kata tersebut berhubungan dengan penyamaan jumlah karakter pada pengisian kata-kata ke dalam kotak teka-teki. 3) Guru membagikan teka-teki kepada peserta didik dengan berkelompok. 4) Peserta didik mengisi teka-teki tersebut secara mendatar ataupun menurun. 5) Presentasi hasil kerja dari perwakilan kelompok.

Penggunaan media TTS dalam pembelajaran prakarya ternyata menjadikan peserta didik termotivasi mengikuti pembelajaran, aktif dan bersemangat. Peserta didik lebih memahami materi dengan jelas dan meningkatkan aktivitas dalam pembelajaran terutama kemampuan berbahasa, berpikir, serta bergaul dengan lingkungannya. Pada akhirnya peserta didik akan mudah dalam memahami konsep dalam pembelajaran, sehingga dapat meningkatkan hasil belajarnya. (ips2.2/ida)

Guru Prakarya SMPN 1 Bejen, Kabupaten Temanggung