Pembelajaran Alquran Hadis dengan Model Interaktif dan LMS

175
Oleh: Miatu Habbah,S.Ag.,M.Ag
Oleh: Miatu Habbah,S.Ag.,M.Ag

RADARSEMARANG.ID, Adanya virus Covid-19 pada 2020 ini memberikan dampak yang luar biasa hampir pada semua bidang, salah satunya pada bidang pendidikan. Dengan adanya virus Covid-19 ini, membuat proses pembelajaran menjadi berubah dari tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh. Tetapi dalam keadaan seperti ini pun guru masih tetap harus melaksanakan kewajibanya sebagai pengajar, di mana guru harus memastikan siswa dapat memperoleh informasi / ilmu pengetahuan untuk diberikan kepada siswa.

Pembelajaran jarak jauh atau daring ini dimulai pada 16 Maret 2020, di mana siswa mulai belajar dari rumah masing-masing tanpa perlu pergi ke sekolah. Berbicara mengenai pembelajaran jarak jauh atau daring, maka pentingnya penguasaan ilmu teknologi bagi seorang guru agar pembelajaran jarak jauh tetap berjalan dengan efektf di saat pandemi seperti ini.

Belajar secara daring memiliki tantangan tersendiri. Selain membutuhkan suasana di rumah yang mendukung untuk belajar, juga sangat dibutuhkan koneksi internet yang memadai. Dan tak kalah pentingnya proses pembelajaran yang efektif pula. Lalu, di waktu pandemi ini bagaimanakah caranya siswa dapat belajar daring dengan efektif, khususnya dalam mata pelajaran Alquran Hadis? Tentulah dibutuhkan sistem pembelajaran yang menunjang terlaksananya kegiatan belajar di rumah.

Metode daring merupakan sistem pembelajaran tanpa tatap muka secara langsung antara guru dan siswa yang dilakukan melalui online dengan menggunakan jaringan internet. Menurut KBBI Kemendikbud, daring akronim dalam jaringan, terhubung melalui jejaring komputer, internet, dan sebagainya. Dilansir dari berbagai sumber, guru, dosen, siswa, dan mahasiswa kini melakukan kegiatan belajar-mengajar secara daring, termasuk pada saat pemberian tugas.

Mata pelajaran Alquran Hadis merupakan salah satu mata pelajaran agama yang dipejalari di sekolah tingkat madrasah. Dalam pembelajaran Alquran Hadis dengan daring, guru dituntut dapat mendesain media pembelajaran sebagai inovasi dengan memanfaatkan media online. Dan guru harus memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan, meskipun siswa berada di rumah. Adapun metode pembelajaran yang digunakan dalam pelajaran adalah model interaktif berbasis internet dan Learning Manajemen System (LMS). Seperti menggunakan Zoom, Google Meet, dan lainnya. Hal ini sesuai dengan Surat Edraan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19).

Pembelajaran Alquran Hadis secara daring sering mengalami hambatan, di antaranya belum meratanya internet dan teknologi, fasilitas seperti laptop dan handphone yang belum memadai, serta pemberian tugas dalam waktu yang lama juga akan sulit dilakukan. Selain itu, pembelajaran daring bisa berdampak negatif pada kesehatan mata siswa, kurangnya pengawasan dan kepedulian orang tua terhadap putra putrinya dalam mengikuti pembelajaran daring di rumah, serta pendidikan karakter selama masa pandemi ini rasanya menjadi sedikit terabaikan. Sehingga tak ada yang bisa menjamin siswa mendapatkan pendidikan karakter dari kedua orang tua, karena kesibukan mereka sesuai dengan nilai-nilai yang selama ini diajarkan oleh institusi pendidikan.

Oleh karena itu, sudah saatnya pemerintah dan segenap elemen pendidikan di Indonesia memikirkan bagaimana cara mengganti pendidikan karakter yang selama masa pandemi ini terpaksa harus terabaikan. Jangan sampai hilangnya nilai-nilai pendidikan karakter juga menjadi bagian dari “new normal”. Sehingga nantinya kita tak lagi merasa aneh melihat generasi muda yang kehilangan karakter-karakter positif, karena pendidikan kita akhirnya didominasi pembelajaran daring yang hanya mengedepankan transfer pengetahuan tanpa penanaman nilai-nilai akhlak yang mulia. (dar2/aro)

Guru MAN Sleman Yogyakarta